Surabaya - Layar handphone (HP) boleh semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat generasi muda lupa dengan budaya dan sejarah yang diwariskan para leluhur.
Pesan itulah yang disampaikan puluhan anak-anak Lidah Wetan, Surabaya, melalui pertunjukan teatrikal bertajuk "Sembrani Bumi Nusantara" dalam acara Sedekah Bumi Lidah Wetan, Rabu (7/10/2026).
Baca juga: Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran
Drama tersebut mengangkat kehidupan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Salah satu tokohnya, Iban, digambarkan sebagai anak muda yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain HP.
Kedekatan Iban dengan teknologi membuatnya perlahan melupakan tradisi, budaya, hingga sejarah yang diwariskan para leluhur. Namun, pandangannya kemudian berubah setelah mendapat nasihat dari teman-temannya dan sosok Mbah Jati.
Tokoh Mbah Jati diperankan Kiki, salah satu siswa yang ikut tampil dalam pertunjukan. Melalui karakter tersebut, Iban diingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda melupakan akar budayanya.
Indonesia memiliki beragam tradisi dan sejarah yang perlu dijaga agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Pesan itulah yang kemudian menjadi inti pertunjukan "Sembrani Bumi Nusantara".
Lewat drama tersebut, anak-anak Lidah Wetan tidak hanya tampil menghibur dalam rangkaian Sedekah Bumi. Mereka juga menyampaikan pesan edukasi tentang pentingnya mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya.
Baca juga: Moratorium Diskotek Surabaya, Hiperhu Usul Kawasan Khusus Hiburan Malam
Pembimbing Drama Anak Lidah Wetan, Riza, mengatakan pertunjukan tersebut sengaja dibuat untuk mengajak anak-anak mengenal sekaligus ikut melestarikan budaya yang ada di lingkungan mereka.
"Melalui alur cerita ini, kita mengajak semua pihak, khususnya anak-anak, agar terus menjaga dan melestarikan budaya," kata Riza, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernisasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk tetap mengenal budaya dan sejarah. Karena itu, drama dipilih sebagai media untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Baca juga: Ribuan Perempuan Surabaya Tumpah Ruah di GOW Fit-Fest 2026
"Apalagi di tengah gempuran modernisasi di era digital. Untuk itu kita berikan suguhan drama ini agar anak-anak kita tertarik terhadap tradisi, budaya dan sejarah," ujarnya.
Riza berharap pertunjukan "Sembrani Bumi Nusantara" tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian Sedekah Bumi Lidah Wetan. Lebih dari itu, drama tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi agar anak-anak tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya serta sejarah yang diwariskan para leluhur.
"Semoga bisa mengajak anak-anak lainnya lebih mencintai, menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya," pungkasnya.
Editor : Redaksi