Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Armuji Hentikan Sementara Operasional SPPG Tembok Dukuh

Reporter : Redaksi
Armuji melakukan sidak ke SPPG Asem Jaya

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Asem Jaya yang menaungi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah kawasan Tembok Dukuh, Senin (11/5/2026).

Dalam sidak tersebut, Armuji datang bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Budi Leksono dan Abdul Malik guna melihat langsung kondisi di lapangan menyusul dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan MBG.

Baca juga: Gotong Royong Gen Z dan Cak Ji Bantu Warga Rentan di Tengah Tekanan Fiskal

Rombongan meninjau dapur penyedia makanan serta memantau penanganan terhadap para korban yang saat ini sebagian masih menjalani perawatan di RS IBI Surabaya dan Puskesmas Tembok Dukuh.

Dalam keterangannya, Armuji meminta agar kegiatan MBG dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan penyebab pasti insiden tersebut diketahui.

“Untuk sementara kegiatan MBG dihentikan dulu sampai hasil laboratorium keluar, supaya jelas penyebabnya apa,” ujar Armuji di lokasi.

Baca juga: 84 Penyanyi Dangdut Jadi Korban Arisan Bodong, Mengadu ke Rumah Aspirasi Armuji

Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Surabaya dan meminta seluruh pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di wilayah Surabaya,” tambahnya.

Pantauan di lokasi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya masih melakukan penyelidikan dan pengambilan sampel makanan untuk diuji lebih lanjut.

Baca juga: Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Surabaya Dibuka Lagi, Polrestabes Panggil Wawali Armuji

Selain itu, Badan Gizi Nasional juga turut melakukan pendampingan dan koordinasi dalam proses penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, dan lemas setelah menyantap makanan program MBG. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan jumlah korban terdampak sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (dim)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru