Kasus Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Surabaya Pulangkan Korban dan Tindak Penyalur Tak Berizin

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya menangani kasus dugaan penyekapan calon ART di Jalan Kedung Anyar
Pemkot Surabaya menangani kasus dugaan penyekapan calon ART di Jalan Kedung Anyar

i

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani kasus dugaan penyekapan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di Jalan Kedung Anyar, Kecamatan Sawahan dengan memulangkan para korban ke daerah asal. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperketat pengawasan terhadap seluruh Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT) di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Antiek Sugiarti, mengungkapkan bahwa dari total 10 calon ART yang menjadi korban, sebagian besar telah berhasil dipulangkan kepada keluarga mereka.

"Sebanyak 9 orang sudah dipulangkan. Sementara 1 orang masih dalam proses, karena alamat keluarganya di Tuban sudah tidak ditempati sejak dua tahun lalu," ujar Antiek dikutip MInggu (1/11/2026).

Antiek menjelaskan, pemulangan para korban dilakukan melalui berbagai mekanisme koordinasi, baik secara mandiri oleh pihak keluarga maupun bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi dan daerah asal.

Satu orang korban dijemput langsung oleh keluarganya asal Kendal, Jawa Tengah. Tiga orang lainnya dipulangkan melalui reunifikasi bersama Dinsos Provinsi Jawa Timur yang mencakup wilayah Ciwidey (Jawa Barat), Pidie (Aceh), dan Tasikmalaya.

Adapun 5 korban lainnya diantar langsung oleh Dinsos Surabaya berkoordinasi dengan Dinsos setempat, yakni dari Malang, Blitar, Kediri, dan dua orang asal Lumajang. “Proses pemulangan ini telah dilakukan secara bertahap sejak Rabu hingga Kamis kemarin,” kata Antiek.

Terkait satu korban yang keluarganya belum ditemukan, Antiek memastikan pihaknya tidak akan menyerah begitu saja. “Korban untuk sementara tinggal di bawah naungan Dinsos Surabaya sambil terus dilakukan pelacakan kontak kerabatnya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” terang Antiek.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga mengambil langkah tegas terhadap operasional penyalur tenaga kerja. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, memaparkan bahwa pihaknya telah memetakan seluruh P3RT di Surabaya.

Hasilnya, ditemukan sebanyak 39 perusahaan penyalur yang izinnya belum lengkap atau sudah kedaluwarsa."Kami larang perusahaan beroperasi merekrut atau menempatkan ART hingga izinnya selesai dan terpenuhi semua," tegas Hebi.

Berdasarkan data Disperinaker, saat ini baru ada 12 P3RT yang perizinannya dinyatakan lengkap. Hebi menegaskan, perusahaan penyalur di kawasan Sawahan yang sempat menjadi lokasi dugaan penyekapan dipastikan berstatus ilegal. Oleh karena itu, operasionalnya langsung ditutup permanen sebagai bentuk tindakan tegas pemkot.

Penertiban ini sejalan dengan arahan Wali Kota Surabaya serta implementasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 46 Tahun 2026 yang secara khusus melindungi hak-hak para ART.

Melalui regulasi tersebut, perusahaan penyalur dilarang keras menahan ijazah maupun identitas pribadi pekerja. Selain itu, batas waktu maksimal calon ART berada di tempat penampungan sementara adalah tiga hari.

"Kalau melanggar Perwali, operasionalnya terancam langsung ditutup," ujar Hebi.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya menggandeng ketua RT/RW serta pemangku wilayah untuk memperkuat deteksi dini.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar dapat melapor jika menemukan indikasi pelanggaran atau praktik penyaluran tenaga kerja yang mencurigakan di lingkungannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemkot Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan calon ART di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan.

Temuan ini berawal dari patroli rutin yang dilakukan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya pada Sabtu (24/10/2026) di kawasan Kembang Jepun hingga Kedungsari.

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, menjelaskan bahwa petugas lapangan sempat diberhentikan oleh dua orang warga luar kota yang meminta pertolongan.

