Staf Khusus Anggota DPR RI: Jangan Biarkan Masa Depan Anak Ditentukan oleh Angka Desil

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA– Meningkatnya aduan masyarakat terkait perubahan data kesejahteraan (Desil) menjadi perhatian serius Arif Lila Wijanarka, S.S., atau yang akrab disapa Abah Lila. Sebagai Staf Khusus Reni Astuti, Anggota Komisi X DPR RI, ia mengaku hampir setiap hari menerima keluhan dari para orang tua yang khawatir anaknya kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan.

"Abah, saya hanya tinggal di rumah kontrak, menjadi single parent, dan penghasilan saya tidak menentu. Tapi mengapa saya masuk Desil 7?" Demikian salah satu pertanyaan yang paling sering disampaikan masyarakat.

Menurut Abah Lila, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap mekanisme pemutakhiran data kesejahteraan. Sebab, data yang tidak selaras dengan kondisi lapangan berpotensi menutup akses anak-anak terhadap program strategis pemerintah, seperti KIP Kuliah.

"Banyak orang tua yang datang dengan mata berkaca-kaca. Mereka tidak sedang meminta belas kasihan, mereka hanya ingin anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan," ujarnya.

Abah Lila menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat verifikasi lapangan dan membuka kanal pengaduan yang lebih responsif. Kehadiran negara tidak cukup hanya melalui sistem, tetapi juga melalui kemampuan untuk mendengar dan memahami kondisi masyarakat secara langsung.

Lebih lanjut, ia menyoroti aspek kebijakan yang menurutnya perlu mendapat perhatian.

«"Bantuan pendidikan bukan bantuan sosial. Nomenklaturnya harus diperbaiki agar tidak membatasi akses hanya pada Desil 1–4. Pendidikan adalah hak konstitusional dan investasi jangka panjang bangsa. Jangan sampai masa depan seorang anak ditentukan oleh satu angka dalam sistem yang belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya."»

Ia menambahkan, klasifikasi desil seharusnya menjadi salah satu instrumen pendukung dalam pengambilan kebijakan, bukan menjadi satu-satunya penentu yang menghilangkan kesempatan anak untuk belajar.

"Negara harus hadir melihat rumah-rumah kontrakan, mendengar cerita para ibu single parent, dan memahami perjuangan keluarga yang penghasilannya tidak menentu. Di sanalah kita akan menemukan bahwa kemiskinan tidak selalu dapat diterjemahkan secara sempurna oleh data."

Melalui advokasi ini, Abah Lila berharap pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan berbasis desil, sekaligus memastikan bahwa program bantuan pendidikan benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.

"Jangan biarkan masa depan anak-anak Indonesia ditentukan oleh angka desil. Di balik setiap data, ada harapan, ada perjuangan, dan ada cita-cita yang wajib kita jaga bersama," (dim)

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Peluang Replikasi Pengolahan Sampah dan Permukiman Layak Huni Singapura

Pemkot Surabaya Buka Peluang Replikasi Pengolahan Sampah dan Permukiman Layak Huni Singapura

Rabu, 14 Okt 2026 09:40 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:40 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan delegasi Centre for Liveable Cities (CLC) Singapura pada Senin (12/10/2026). Dalam pertemuan…

Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar Naik Penyidikan, Polda Jatim Dalami Aliran Dana ke Bisnis SPA

Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar Naik Penyidikan, Polda Jatim Dalami Aliran Dana ke Bisnis SPA

Rabu, 14 Okt 2026 09:33 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:33 WIB

SURABAYA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur terus mengusut tuntas kasus dugaan penipuan berkedok arisan bodong bernama…

OTT KPK Oktober 2026: KPK Amankan Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Letjen Suharyanto

OTT KPK Oktober 2026: KPK Amankan Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Letjen Suharyanto

Rabu, 14 Okt 2026 09:23 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:23 WIB

JAKARTA- KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa 13 Oktober 2026. Dari sejumlah pihak yang…

OTT di BNPB, KPK Amankan Sestama dan 13 Orang, Sita Uang Rp1,4 Miliar

OTT di BNPB, KPK Amankan Sestama dan 13 Orang, Sita Uang Rp1,4 Miliar

Rabu, 14 Okt 2026 09:20 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:20 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), S…

Perkuat Kamtibmas, Ditbinmas Polda Sulbar Siap Dukung Kemaslahatan Umat Bersama Lembaga Keagamaan

Perkuat Kamtibmas, Ditbinmas Polda Sulbar Siap Dukung Kemaslahatan Umat Bersama Lembaga Keagamaan

Rabu, 14 Okt 2026 09:16 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:16 WIB

POLDA SULBAR– Direktorat Binmas Polda Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan instansi dan lembaga keagamaan demi menjaga keamanan, …

Enam Hari Kekurangan Air, Warga Malasanwetan Probolinggo Didroping Air Bersih Dini Rahmania

Enam Hari Kekurangan Air, Warga Malasanwetan Probolinggo Didroping Air Bersih Dini Rahmania

Rabu, 14 Okt 2026 07:51 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 07:51 WIB

PROBOLINGGO — Krisis air bersih melanda warga RT 12 RW 03, Dusun Gudang, Desa Malasanwetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, selama enam hari t…