JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini yang terjaring adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. Siapa dia? Berikut profil dan rekam jejaknya.
Profil Immanuel Ebenezer
Baca juga: KPK OTT Bupati Pemalang dari Partai Golkar, Amankan Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar
Pria bernama lengkap Immanuel Ebenezer Gerungan ini lahir di Riau pada 22 Juli 1975. Ia merupakan politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Satya Negara Indonesia, dan meraih gelar Sarjana Sosial.
Pria yang akrab disapa Noel ini mulai dikenal luas setelah menjadi relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Ia kemudian didapuk menjadi Ketua Umum Relawan Joman (Jokowi Mania).
Pada Pilpres 2024, Noel sempat mendukung Ganjar Pranowo. Namun kemudian ia menyatakan dukungan Jokowi Mania beralih kepada Prabowo Subianto sebagai Capres.
Dukungan ini menguat setelah Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, diumumkan sebagai Cawapres pendamping Prabowo. Ia pun membentuk relawan Prabowo Mania 08.
Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Noel sempat maju sebagai Caleg anggota DPR RI dari Partai Gerindra di dapil Kalimantan Utara. Namun, upayanya menjadi politisi Senayan gagal.
Beruntung, Noel diangkat sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo pada Oktober 2024. Ia dipercaya mendampingi Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
Dalam posisinya sebagai Wamenaker, dirinya menangani sejumlah isu strategis ketenagakerjaan. Mulai dari perlindungan pekerja migran, hubungan industrial, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional.
Baca juga: OTT Bupati Langkat, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Tidak hanya di dunia politik, ia juga memiliki pengalaman sebagai pengemudi ojek online. Kisahnya ini dibagikan saat ia melakukan kunjungan ke perusahaan ojek online di kawasan Cilandak pada November 2024.
Kini, perjalanan politiknya terancam terhenti setelah Noel tertangkap dalam OTT KPK. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan OTT terhadap Immanuel Ebenezer. Menurutnya OTT terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
"Terkait pengurusan sertifikasi K3," cetus Fitroh Rohcahyanto dikutip dari RRI, Kamis, 21 Agustus 2025
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang telah ditangkap tersebut. Adapun OTT tersebut merupakan yang kelima pada tahun 2025.
Harta Kekayaan
Baca juga: Bupati Muara Enim Edison dan 10 Lainnya Terjaring OTT KPK
Dari laporan LHKPN yang dilaporkan pada 2024, Noel diketahui meningkat memiliki harta kekayaan Rp 17 miliar. Salah satu aset terbesarnya adalah tanah dan bangunan seharga Rp 12,145 miliar yang terdiri dari:
- Tanah dan bangunan seluas 83 meter persegi/83 meter persegi di Depok yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 700 juta.
- Tanah dan bangunan seluas 160 meter persegi/160 meter persegi di Depok yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 1,5 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 137 meter persegi/274 meter persegi di Depok yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 1,7 miliar.
- Tanah seluas 3090 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 1,545 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas seluas 2260 meter persegi/500 meter persegi di Depok, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 6,7 miliar.
Selain itu, Noel juga memiliki alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp 3,336 miliar, berupa:
- Mitsubishi Pajero Tahun 2020, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 500 juta.
- Kia Picanto Tahun 2015, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 90 juta.
- Yamaha NMAX Tahun 2015, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 16 juta.
- Toyota Fortuner Tahun 2022, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 430 juta.
- Toyota Land Cruiser 300 VX Tahun 2023, yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 2,3 miliar.
Dia juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp 109,5 juta dan kas atau setara kas senilai Rp 2,029 miliar. (*)
Editor : Redaksi