Begini Penjelasan Pakar Geofisika ITS Soal Banjir di Indonesia

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr Ir Amien Widodo Msi, peneliti dan dosen Departemen Teknik Geofisika ITS
Dr Ir Amien Widodo Msi, peneliti dan dosen Departemen Teknik Geofisika ITS

i

BACASAJA.ID - Peneliti bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ir Amien Widodo memberikan penjelasan tentang penyebab banjir yang terjadi Indonesia.

Umumnya sebuah kota sudah didesain agar dapat menghadapi hujan dan menghindari banjir. Kapasitas saluran air untuk menampung curah hujan yang digunakan oleh sebuah kota bisa mencapai lima hingga 50 tahun. Bahkan bisa menggunakan perencanaan 100 tahun jika tersedia ruang dan biaya yang cukup.

“Berdasarkan curah hujan tersebut, akan dihitung dan dibuat saluran penampung air hujan dengan dimensi menyesuaikan debit banjir yang akan terjadi,” ungkapnya, Selasa (16/2/2021).

Saluran penampung air tersebut dapat berupa tanggul, bozem, atau rawa yang dibangun di berbagai tempat untuk menampung luapan sungai. Selain itu, untuk mempercepat penurunan muka air banjir, dipasang pompa-pompa air dan juga biasanya dilakukan pengerukan sedimen sungai, rawa, atau bozem untuk mencegah sedimentasi.

“Perencanaan yang telah dilakukan pemerintah itu bisa berjalan sebagaimana mestinya jika masyarakat juga mendukung dan mematuhi peraturan yang dibuat untuk menjaga saluran air,” tuturnya.

Saluran air yang telah dibuat tidak terjaga dengan baik seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk kota. Berkurangnya lahan membuat masyarakat mulai merambah dan bermukim di tepi sungai serta pinggiran sekeliling bozem.

Mereka bahkan menjadikan sungai dan bozem tersebut sebagai tempat pembuangan sampah sehari-hari.

“Ini sangat memprihatinkan karena hampir semua elemen masyarakat masih ada yang membuang sampah sembarangan, pada akhirnya saat hujan mengguyur mulai banyak saluran yang meluap dan membanjiri seluruh kota,” keluhnya.

Tidak menutup kemungkinan, apabila hal ini terus menerus dibiarkan dapat mengakibatkan tanggul jebol. Seperti halnya pada kasus banjir Bandarkedungmulyo, Jombang yang baru-baru ini terjadi.

Di sana, banyak desa terendam air selama berhari-hari termasuk jalan provinsi antara Surabaya - Madiun.

“Banjir Bandarkedungmulyo ini disebabkan jebolnya tanggul karena tidak kuat menahan luapan air, yang mana diakibatkan oleh debit air Sungai Konto Jombang yang tertahan oleh penumpukan kayu, pohon, dan sampah di pintu air Gudo,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk ikut mengawasi sungai dan tanggul sungai, terlebih lagi pada posisi puncak musim hujan seperti saat ini.

Tak hanya itu, Amien juga menerangkan tanda-tanda khas dari tanggul rawan jebol, yang mana biasanya ditunjukkan beberapa hari sebelum musim hujan datang.

“Jika retakan tersebut sampai ke dasar tanggul bisa diikuti rembesan air di tubuh, dasar, atau pondasi di bawah tanggul, kemudian rembesan ini bisa membesar diikuti proses erosi yang menggerus tanah tanggul searah retakan tanggul,” paparnya.

Gerusan erosi yang terjadi ini dapat semakin melebar dan dalam ketika hujan mengguyur. Retakan yang sejajar tanggul bisa diikuti longsor di bagian dalam, luar, dan juga dasar tanggul.

“Oleh sebab itu, jangan sampai muka air sungai naik hingga sejajar tanggul maupun over topping atau air melimpah melebihi tanggul, itu menandakan bahwa keadaan sudah serius dan harus segera dilaporkan,” ucapnya.

Untuk menghindari terulangnya bencana banjir, pemerintah harus memberi sosialisasi secara terstruktur, sistemik, dan masif.

Terstruktur artinya seluruh pihak khususnya yang bermukim di sekitar sungai diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga dimensi sungai agar tetap seperti yang direncanakan. Untuk sistemik maksudnya adalah dengan menjaga kebersamaan semua pihak dalam satu unit kesatuan untuk menjaga sungai.

“Sangat disarankan pihak berwenang seperti Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) membuat sistem peringatan dini terhadap berbagai masalah di sungai, sehingga masyarakat bisa langsung melaporkan bila ada masalah dan dapat segera direspon, serta ditindaklanjuti," papar Dr Amien. 

"Waktunya pemerintah bersama masyarakat meningkatkan kapasitas dalam mengelola bencana, saya harap apabila terjadi bencana kita dapat tangguh menghadapinya, serta semuanya selamat dan bisa saling menyelamatkan,” pungkasnya. (byta/rg4)

Tag :

Berita Terbaru

Wali Kota Eri Cahyadi Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Targetkan Evaluasi Setiap 6 Bulan

Wali Kota Eri Cahyadi Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Targetkan Evaluasi Setiap 6 Bulan

Jumat, 26 Jun 2026 15:03 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 15:03 WIB

SURABAYA- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali melakukan pelantikan dan mengambil sumpah 57 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada …

KPK Terima Informasi Dugaan Pemerasan WNA di Kantor Imigrasi Lainnya

KPK Terima Informasi Dugaan Pemerasan WNA di Kantor Imigrasi Lainnya

Jumat, 26 Jun 2026 12:04 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 12:04 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi informasi dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan izin tinggal WNA di sejumlah kantor imigrasi. I…

Pemkot Surabaya Siapkan Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran Sejarah di Sekolah

Pemkot Surabaya Siapkan Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran Sejarah di Sekolah

Jumat, 26 Jun 2026 11:02 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 11:02 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menjadikan buku "Bung Karno: Aku Arek Suroboyo" sebagai materi pembelajaran bagi pelajar SD dan SMP di …

Prediksi Skor Norwegia vs Prancis di Piala Dunia 2026: Haaland Lebih Gacor Ketimbang Mbappe? 

Prediksi Skor Norwegia vs Prancis di Piala Dunia 2026: Haaland Lebih Gacor Ketimbang Mbappe? 

Jumat, 26 Jun 2026 10:02 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:02 WIB

BOSTON– Duel super sengit akan tersaji di matchday pamungkas Grup I Piala Dunia 2026 saat Timnas Norwegia menantang raksasa Eropa, Prancis. Pertandingan b…

Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Duel Mati-matian Berebut Peringkat Tiga Terbaik

Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Duel Mati-matian Berebut Peringkat Tiga Terbaik

Jumat, 26 Jun 2026 09:58 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:58 WIB

TORONTO– Pertandingan hidup-mati akan tersaji pada matchday pamungkas Grup I Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Senegal vs Irak. Bentrok kedua tim yang …

Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Data Ekspor Sawit oleh Sejumlah Perusahaan

Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Data Ekspor Sawit oleh Sejumlah Perusahaan

Kamis, 25 Jun 2026 20:55 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:55 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tengah mendalami kasus dugaan manipulasi data ekspor kelapa sawit oleh beberapa perusahaan di Indonesia. Hal itu…