Setiap perayaan Idulfitri, ucapan “mohon maaf lahir dan batin” selalu hadir di tengah masyarakat. Kalimat ini diucapkan saat bersalaman, dalam pertemuan keluarga, hingga melalui pesan singkat. Tradisi tersebut telah menjadi kebiasaan yang melekat, meski tidak semua orang memahami maknanya secara utuh.
Secara sederhana, kata “lahir” merujuk pada kesalahan yang tampak, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Sementara kata “batin” berkaitan dengan kesalahan yang tidak terlihat, seperti prasangka, niat, atau perasaan yang kurang baik. Dengan demikian, ucapan ini menjadi bentuk permohonan maaf yang menyeluruh.
Baca juga: Hari Raya Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Hilal Lebaran dari BMKG dan BRIN
Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Idulfitri dimaknai sebagai momentum kembali kepada kesucian atau fitrah setelah menjalani Ramadan. “Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi,” demikian keterangan yang dimuat Kementerian Agama.
Dalam kehidupan sosial, tradisi ini berkembang menjadi budaya khas Indonesia. Ucapan “mohon maaf lahir dan batin” tidak hanya disampaikan dalam keluarga, tetapi juga di lingkungan kerja dan masyarakat luas. Hal ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarsesama.
Baca juga: Wamenag Prediksi Hari Raya Idul Fitri pada 10 April 2024, Ini Alasannya
Sementara itu, dilansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama, saling memaafkan merupakan bagian dari akhlak mulia dalam Islam. “Memberi maaf adalah sikap terpuji yang dapat mempererat persaudaraan dan menghapus kesalahan,” tulis NU dalam salah satu artikelnya
Sebagai penguat makna, dilansir dari laman resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “maaf” diartikan sebagai “pembebasan seseorang dari kesalahan atau permintaan ampun atas kesalahan.” Pengertian ini menegaskan bahwa tradisi saling memaafkan bukan sekadar ucapan, melainkan upaya melepaskan beban kesalahan dan memperbaiki hubungan.
Baca juga: Hasil Hilal, Kemenag Tetapkan 1 Syawal 1443 Pada 2 Mei 2022.
Dengan demikian, ucapan “mohon maaf lahir dan batin” tidak hanya menjadi rutinitas Lebaran, tetapi juga pengingat untuk introspeksi diri, memperbaiki hubungan, serta menjaga keharmonisan. (RRI)
Editor : Redaksi