Nge-prank malah di-prank

Nge-Prank Pocong demi Konten YouTube, Remaja Blitar Digerebek Warga

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pocong yang satu tidak sedang menyatroni kantor polisi, tapi sedang menjalani hukuman fisik dari Polsek Sanankulon, Blitar. (ist)
Pocong yang satu tidak sedang menyatroni kantor polisi, tapi sedang menjalani hukuman fisik dari Polsek Sanankulon, Blitar. (ist)

i

BACASAJA.ID - Sebanyak enam pemuda tanggung di Kabupaten Blitar diringkus warga bersama polisi setempat, Kamis (08/4/2021) malam. Masalahnya, mereka ini kerap berulah dengan menakut-nakuti pengguna jalan dengan menyamar sebagai pocongan atau pocong. Oalah!

Kapolsek Sanankulon AKP Wahono mengungkapkan, menurut laporan warga, remaja 13 tahun hingga 16 tahun itu sudah dua malam menakut-nakuti warga yang melintas di salah satu ruas jalan yang berhimpitan dengan rel kereta api di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

"Pengakuan mereka sedang membuat konten mengejar target jumlah subscriber di akun YouTube mereka," ungkap Kapolsek Wahono, (09/4/2021).

Dua malam merasa aman membuat konten nge-prank pengguna jalan, komplotan remaja tanggung ini kembali membuat konten serupa di tempat dan waktu yang sama keesokan malam.

Malam ketiga, tepatnya pada Kamis (08/4/2021) malam, bakal menjadi malam yang tak terlupakan bagi mereka. Soalnya, bukan karena para pengguna jalan yang ketakutan kena prank pocong, melainkan mereka sendiri yang bercucuran keringat digerebek warga dan polisi.

"Kami gerebek mereka karena meresahkan warga. Aksi mereka ini juga membahayakan diri mereka dan juga pengguna jalan," ujar Kapolsek Wahono.

Keresahan warga itu bukan tanpa alasan. Soalnya, aksi nge-prank pocong mereka dinilai membahayakan. Yang meyamar sebagai pocong tiba-tiba melompat mengagetkan pengguna jalan. Padahal, jalan itu berhimpitan langsung dengan rel kereta api.

"Kalau orang lewat ini kaget bisa saja dia terjatuh dari kendaraan. Atau yang lebih berbahaya lagi kalau sampai jatuh ke arah rel dan pada saat yang sama ada kereta lewat," ujar dia.

Saat digerebek warga dan polisi sekitar pukul 22.30 WIB itu, jumlah mereka ada enam orang yaitu, MN (16), R (15), D (13), MR (15), A (15), dan Al (14). Semuanya adalah warga Desa Kalipucung.

Wahono mengatakan, dengan disaksikan orangtua mereka, keenam remaja itu diminta menandatangani pernyataan bahwa aksi serupa tidak akan diulangi. (pmk)

Berita Terbaru

BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Nilai Sosial Desa Brilian melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo Gresik

BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Nilai Sosial Desa Brilian melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo Gresik

Kamis, 27 Agu 2026 21:59 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 21:59 WIB

GRESIK — Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tidak hanya dirayakan melalui lomba dan hiburan rakyat. Di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten G…

Dongkrak Minat Baca Anak, Bunda Literasi Surabaya Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Dongkrak Minat Baca Anak, Bunda Literasi Surabaya Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kamis, 27 Agu 2026 21:06 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 21:06 WIB

SURABAYA- Minat membaca anak-anak berkembang pesat di Kota Surabaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan…

Keterlambatan Pengaspalan Ancam Keselamatan Pengendara, Wali Kota Eri  Peringatkan Kontraktor

Keterlambatan Pengaspalan Ancam Keselamatan Pengendara, Wali Kota Eri  Peringatkan Kontraktor

Kamis, 27 Agu 2026 20:58 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 20:58 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya memperketat pengawasan terhadap pengerjaan proyek pelebaran saluran air dan gorong-gorong di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Langkah…

Polda Sulbar Kawal Penyampaian Aspirasi secara Humanis, Situasi Kota Mamuju Tetap Aman dan Kondusif

Polda Sulbar Kawal Penyampaian Aspirasi secara Humanis, Situasi Kota Mamuju Tetap Aman dan Kondusif

Kamis, 27 Agu 2026 17:14 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 17:14 WIB

POLDA SULBAR- Polda Sulawesi Barat bersama jajaran Polresta Mamuju melaksanakan pengamanan secara humanis dan persuasif terhadap kegiatan penyampaian aspirasi…

Ngotot RSUD EC Tidak Bersalah di Kasus Pembuangan Limbah B3, Eri Cahyadi Ancam Pidanakan Pelaku

Ngotot RSUD EC Tidak Bersalah di Kasus Pembuangan Limbah B3, Eri Cahyadi Ancam Pidanakan Pelaku

Kamis, 27 Agu 2026 11:59 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 11:59 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan merek spuit atau jarum suntik yang ditemukan bersama ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun …

Kasus Limbah B3 Medis Dibuang Sembarangan, Pemkot Surabaya Panggil PT Wastec International

Kasus Limbah B3 Medis Dibuang Sembarangan, Pemkot Surabaya Panggil PT Wastec International

Kamis, 27 Agu 2026 11:55 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 11:55 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menindaklanjuti laporan hasil kegiatan pengawasan DLH Kabupaten Sidoarjo,…