“Awalnya anggota mengira dua warga luar kota ini hanya kehabisan bekal. Namun setelah kita amankan di mako dan dilakukan pendalaman, mereka mengaku sebagai calon ART dari luar Kota Surabaya dan menginformasikan bahwa mereka disekap di lokasi penyalur di Jalan Kedung Anyar," terang Mudita, Minggu (25/10/2026). (*)

Berita Terbaru

Anggaran Mi Instan BPBD Jatim Rp17,24 Miliar, Ketua Fraksi PDIP Lantarkan Sorotan Menohok

Anggaran Mi Instan BPBD Jatim Rp17,24 Miliar, Ketua Fraksi PDIP Lantarkan Sorotan Menohok

Minggu, 01 Nov 2026 12:34 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYA- Anggaran pengadaan logistik penanganan bencana di Jawa Timur menjadi sorotan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana. Dia…

Anggota DPR RI: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas

Anggota DPR RI: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas

Minggu, 01 Nov 2026 12:10 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:10 WIB

JAKARTA-  Anggota DPR RI Muhammad Kholid, menegaskan keuntungan dari korporasi pelaku tindak pidana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) harus dirampas. Hal …

40 Titik Peredaran Miras di Surabaya Masuk Radar Satpol PP, 15 Toko Disegel

40 Titik Peredaran Miras di Surabaya Masuk Radar Satpol PP, 15 Toko Disegel

Minggu, 01 Nov 2026 12:05 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:05 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang tidak sesuai dengan ketentuan perizinan.…

Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Sediakan 14 Kantong Parkir untuk Parade Juang 2026

Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Sediakan 14 Kantong Parkir untuk Parade Juang 2026

Minggu, 01 Nov 2026 05:52 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 05:52 WIB

SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas dan 14 titik kantong parkir untuk mendukung kelancaran Parade Juang 2026…

Jamin Perjalanan Aman dan Selamat, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Cek Menyeluruh Kendaraan dan Kesehatan Supir

Jamin Perjalanan Aman dan Selamat, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Cek Menyeluruh Kendaraan dan Kesehatan Supir

Sabtu, 31 Okt 2026 21:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 21:05 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan setiap penumpang berangkat dengan aman dan pulang dengan selamat, Polda Sulbar bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja…

Deni Wicaksono Desak Keberpihakan Anggaran Riset Jatim, Perda Ditargetkan Rampung 2026

Deni Wicaksono Desak Keberpihakan Anggaran Riset Jatim, Perda Ditargetkan Rampung 2026

Sabtu, 31 Okt 2026 20:35 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 20:35 WIB

SURABAYA – Pengembangan riset dan inovasi di Jawa Timur dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah provinsi. Minimnya dukungan anggaran menjadi s…

Stay.vie Dinoyo Prime Hadirkan Konsep Pernikahan Praktis, Tiga Venue dan Paket Lengkap dalam Satu Lokasi

Stay.vie Dinoyo Prime Hadirkan Konsep Pernikahan Praktis, Tiga Venue dan Paket Lengkap dalam Satu Lokasi

Sabtu, 31 Okt 2026 15:33 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:33 WIB

SURABAYA, BacaSaja.id – Mempersiapkan pernikahan bukan perkara sederhana. Selain menentukan konsep acara, calon pengantin juga harus mengatur berbagai k…

Resmob Polda Sulbar Sisir Tiga TKP Curanmor di Mamuju, Penyelidikan Ditingkatkan

Resmob Polda Sulbar Sisir Tiga TKP Curanmor di Mamuju, Penyelidikan Ditingkatkan

Sabtu, 31 Okt 2026 15:10 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:10 WIB

MAMUJU – Tim Opsnal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Barat bergerak melakukan penyelidikan kasus pencurian kendaraan bermotor (…

Subuh Keliling, Polda Sulbar Merawat Kedekatan dengan Rakyat

Subuh Keliling, Polda Sulbar Merawat Kedekatan dengan Rakyat

Sabtu, 31 Okt 2026 10:31 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 10:31 WIB

POLDA SULBAR - Kapolda Sulbar, Irjen Pol Totok Suharyanto, kembali melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling), didampingi para Pejabat Utama dan personel…