Ingin Terhindar Kanker, Perbaiki Gaya Hidupmu

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gaya hidup makan makanan cepat saji (Ilustrasi)
Gaya hidup makan makanan cepat saji (Ilustrasi)

i

BACASAJA.ID - Siapapun tak ingin terjangkit kanker, karena bisa berakibat kematian. Untuk mencegah sejak dini, gaya hidup sehat wajib dilakukan.

Gaya hidup tak sehat seperti kurang berolahraga, tidak menjaga berat badan sehat dan mengonsumsi makanan tak sehat, berkontribusi pada 35 persen risiko Anda terkena kanker.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, apabila Anda perokok dan masih melanggengkan kebiasaan menghisap gulungan tembakau itu maka peluang Anda terkena salah satu penyakit mematikan itu bertambah 30 persen.

Tubuh biasanya akan mengeyahkan sel-sel yang tumbuh tidak normal. Namun, saat kondisi di luar tubuh akibat gaya hidup tak sehat termasuk kebiasaan merokok, kurang bergerak dan konsumsi makanan mengandung bahan pembentuk kanker terlampau kuat, maka sel tak normal terus tumbuh dan menjadi benjolan atau disebut tumor.

"Sel (tidak normal) ini mempunyai kemampuan untuk tumbuh sembarangan, cepat, mengganggu sel sekitarnya. Lalu muncul ke permukaan dan disebut tumor atau kumpulan sel yang tumbuh tidak teratur. Ada tumor jinak dan ganas," ujar dr Aru dalam sebuah virtual briefing bersama pewarta, dikutip Minggu (21/2/2021).

Mengutip dari Antara, Aru menegaskan, faktor risiko kanker sebesar 90 persen berasal dari lingkungan, sementara sisanya berasal dari gen yang rusak dengan presentase 5-10 persen. Ini artinya, sebagian besar sel kerusakan pada sel sesudah seseorang lahir alias akibat lingkungan atau gaya hidupnya.

Pada kasus kanker nasofaring misalnya, salah satu pencetusnya konsumsi makanan mengandung bahan karsinogen seperti ikan asin yang diolah tak benar sehingga mengandung zat nitrosamin. Zat ini sama seperti yang ditemukan pada sosis ini tergolong karsinogen atau bahan yang melahirkan kanker.

Tak hanya pemilihan makanan, cara berpakaian khususnya bra juga menjadi perhatian. Dokter spesialis bedah konsultan bedah onkologi di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Alban Dien mengutip hasil penelitian tidak menyarankan penggunaan bra berkawat setiap saat.

"Saya membaca ada beberapa penelitian yang menyatakan kurang baik menggunakan (bra) kawat apabila kita mobilitas sehari-hari," kata dia.

Alban yang juga berpraktik di Eka Hospital Cibubur menuturkan, bra dengan kawat bisa membuat tekanan pada tubuh dan membentuk inflamasi atau peradangan yang terus menerus (kronik).

Salah satu penyebab, kanker, kata dia, adalah inflamasi yang terus menerus. Sebagai solusi, dia menyarankan para kaum hawa mengganti bra berkawat dengan bra biasa pada malam hari atau bisa melepasnya saja.

Memang, pemakaian bra ini tidak berhubungan dengan munculnya risiko terjadinya kanker payudara, seperti yang pernah diungkap sebuah studi dalam Jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention pada tahun 2014.

Studi itu melibatkan 454 orang perempuan dengan invasive ductal carcinoma (IDC) dan 590 orang penderita invasive lobular carcinoma (ILC) atau dua subtipe paling umum kanker payudara. Peneliti menemukan, tidak ada aspek yang berhubungan antara pemakaian bra dan peningkatan risiko IDC ataupun ILC.

Kemudian, terkait olahraga yang tidak hanya bermanfaat menurunkan beberapa jenis kanker, tetapi juga bisa membantu menjaga berat badan, memperbaiki tekanan darah dan kesehatan mental.

Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas fisik dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara dan usus besar. "Tidak ada kata terlambat untuk memulai program kebugaran, tidak masalah kapan Anda mulai, karena Anda akan melihat manfaat dari olahraga pada usia berapa pun," kata profesor onkologi Georgetown University Medical Center's Lombardi Comprehensive Cancer Center, Dr. Priscilla Furth.

Di Indonesia, kanker payudara termasuk yang menduduki peringkat tertinggi dialami perempuan. Menurut Aru, pada perempuan jenis kanker ini bahkan menduduki posisi pertama diikuti serviks, usus besar, hati dan nasofaring.

