KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan (Foto: Dokumentasi/Humas KPK)
Tersangka dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan (Foto: Dokumentasi/Humas KPK)

i

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk uang mencapai Rp2,38 miliar hingga emas dengan total berat 325 gram.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan mereka yang diduga menerima suap yakni Richard Erlangga, tenaga ahli mantan Kepala BNPB. Serta, Gabriel Purwaka Sigit, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB.

“Para oknum di lingkungan BNPB diduga menerima suap. Suap terkait pengadaan yang menggunakan DSP,” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Taufik menyebut Richard diduga meminta imbalan kepada penyedia agar memperoleh paket pengadaan menggunakan DSP pada tahun 2026. PT Trans Lintas Selaras disebut menyetujui permintaan tersebut dalam proses pengadaan yang menggunakan dana kebencanaan itu.

Menurut Taufik, Richard melalui perantara diduga menerima uang sebesar Rp2,38 miliar dari Direktur PT Trans Lintas Selaras, Gery Prasetiawan. " RIC melalui perantara menerima uang dari Saudara GER direktur PT TLS sejumlah Rp2,38 miliar,” ujarnya.

Selain Richard, Gery juga diduga memberikan uang sebesar Rp140 juta kepada Gabriel Purwaka Sigit. Gabriel turut diduga menerima uang tunai dan emas dari penyedia pengadaan BNPB lainnya.

“GPS juga diduga menerima uang tunai senilai Rp1,7 miliar, US$7.500, S$9.000, 56 keping emas seberat 133 gram. Tabungan emas seberat 192 gram, yang di antaranya berasal dari vendor atau penyedia pengadaan BNPB,” kata Taufik.

Diketahui, Pada klaster pertama, KPK menetapkan tenaga ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setiawan, sebagai tersangka. Bima ditetapkan tersangka terkait konflik kepentingan dalam pengadaan menggunakan dana siap pakai bencana.

Pada klaster kedua, KPK menduga ada suap yang diberikan pihak swasta selaku vendor dalam pengadaan menggunakan DSP bencana. Ada empat orang yang menjadi tersangka dalam kasus klaster kedua ini, yakni:

1. Richard Erlangga (RIC) selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB saat itu

2. Gabriel Purwaka Sigit (GPS) selaku Kepala sekaligus PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB;

3. Syifa Nrika Ghifarin (SNG) selaku pihak swasta

4. Gery Prasetiawan (GER) selaku pihak swasta. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…

Mentan Amran Puji Kelincahan Khofifah, Senator Lia Istifhama Beri Sinyal Kuat untuk Emil di Munas IKA UPN

Mentan Amran Puji Kelincahan Khofifah, Senator Lia Istifhama Beri Sinyal Kuat untuk Emil di Munas IKA UPN

Senin, 19 Okt 2026 14:01 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:01 WIB

SURABAYA – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Indonesia yang digelar di The Trans Luxury H…

Teguran Cinta Polantas Polda Sulbar Demi Keselamatan Bersama

Teguran Cinta Polantas Polda Sulbar Demi Keselamatan Bersama

Senin, 19 Okt 2026 13:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 13:57 WIB

POLDA SULBAR- Di setiap persimpangan jalan Kota Mamuju setiap pagi, kehadiran petugas Polantas bukan sekadar untuk melancarkan arus kendaraan. Di balik setiap…

Bakar Semangat Generasi Emas, Kapolda Sulbar Kunjungi SMKN 1 Rangas, Sukses Itu Harus Dipaksa!

Bakar Semangat Generasi Emas, Kapolda Sulbar Kunjungi SMKN 1 Rangas, Sukses Itu Harus Dipaksa!

Senin, 19 Okt 2026 10:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 10:46 WIB

POLDA SULBAR - Suasana SMKN 1 Rangas penuh sukacita saat dikunjungi Kapolda Sulbar, Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi oleh Karo SDM, Dirlantas, dan…