SURABAYA – Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Tri Didik Adiono atau yang akrab disapa Didik Beldex, menyerap sejumlah aspirasi krusial warga RW 3 Tembok Lor dalam kegiatan reses yang digelar di wilayah tersebut.
Reses tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Dalam kesempatan itu, Armuji juga membagikan bingkisan gratis kepada warga yang hadir.
Sejumlah persoalan pendidikan menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga. Di antaranya terkait bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), persoalan data desil, serta bantuan kuliah gratis.
Warga mengeluhkan persoalan akses bantuan pendidikan, terutama ketika kondisi ekonomi keluarga dinilai tidak sesuai dengan klasifikasi desil yang tercatat dalam sistem.
Persoalan desil menjadi perhatian warga karena dapat berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Mereka berharap pendataan dapat dilakukan secara lebih tepat sehingga warga yang memang membutuhkan tetap mendapatkan hak atas bantuan pendidikan.
Selain PIP dan persoalan desil, warga juga menyampaikan harapan agar program kuliah gratis dapat semakin mudah diakses. Program tersebut dinilai penting untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Didik Beldex menyatakan siap mengawal dan membantu merealisasikan kebutuhan warga.
Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan kemudian memperjuangkannya melalui jalur legislatif.
“Kami siap mengawal aspirasi warga. Terutama terkait PIP, persoalan desil dan bantuan kuliah gratis. Ini menyangkut masa depan anak-anak warga, sehingga harus kita perjuangkan,” tegas Didik.
Ia memastikan aspirasi warga RW 3 Tembok Lor tidak berhenti pada forum reses, tetapi akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.
Didik berharap persoalan pendidikan yang disampaikan warga dapat segera mendapatkan solusi konkret.
“Jangan sampai warga yang seharusnya mendapatkan bantuan justru terkendala persoalan data. Kami akan bantu dan kawal agar aspirasi ini bisa direalisasikan,” pungkasnya. (Dimas)
Editor : Redaksi