Kasus Perangkat Desa Karanganom, Camat Dan Kades Mengadu Ke Inspektorat

Redaksi


Kasus Perangkat Desa Karanganom, Camat Dan Kades Mengadu Ke Inspektorat

Kepala Inspektorat Kabupaten Tulungagung, Tranggono Dibjoharsono

TULUNGAGUNG - Kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan Kasi Pelayanan Desa Karanganom Kecamatan Kauman, W dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Tulungagung.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Tulungagung, Tranggono Dibjoharsono, Jum’at (14/5/22).

Menurut Tranggono, Camat Kauman dan Kades Karanganom mendatangi kantor Inspektorat di Jalan Ki Mangunsarkoro pada Kamis (12/5/22) sore kemarin.

Kedatangan mereka untuk berkonsultasi terkait permasalahan W.

“Kemarin datang, sifatnya masih konsultasi,” jelas Tranggono.

Dalam pertemuan itu pihaknya memberikan saran-saran pada Camat dan Kades. Saran yang diberikan antara lain, pengangkatan, mutasi dan pemberhentian perangkat desa ada di ranah desa.

Sedang pembinaan ada di pemerintah daerah.

“Kalau meminta kami melakukan pemeriksaan, kami bisa,” katanya.

Pemeriksaan dilakukan atas dasar surat permintaan pemeriksaan dari Pemerintah Desa pada Bupati Tulungagung. Berdasarkan permintaan itu Bupati lalu memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan.

“Maka pak Kades berdasarkan hasil pemeriksaan dari Inspektorat bisa memberhentikan perangkat desa, jika terbukti,” terangnya.

Menurut Tranggono, hingga kini pihaknya belum mendapat perintah dari Bupati.

Disinggung tahapan sanksi yang diberikan, Tranggono sebut sanksi dilakukan bertahap.

Mulai peringatan lisan, tertulis, di nonaktifkan atau bahkan bisa langsung diberhentikan jika pelanggaranya berat

“(Jika berat) bisa diberhentikan, tapi berdasarkan pemeriksaan,” katanya.

Pihaknya mengingatkan pemerintah desa tak bisa seenaknya melakukan pemecatan menuruti kehendak warga. Sebab dalam pengangkatan, mutasi dan pemberhentian ada aturan yang berlaku.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Karanganom Kecamatan Kauman menggeruduk balai desa setempat, Kamis (12/5/22).

Kedatangan mereka untuk menuntut perangkat Desa Kasi Pelayanan, W mundur dari jabatannya lantaran kedapatan selingkuh dengan 2 wanita sekaligus.

Kepada selingkuhannya, W mengaku berstatus duda. Padahal W masih mempunyai istri sah dan 1 anak.

Warga sempat bersitegang dengan W lantaran enggan mundur dari jabatannya. Pihak Kecamatan dan desa tak bisa berbuat banyak.

Sebab perangkat desa hanya bisa berhenti jika meninggal dunia, berhalangan tetap, pensiun dan mengundurkan diri.

Lantaran alami jalan buntu, kasus ini bakal dilimpahkan pada Inspektorat Kabupaten Tulungagung (JP/t.ag)