PSBB Jawa - Bali

Plt Wali Kota Whisnu: Surabaya Bersiap Antisipasi Perpanjangan PSBB

bacasaja.id
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. | bacasaja.id/byta

BACASAJA.ID - Keputusan Menteri Perekonomian untuk memberlakukan pembatasan mikro di berbagai wilayah direspon oleh Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Selesai melakukan kunjungan ke Asrama Haji bersama Forkopimda Jawa Timur, Whisnu mengaku akan melakukan rapat internal.

"Saya baru dapat kabar dari Pak Wagub tadi. setelah ini kita akan rapatkan internal persiapan, karena itu efektif tanggal 11," tuturnya pada Rabu (06/01/2021).

Whisnu mengaku pembatasan mikro tersebut belum resmi dilakukan di Surabaya. Sebab, pihaknya masih melakukan koordinasi bersama Kementerian. Whisnu sendiri mengaku belum mendapatkan surat resmi.

"Akan koordinasi sambil menunggu kepastian itu. Karena saya juga belum dapat resmi surat peraturannya mau seperti apa, pembatasannya mau bagaimana. Tapi kita akan persiapkan dulu malam ini," imbuhnya

Atas pembatasan yang akan terjadi selama 2 Minggu kedepan tersebut, Whisnu mengaku akan melakukan antisipasi bila pembatasan diperpanjang. Ia menjelaskan bahwa kapasitas rumah makan yang semula sudah berjalan 50 persen, sebenarnya sudah menggerakkan roda ekonomi di Surabaya.

"Kegiatan sosial kebudayaan dihentikan total. Untuk pernikahan, kita belum tahu. Kalau dilarang, berarti usaha-usaha catering yang sudah mulai pulih dan bergulir akan berhenti lagi. Persewaan pernikahan yang sudah mulai bisa bernafas, juga harus berhenti. Ini yang harus kita pikirkan lagi," paparnya.

Atas kemungkinan-kemungkinan tersebut, Whisnu mengaku akan melakukan rapat pada Rabu malam. Rapat tersebut dikhususkan untuk membahas langkah antisipasi supaya pembatasan mikro hanya dilakukan selama dua Minggu.

"Cukup hanya dua minggu saja. Kita harapkan tidak lebih. Sehingga kita masih bisa bangkit lagi, Surabaya Sudah tumbuh akhir tahun lalu. Inflasi sudah ada, berarti ekonomi sudah berputar," jelasnya.

Untuk mendorong langkah tersebut, Whisnu berencana akan kembali menggiatkan Kampung Tangguh. Ia mengaku bahwa sejak Kampung Tangguh bergerak kembali, hanya ada penambahan 20 kasus.

"Sementara yang sembuh 70. Berarti kasus aktif turun ini yang kita harapkan. Tapi dengan adanya pembatasan ini kita pikirkan ekonominya juga. Kita harus siapkan bantuan non tunai atau sembako. yang pasti Kampung tangguh akan kita efektifkan kembali untuk membantu menjaga protokol kesehatan," lanjutnya.

Ditanya soal penolakannya atas rencana pembatasan mikro, Whisnu mengaku masih akan menunggu surat resmi. Namun, Ia mempertanyakan efektivitas pembatasan mikro.

"Belum ada surat resmi. Tapi di Surabaya sendiri, penanganan covid ini sudah bagus. Angka statistik sudah turun. Kasus aktif juga mulai turun kenapa kita di gencet lagi seperti ini?" Tanyanya.

Whisnu mengklaim bahwa dirinya sudah memikirkan dan membangkitkan ekonomi kota. di sisi lain, protokol kesehatan juga sudah ditegaskan.

"Kalau begini kita harus berpikir dua kali lagi untuk bicara ekonomi dan Penanganan covid Bagaimana cara menahan di kampung supaya tetap jaga protokol kesehatan. Semua sudah dilakukan," pungkasnya. (Byta/rga)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru