Wawali Armuji Sidak Dugaan Penipuan WO Kamuya, Korban Rugi Puluhan Juta

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana saat Wawali Armuji lakukan sidak
Suasana saat Wawali Armuji lakukan sidak

i

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait dugaan penipuan oleh vendor wedding organizer (WO) Kamuya, Selasa (1/4/2026).

Dalam sidak tersebut, Armuji mendatangi kantor WO Kamuya yang berlokasi di Rungkut Asri Timur XII, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Namun, pria yang akrab disapa Cak Ji itu tidak berhasil menemui pemilik vendor, Putri Ardhilla, dan hanya bertemu dengan pemilik bangunan kantor.

Dari informasi yang dihimpun, sebagian besar korban mengenal Putri melalui pameran-pameran wedding di pusat perbelanjaan. Modus yang digunakan adalah menawarkan paket pernikahan dengan harga murah disertai berbagai bonus, namun dengan syarat pembayaran harus dilakukan lunas di awal.

Menjelang hari pelaksanaan acara, pihak vendor diduga membatalkan kontrak secara sepihak dengan alasan tidak mampu memenuhi kewajiban.
“Pola seperti ini sudah sering terjadi. Mirip kasus-kasus sebelumnya, ujungnya pelaku tidak bisa mengembalikan uang dan siap menghadapi proses hukum,” ujar Armuji.

Berdasarkan keterangan korban, Putri saat ini disebut berada di Mojokerto dan berstatus tahanan kota. Menindaklanjuti hal tersebut, Armuji langsung menghubungi Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, untuk memastikan keberadaan yang bersangkutan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan penawaran harga murah.

“Untuk warga Surabaya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Jangan gampang percaya dengan harga murah, itu sering jadi modus,” tegasnya.

Salah satu korban, Widya, warga Lidah Wetan, mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp52 juta. Ia pertama kali bertemu dengan Putri di sebuah pameran wedding di mal, lalu tertarik dengan berbagai penawaran bonus dengan syarat pelunasan di tempat.

Namun, tiga hari sebelum hari-H pada 26 Maret 2026, pihak vendor tiba-tiba membatalkan acara dengan alasan kesulitan ekonomi.

Widya mengaku terpaksa mencari vendor pengganti dalam waktu singkat, sementara sejumlah kebutuhan seperti MC dan musik belum sempat dibayar uang muka (DP).

Setelah didesak, Putri disebut sempat berjanji akan mengganti kerugian korban dari hasil penjualan rumah keluarganya di Mojokerto, bahkan menyerahkan sertifikat sebagai jaminan.
Para korban kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian di Mojokerto pada 29 Maret 2026, sementara korban di Surabaya masih dalam proses pengajuan laporan.

Sementara itu, pemilik bangunan kantor, Angga, menyebut bahwa lokasi tersebut hanya dipinjam oleh Putri dan bukan kantor pusat operasional WO Kamuya.

Ia menduga masalah ini dipicu oleh praktik “gali lubang tutup lubang”, di mana dana dari klien digunakan untuk menutup kebutuhan acara lain.
Para korban berencana mendatangi kediaman Putri di Mojokerto dalam waktu dekat untuk menuntut kepastian pengembalian kerugian. (dim)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…