SURABAYA – Ratusan emak-emak hadir dalam Kegiatan Bersinerji Dadi Siji di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang. Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama sang istri Rini Indriyani, turut hadir pada kegiatan yang diselenggarakan di Perumahan Gunungsari Indah tersebut.
Pada kesempatan itu, Eri menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pembangunan Kota Surabaya.
Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat-Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga
Berbagai prestasi yang diraih Kota Surabaya, unkapnya, seperti berhasil jadi kota pertama Indonesia yang Raih Predikat AA dari SAKIP, kota dengan predikat Terbaik 1 dalam hal pembangunan berkelanjutan, pelayanan publik nomer 1, kota layak anak internasional dan masih banyak lagi prestasi membanggakan lainnya.
“Saya mohon doanya, untuk kita bangun Surabaya, bangun Surabaya bukan soal wali kota. Tapi bareng-bareng, dengan mahabbah kita seduluran semua membangun Kota Surabaya,” kata Eri dilansir laman resmi PDIP Jatim, Sabtu (3/22/2024).
Politisi PDI Perjuangan itu juga bercerita tentang pengalamannya ketika menjadi Wali Kota Surabaya yang belum maksimal dan penuh tantangan karena pandemi Covid-19.
Baca juga: Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Cahyadi Evaluasi Layanan Farmasi hingga Alur IGD
“Di Kota Surabaya saya tidak sampai 5 tahun menjadi wali kota. Karena Pilkada Serentak masa jabatan saya hanya 3,5 tahun. Tapi karena covid terjadi 2 tahun, saya dan Cak Ji efektif bekerja hanya 1,5 tahun,” ungkapnya.
Dia pun menyampaikan kerja keras Pemkot Surabaya saat ini ialah agar para generasi penerus mampu merasakan pemerintahan yang maju dan berkualitas.
“Bangun Surabaya itu bukan karena siapa yang terbaik, tapi apa yang bisa kita berikan untuk anak cucu kita,” tutur Eri.
Baca juga: Eri Cahyadi Ungkap Sinyal Rotasi Pejabat Pemkot Surabaya Masih Akan Terus Terjadi
Oleh karena itu dia pun menegaskan apabila ada kebutuhan kampungnya yang belum terealisasi, agar segera dilaporkan kepada Pemkot Surabaya.
“Saya maunya bangun Surabaya itu dari kampung dulu baru kota. Jadi kalau ada yang belum dikerjakan seperti paving dan lainnya yang dibutuhkan, RT/RW, LPMK segera masukkan ke berita acara. Saya inginnya 2025 atau maksimal 2026 tidak ada lagi kampung yang belum dipaving, kemudian tidak ada salurannya,” pungkasnya. (pdip)
Editor : Redaksi