Bajet Pemprov Kepri Rp1,8 Miliar, Tetapi Kontingen Paduan Suara Batal Berangkat Karena Tiket Bermasalah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kontingen Paduan Suara Wanita Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) asal Kota Tanjungpinang bernyanyi di Bandara Sukarno Hatta. (FOTO AFUID)
Kontingen Paduan Suara Wanita Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) asal Kota Tanjungpinang bernyanyi di Bandara Sukarno Hatta. (FOTO AFUID)

i

TANJUNG PINANG- Kontingen Paduan Suara Wanita Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) asal Kota Tanjungpinang mengalami kekecewaan mendalam setelah diduga ditelantarkan oleh panitia pelaksana saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. Akibatnya, mereka gagal melanjutkan perjalanan menuju Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Ketua Tim Peserta asal Tanjungpinang, Lia Ukur, menyatakan bahwa kelompoknya telah melalui seleksi ketat dan latihan intensif selama berbulan-bulan untuk mewakili daerah di ajang bergengsi tersebut. Perjuangan tersebut dinilai tidak dihargai oleh pihak panitia, terutama mengingat total anggaran yang dikucurkan Provinsi Kepri untuk keseluruhan kontingen disebut mencapai Rp 1,8 miliar, seperti dikutip Metro Batam, Minggu (28/6/2026).

Menurut Lia, rombongan berangkat dari Batam sejak Rabu, 24 Juni 2026, sesuai arahan panitia. Namun, mereka langsung ditelantarkan di Bandara Soekarno-Hatta tanpa koordinasi yang jelas untuk penerbangan lanjutan ke Manokwari. “Sesampai di Jakarta kami ditelantarkan begitu saja. Sementara kita ini perwakilan dari Kepri, membawa nama baik Kepri,” ujar Lia Ukur dengan nada sedih.

Lia menambahkan, upayanya menghubungi Ketua Panitia Pelaksana berinisial BS yang berasal dari Batam tidak mendapat respons. Ia juga menyayangkan latar belakang BS sebagai seorang pemuka agama (pastor), namun dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab moral yang semestinya. Akibat penelantaran ini, puluhan peserta wanita mengalami trauma berat dan meneteskan air mata sepanjang perjalanan pulang ke Tanjungpinang.

Bernyanyi di Bandara Soetta
Di tengah kekecewaan tersebut, kontingen memilih untuk menyanyikan lagu-lagu rohani yang telah dipersiapkan di sudut Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat, 26 Juni 2026. Suara merdu mereka menggema di tengah lalu-lalang penumpang, menjadi penghiburan sekaligus ungkapan pengabdian meski mimpi tampil di panggung nasional kandas. Video momen tersebut beredar luas di media sosial dan menuai simpati publik.

Masalah bermula dari tiket penerbangan rute Batam-Jakarta-Manokwari yang dikelola melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri dan agen travel. Saat check-in, data penerbangan tidak ditemukan atau kode booking dinyatakan unpaid oleh maskapai. Meski sempat mendapat janji dan sebagian kode booking untuk rute awal, tiket lanjutan tidak kunjung terealisasi hingga batas waktu check-in ditutup.

Kontingen Kepri sebenarnya mengirimkan tiga kategori berbeda ke ajang nasional tersebut, yakni Pria, Anak-anak, dan Wanita. Paduan Suara Wanita Tanjungpinang ini merupakan debut mereka di tingkat nasional setelah sukses di seleksi provinsi.

Pesparawi Nasional XIV merupakan Pesta Paduan Suara Gerejawi yang digelar di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Acara ini diikuti lebih dari 6.200 peserta dari 38 provinsi se-Indonesia dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI. Tema utama acara adalah “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a) dengan sub tema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua”.

Peserta berkompetisi dalam berbagai kategori seperti paduan suara dewasa, remaja, vokal grup, solo anak, hingga musik gereja nusantara. Selain lomba, rangkaian acara mencakup pawai budaya dan kegiatan pembinaan iman serta promosi perdamaian di Papua.

Bawa ke Ranah Hukum

Lia Ukur menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Mereka berencana membawa kasus ini ke ranah hukum demi keadilan dan meminta ketegasan dari Pemerintah Provinsi Kepri. “Saya harap Pak Gubernur bisa memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada pihak bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, Ketua Panitia Pelaksana BS belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penelantaran dan pengelolaan anggaran. Sementara itu, Pesparawi Nasional XIV di Manokwari berlangsung dengan sukses, meski tanpa keikutsertaan penuh kontingen Paduan Suara Wanita Kepri ini.

Kasus ini menjadi sorotan di media sosial dan media lokal Kepri, memicu kritik terhadap manajemen keberangkatan kontingen daerah di event nasional. Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. (sumber: afu.id)

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Kirim Damkar Bantu Padamkan Karhutla di Kawasan Bromo

Pemkot Surabaya Kirim Damkar Bantu Padamkan Karhutla di Kawasan Bromo

Rabu, 12 Agu 2026 20:03 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:03 WIB

PROBOLINGGO-  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengerahkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk membantu penanganan kebakaran hutan …

AH alias AM Mangkir di Panggilan Pertama, Deputi BNN Aswin Sipayung: Kita Panggil Lagi

AH alias AM Mangkir di Panggilan Pertama, Deputi BNN Aswin Sipayung: Kita Panggil Lagi

Rabu, 12 Agu 2026 18:44 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 18:44 WIB

BATAM – Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol. Aswin Sipayung, membenarkan bahwa AH tidak memenuhi panggilan pertama BNN RI u…

Gelar Operasi Semester I Polda Sulbar: Evaluasi Kinerja, Penyamaan Persepsi, dan Perkuat Strategi Jaga Kamtibmas Kondusi

Gelar Operasi Semester I Polda Sulbar: Evaluasi Kinerja, Penyamaan Persepsi, dan Perkuat Strategi Jaga Kamtibmas Kondusi

Rabu, 12 Agu 2026 18:02 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 18:02 WIB

POLDA SULBAR - Polda Sulawesi Barat menggelar kegiatan Gelar Operasi (GO) Semester I Tahun 2026 di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Rabu (12/8/26). Kegiatan ini…

Polda Sulbar Tuntaskan Penyidikan Kasus Kecelakaan Kerja di Pasangkayu, Tersangka dan BB Dilimpahkan ke Kejaksaan

Polda Sulbar Tuntaskan Penyidikan Kasus Kecelakaan Kerja di Pasangkayu, Tersangka dan BB Dilimpahkan ke Kejaksaan

Rabu, 12 Agu 2026 17:58 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 17:58 WIB

POLDA SULBAR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Barat telah melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti atau Tahap II kepada Kejaksaan N…

Polri Melayani dengan Hati: Perjuangan Evakuasi Nenek Sania dari Pegunungan Mambi Wilayah Hukum Polda Sulbar

Polri Melayani dengan Hati: Perjuangan Evakuasi Nenek Sania dari Pegunungan Mambi Wilayah Hukum Polda Sulbar

Rabu, 12 Agu 2026 14:58 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 14:58 WIB

POLDA SULBAR - Aksi kepedulian luar biasa jajaran Bhabinkamtibmas Polda Sulbar bersama masyarakat di wilayah pegunungan Mambi, Kabupaten Mamasa, menyita…

Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Hama Yang Bernilai Mahal

Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Hama Yang Bernilai Mahal

Rabu, 12 Agu 2026 11:19 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 11:19 WIB

Oleh : Singky Soewadji Salam Lestari ! Monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) sering dipakai dalam penelitian medis karena DNA dan organ tubuhnya mirip…