Kasus Covid-19 Tulungagung kian Landai, BOR hanya 4 Persen

bacasaja.id
Rusunawa UIN Satu Tulungagung kosong, setelah pasien terakhir meninggalkan tempat isolasi ini pada 20 September lalu.

BACASAJA.ID - Selama sepekan terakhir, angka konfirmasi covid-19 mulai alami penurunan. Imbasnya jumlah pasien yang dirawat di RSDC (rumah Sakit Darurat Covid) mulai menurun.

Dari data Dinas Kesehatan Tulungagung, dari 913 tempat tidur yang disediakan, kini digunakan kurang dari 5 persen.

Baca juga: Hati-hati, Belum Divaksin Lebih Beresiko Terpapar Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rochmad melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), dr. Agus Suprapto membenarkan kosongnya beberapa RSDC di Tulungagung.

Pria ramah ini menjelaskan, penurunan ini tak lepas dari usaha yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menekan penularan covid-19, termasuk dengan gencarnya vaksinasi covid-19 yang dilakukan.

Pemerintah juga menggencarkan 3T, yaitu testing, tracing dan treatmen. Serta, pengetatan Protokol Kesehatan (prokes) Covid-19 selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

"Vaksinasi juga berpengaruh dalam upaya pengendalian ini. Makanya, kasus Covid-19 kita terus melandai," katanya.

Baca juga: Banyak Kasus Covid-19 Di Sekolah, Dinkes Lakukan Tes Usap Masal

Akibatnya, saat ini jumlah pasien yang dirawat di RSDC tinggal 4 pasien saja. 3 pasien dirawat di RSDC Ngunut (Puskesmas Ngunut,red) dan 1 pasien dirawat di RSDC Ngantru (Puskesmas Ngantru, red).

"Kalau total BOR isolasi kita hanya terisi 4 persen seKabupaten Tulungagung, baik tempat tidur dari puskesmas maupun rumah sakit," tuturnya.

Dengan melandainya kasus baru covid-19, Agus tuturkan akan mengefektifkan kembali pelayanan di Puskesmas. Hanya 4 empat RSDC yang berlokasi di Puskesmas Kauman, Ngunut, Ngantru dan Campurdarat.

Baca juga: 3 Pegawai Positif Covid-19, Lapas Tulungagung Lockdown

Namun tak menutup kemungkinan apabila kasus Covid-19 mengalami peningkatan, seluruh Puskesmas bakal kembali menjadi RSDC.

"Kalaupun nanti melonjak tinggi seperti sebulan lalu misalnya, bisa juga mengaktifkan RSDC Rusunawa Jepun Blok II," tandasnya. (JP/t.ag/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru