GEGER! Puluhan Pria Misterius Datangi Polda Metro Jaya saat Subuh, Diduga Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jampidsus Febrie Adriansyah
Jampidsus Febrie Adriansyah

i

JAKARTA – Suasana tidak biasa terlihat di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya sejak Kamis dini hari, 9 Juli 2026. Akses masuk menuju kawasan tersebut dijaga ketat oleh personel bersenjata lengkap dan kendaraan taktis (rantis) Brimob yang disiagakan di depan pintu gerbang utama.

Bersamaan dengan peningkatan eskalasi keamanan tersebut, muncul kabar mengenai kedatangan puluhan pria berambut cepak menggunakan delapan mobil sipil ke area Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sekitar pukul 03.30 WIB. Muncul dugaan rombongan tersebut berniat menjemput saksi atau pihak yang sedang diperiksa, namun spekulasi ini belum mendapatkan verifikasi resmi dari kepolisian

Namun kabar yang beredar, peristiwa itu terjadi setelah polisi melakukan penggeledahan di kafe serta rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Pelayanan Sempat Mandek
Akibat pengetatan keamanan yang tidak biasa ini, pelayanan publik di area Polda Metro Jaya sempat dihentikan sementara pada pagi hari. Setiap masyarakat yang hendak masuk diwajibkan menjalani pemeriksaan identitas secara berlapis di pintu masuk.

Ketegangan perlahan mereda setelah portal utama kembali dibuka untuk umum sekitar pukul 08.20 WIB, dan aktivitas berangsur normal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat dikonfirmasi media tidak memerinci alasan di balik penutupan mendadak tersebut. Ia hanya memastikan bahwa kepolisian tetap memprioritaskan hak pelayanan masyarakat.

"Layanan bagi masyarakat tetap dilakukan. Itu komitmen Polri," tegas Budi Hermanto, Kamis (9/7).

Rentetan Penggeledahan Kasus Korupsi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengetatan markas kepolisian ini terjadi usai tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan operasi penggeledahan skala besar.

Penyidikan ini berfokus pada penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, korupsi PT Asabri, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait. Salah satu lokasi yang disasar penyidik hingga dini hari adalah sebuah hunian mewah di kawasan Golf Hijau, Sentul City, Bogor, yang diduga memiliki keterkaitan dengan pejabat tinggi Kejaksaan Agung.

Sebelumnya, rangkaian operasi senyap ini juga telah menyasar sejumlah titik strategis di ibu kota, termasuk sebuah restoran dan tempat penukaran uang (money changer) di daerah Cipete, Jakarta Selatan.

Dari serangkaian penggeledahan awal, tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti bernilai fantastis, di antaranya:

  • Uang tunai dalam bentuk mata uang asing berjumlah besar.
  • Logam mulia (emas) dengan berat total mencapai 74 kilogram.
  • Dokumen transaksi keuangan dan perangkat elektronik penunjang perkara.

Peringatan Obstruction of Justice
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus ini akan berjalan lurus tanpa bisa diintervensi oleh pihak mana pun. Kombes Pol Budi Hermanto juga mengeluarkan peringatan keras bagi oknum atau kelompok yang mencoba menghalangi jalannya penyidikan.

"Siapa pun yang menghalangi penyelidikan dapat diproses sesuai hukum," ujar Budi, merujuk pada ancaman pidana bagi pelaku obstruction of justice.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar koridor Polda Metro Jaya masih dipantau ketat, sementara tim penyidik terus bergerak mengumpulkan alat bukti baru, memeriksa saksi-saksi kunci, dan mendalami dokumen elektronik demi merampungkan berkas perkara. (*)

Berita Terbaru

Warga Gundih Keluhkan Data Desil Tak Sesuai Kondisi, Minta PIP dan Beasiswa Pemuda Tangguh

Warga Gundih Keluhkan Data Desil Tak Sesuai Kondisi, Minta PIP dan Beasiswa Pemuda Tangguh

Kamis, 08 Okt 2026 09:27 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 09:27 WIB

SURABAYA – Persoalan data desil kembali menjadi keluhan warga dalam kegiatan reses anggota Komisi A DPRD Surabaya, H Tri Didik Adiono alias Didik Beldex, di k…

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Surabaya - Layar handphone (HP) boleh semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat generasi muda lupa dengan…

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

SURABAYA - Bantuan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya untuk …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …