SURABAYA – Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang jatuh pada 10 Desember, Senator Jawa Timur Lia Istifhama menegaskan pentingnya gerakan bersama dalam membangun budaya antikorupsi yang dimulai dari lingkungan terkecil masyarakat.
Menurut Lia, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tugas lembaga penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Ia menilai, kesadaran dan pendidikan antikorupsi harus diperkuat sejak dini agar tercipta pola pikir yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab.
“Hakordia bukan hanya seremoni tahunan. Ini momentum untuk kembali menegaskan komitmen kita menjaga negara dari praktik koruptif. Pemberantasan korupsi harus menjadi gerakan moral yang melibatkan keluarga, sekolah, dan seluruh ekosistem masyarakat,” ujar Lia.
Baca juga: Duta Parlemen Muda Dilantik, Lia Istifhama Tekankan Peran Generasi Muda untuk Demokrasi Sehat
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu juga mendorong penguatan transparansi, pengawasan anggaran, serta pelayanan publik yang bebas dari pungutan liar. Ia menekankan bahwa integritas penyelenggara negara harus menjadi contoh nyata bagi publik.
“Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang bersih dan berkeadilan. Pemerintah dan pejabat publik harus menjadi teladan dalam integritas, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Baca juga: Open House Gubernur Jatim Diapresiasi Anggota DPD RI, Lia Istifhama: Bentuk Keteladanan Pemimpin
Lia berharap Hakordia 2025 menjadi momen refleksi sekaligus pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan panjang yang tidak boleh berhenti. Ia mengajak semua pihak menjadikan antikorupsi bukan sekadar slogan, tetapi gaya hidup dan kesadaran kolektif. (dims)
Editor : Redaksi