Data pada tahun 2020 menunjukkan, angka kasus kanker payudara mencapai 65.858 kasus per tahun. Sementara di dunia pada tahun yang sama, dilaporkan terdapat 2.261.419 kasus dengan angka kematian mencapai 600.000 pasien per tahun.

Bukan hanya faktor gaya hidup, seseorang yang punya riwayat keluarga terkena kanker payudara bisa berisiko mengalami kanker serupa di kemudian hari. Para dokter menyarankan mereka melakukan deteksi dini mulai dari pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) usai periode menstaruasi, USG setiap 6 bulan sekali, dan mamografi 1-1,5 tahun sekali.

Apabila pencegahan sudah dilakukan, tetapi kanker tak terelakan, Alban menyarankan pasien menjadikan terapi medis sebagai yang utama dan menomorduakan perawatan dengan obat herbal atau alternatif.

"Herbal tidak dilarang, terapi pertama wajib terapi medis. Kalau masuk dengan herbal atau alternatif, bila masuk stadium satu dan sudah terdeteksi kanker maka herbal dinomorduakan karena kalau masuk dengan herbal duluan maka stadium akan naik dan tidak akan kembali," kata dia.

"Kami tidak bisa lakukan terapi lain kecuali yang bersifat paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup," sambung Alban.

Kemudian, terkait vaksinasi pada pasien kanker, Aru menuturkan, "Sekarang ini selesaikan kemoterapi baru vaksinasi COVID-19. Kita juga bisa mengambil timing antara kemo dan kemo, bisa dilakukan vaksinasi dengan harapan pembentukan antibodi. Kalau berbahaya sih tidak, hanya apa efektif atau tidak". (ant)

Tag :

Berita Terbaru

DARI 'ZUMBA' KE JUDI: Ketika Arena Senam Disulap Jadi Ring Sabung Ayam Jutaan Rupiah di Sidoarjo!

DARI 'ZUMBA' KE JUDI: Ketika Arena Senam Disulap Jadi Ring Sabung Ayam Jutaan Rupiah di Sidoarjo!

Jumat, 26 Jun 2026 20:40 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 20:40 WIB

Sidoarjo, Bacasaja - Alih-alih melahirkan emak-emak berbadan bugar lewat gerakan zumba, sebuah wilayah di perbatasan Desa Klurak dan Desa Kaliampuh, Kecamatan…

ERI CAHYADI GESER 57 PEJABAT PEMKOT SURABAYA: Sinyal Keras Anti-Retorika

ERI CAHYADI GESER 57 PEJABAT PEMKOT SURABAYA: Sinyal Keras Anti-Retorika

Jumat, 26 Jun 2026 18:54 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:54 WIB

BACASAJA.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap lambatnya kinerja jajaran birokrasi Kota Pahlawan. Bertempat…

Wali Kota Eri Cahyadi Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Targetkan Evaluasi Setiap 6 Bulan

Wali Kota Eri Cahyadi Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Targetkan Evaluasi Setiap 6 Bulan

Jumat, 26 Jun 2026 15:03 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 15:03 WIB

SURABAYA- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali melakukan pelantikan dan mengambil sumpah 57 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada …

KPK Terima Informasi Dugaan Pemerasan WNA di Kantor Imigrasi Lainnya

KPK Terima Informasi Dugaan Pemerasan WNA di Kantor Imigrasi Lainnya

Jumat, 26 Jun 2026 12:04 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 12:04 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi informasi dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan izin tinggal WNA di sejumlah kantor imigrasi. I…

Pemkot Surabaya Siapkan Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran Sejarah di Sekolah

Pemkot Surabaya Siapkan Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran Sejarah di Sekolah

Jumat, 26 Jun 2026 11:02 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 11:02 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menjadikan buku "Bung Karno: Aku Arek Suroboyo" sebagai materi pembelajaran bagi pelajar SD dan SMP di …

Prediksi Skor Norwegia vs Prancis di Piala Dunia 2026: Haaland Lebih Gacor Ketimbang Mbappe? 

Prediksi Skor Norwegia vs Prancis di Piala Dunia 2026: Haaland Lebih Gacor Ketimbang Mbappe? 

Jumat, 26 Jun 2026 10:02 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:02 WIB

BOSTON– Duel super sengit akan tersaji di matchday pamungkas Grup I Piala Dunia 2026 saat Timnas Norwegia menantang raksasa Eropa, Prancis. Pertandingan b…