SURABAYA — Suasana Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kembali mencekam pada Sabtu (30/8/2025) malam. Sekitar pukul 21.58 WIB, massa aksi membakar Press Room Grahadi yang berada di pintu gerbang sisi kiri, tepat di samping SMA Tri Murti. Bangunan yang juga difungsikan sebagai area parkir motor wartawan itu ludes dilalap api.
Insiden ini menandai pecahnya kerusuhan lanjutan setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya sempat menemui massa beberapa jam sebelumnya. Namun, dialog tersebut gagal meredam amarah peserta aksi.
Baca juga: Tanam 38.000 Mangrove, Pelajar Surabaya Ukir Prestasi International Young Eco-Hero Award 2026
Pantauan di lapangan, hanya terlihat aparat TNI yang berjaga sejak sore hari. Sementara aparat kepolisian sama sekali tidak tampak di lokasi kejadian saat kebakaran terjadi. Api dengan cepat melahap seluruh bangunan karena material yang mudah terbakar.
Baca juga: Cegah Jalan Lingkungan Jadi Lahan Parkir, RW 1 Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu
Kerusuhan ini bukan yang pertama terjadi. Sehari sebelumnya, pada Jumat (29/8/2025) malam, massa aksi juga melakukan pembakaran sejumlah motor yang terparkir di dalam kompleks Grahadi. Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan eskalasi situasi di sekitar pusat pemerintahan Jawa Timur kian memanas.
Baca juga: Iskandar Kembali Dipercaya Jabat Ketua SMSI Kota Surabaya Periode 2026 - 2029
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah provinsi terkait penyebab pasti dan jumlah kerugian akibat pembakaran Press Room Grahadi. (*)
Editor : Redaksi