Pandemi COVID, Investasi Jatim tetap Moncer se-Indonesia berkat PMDN

bacasaja.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah rakor virtual di bidang investasi, Sabtu (23/1/2021). | pemprov jatim

BACASAJA.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, investasi yang masuk ke provinsi yang dipimpinnya itu mengalami peningkatan. Kenaikan itu, sambung gubernur, adalah yang paling moncer se-Pulau Jawa. Pasalnya, daerah-daerah lain diketahui mengalami tren negatif.

Menurut Gubernur Khofifah, salah satu faktor pendukungnya adalah Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) Jatim yang rendah. Jatim sendiri diketahu memiliki ICOR yang selalu lebih rendah (5,27) dibanding ICOR rata-rata nasional (6,81) dan sejumlah daerah lain seperti DKI Jakarta (7,57), Banten (5,81), dan Jawa Tengah (5,83).

“Gejala tersebut menampilkan, investasi di Provinsi Jatim lebih efisien ketimbang rata-rata berinvestasi di daerah Indonesia lainnya," papar Khofifah setelah rakor virtual di bidang investasi, Sabtu (23/1/2021).

Sementara itu, dalam kurun waktu lima tahun belakangan, realisasi investasi di bumi Jer Basuki Mawa Bea ini terus mengalami pasang surut. Wabilkhusus dua tahun ke belakang sejak pemerintahan dipegang Gubernur Khofifah, investasi yang masuk terus meningkat.

Secara komposisi, investasi Jatim khususnya ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Diakui oleh Gubernur Khofifah, PMDN memang menjadi backbone investasi di Jatim.

Terlebih, pada kurun waktu bulan Januari hingga September 2020 lalu, perwujudan investasi Jatim sudah melewati prestasi tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 66,5 triliun. Sedangkan di tahun 2019 sebesar Rp 58,4 triliun.

Pada kurun waktu bulan Januari-September 2020 itu, tiga sektor unggulan PMDN di Jatim meliputi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi menyumbang angkainvestasi sebesar Rp 23,34 triliun.

Sementara sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 4,37 triliun. Sektor Industri Makanan sebesar Rp 3,68 triliun yang tersebar di lokasi wilayah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo serta beberapa lokasi lainnya. (brb/rga)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru