SURABAYA – Surabaya punya modal besar untuk dikenal dunia, bukan hanya sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan jejak heroisme dan sejarah perjuangan bangsa. Potensi inilah yang perlu terus diangkat melalui Parade Surabaya Juang 2026.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, melihat parade tahunan tersebut bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan peluang strategis untuk menjadikan Surabaya sebagai destinasi wisata sejarah bertaraf internasional.
Baca juga: Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Sediakan 14 Kantong Parkir untuk Parade Juang 2026
Menurut Ajeng, semangat perjuangan arek-arek Suroboyo yang ditampilkan dalam parade harus mampu menarik perhatian masyarakat lintas negara. Apalagi, keterlibatan perwakilan internasional menjadi peluang untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan sejarah Kota Pahlawan ke panggung dunia.
"Warga mengobarkan kembali semangat juang. Ini menjadi kekuatan sekaligus daya tarik Surabaya. Kami berharap Parade Surabaya Juang bisa semakin dikenal, mengundang perhatian internasional, dan mendorong wisata sejarah Surabaya berkembang hingga tingkat dunia," ujar Ajeng.
Parade Surabaya Juang 2026 diawali dengan aksi teatrikal di kawasan Tugu Pahlawan, Minggu (1/11/2026). Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an yang memilih meninggalkan lapangan hijau untuk bergabung dengan Barisan Keamanan Rakyat (BKR) Surabaya.
Di bawah kepemimpinan Kolonel Soengkono, Soegiharto ikut berjuang melawan penjajah hingga gugur. Kisah tersebut menggambarkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang maupun profesi.
Bagi Ajeng, cerita heroik seperti ini memiliki nilai edukasi sekaligus daya tarik wisata. Sejarah tidak cukup hanya disimpan dalam buku atau dikenang melalui monumen, tetapi harus dihidupkan melalui pertunjukan yang mampu menyentuh emosi dan membangun kebanggaan generasi muda.
Ia menegaskan, identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan harus menjadi kekuatan untuk membangun masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 alinea kedua yang mengamanatkan terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Baca juga: Parade Surabaya Juang Tampilkan Tokoh Pahlawan Perempuan, Diperankan Istri Eri Cahyadi
"Persatuan dan semangat perjuangan arek-arek Suroboyo harus terus kita jaga. Kalau dahulu para pahlawan berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga, sekarang kita harus meneruskan perjuangan itu melalui pembangunan dan kerja bersama demi masa depan masyarakat yang aman dan makmur," tegasnya.
Ajeng berharap Parade Surabaya Juang terus dikembangkan menjadi agenda unggulan pariwisata yang memiliki daya tarik internasional. Dengan kekuatan sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat, Surabaya diharapkan tidak hanya dikenang sebagai tempat lahirnya peristiwa heroik, tetapi juga menjadi tujuan wisata sejarah yang diperhitungkan dunia.
Editor : Redaksi