Masih Dalam Proses Hukum, Gudang PT Kertas Leces Malah Terbakar

bacasaja.id
Gudang Pabrik Kertas Leces di Probolinggo terbakar (Foto: Warta Bromo)

BACASAJA.ID - Gudang penyimpanan barang bekas eks PT Kertas Leces (PTKL) di Jalan Raya Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ludes terbakar, Minggu (14/2/2021). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Sedang penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Informasi yang dihimpun, api pertama kali dilihat satpam yang piket bernama Farid, sekitar pukul 05.00 WIB. Namun api cepat membesar, hingga menghanguskan gudang berisi tumpukan kertas, dan genset. "Keterangan saksi, sebelum api berkobar itu sudah ada asap. Tapi dikira asap dari yang lain," ujar Kapolsek Leces AKP Akhmad Gandi.

Baca juga: Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dijelaskan angin cukup kencang ditabambah dengan gudang berisi barang mudah terbakar, membuat api cepat membesar. Satpam sudah sempat menyemprot kobaran api dengan APAR (alat pemadam api ringan). Tapi tidak sanggup. 

Baca juga: Menggali Akar, Merawat Asa: Sendratari Joko Seger Roro Anteng dan Penguatan Budaya Tengger di Kaki Bromo

Gandi menyebutkan gudang yang terbakar itu letaknya persis di sebelah timur atau belakang pos satpam. Di pintu masuk utama eks Pabrik Kertas Leces. Bangunan tersebut terdiri dari dua tingkat. Lantai pertama, atau gedung yang terbakar, berisi barang-barang bekas. Seperti tumpukan kertas bekas arsip gudang, satu unit motor bebek yang sudah rusak, genset dan lain sebagainya.

“Dugaan sementara korsleting listrik, karena di pojok gudang itu, atau tempat terbakar ada tumpukan kertas dan genset,” jelas Ghandi dikutip dari Warta Bromo. 

Baca juga: Jelang 1 Suro, Laskar Hijau Kembali Lanjutkan Penanaman Mangrove di Probolinggo

Saat ini, komplek eks PT. Kertas Leces masih di bawah kekuasaan kurator. Untuk selanjutnya dilelang dan hasilnya diberikan pada mantan karyawan.  (net)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru