Soal Radikalisme, Negara Sedang Tidak Baik-Baik Saja

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital, di Surabaya, Minggu (31/7/2022)
Seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital, di Surabaya, Minggu (31/7/2022)

i

SURABAYA - Mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah Ali Fauzi menyebut perlu proses panjang bagi seseorang untuk meninggalkan pemikiran radikalisme.

Menurutnya, perlu riset dan metodologi dalam mengubah pola pikir radikalisme yang selama ini terjadi di Indonesia. Hal terpenting lainnya adalah pemahaman yang sama tentang radikalisme.

"Perspektif masyarakat di Indonesia sangat beragam. Ini juga menjadi tantangan juga. Intinya, harus memahami masalah terlebih dahulu dan harus paham tentang konsep
Islam itu anti kekerasan dan Islam itu rahmatan lil alamin," ujar Ali Fauzi, saat menjadi narasumber di seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital, di Surabaya, Minggu (31/7/2022).

Ali Fauzi menjelaskan, orang yang masuk ke dalam jaringan terorisme awalnya adalah kelompok moderat. Dalam prosesnya, mereka mendapatkan doktrin yang berlawanan dengan apa yang didapat selama ini.

"Mereka kemudian mendapat dukungan moral dan material. Untuk moral, biasanya melalui pengajian dalam kelompok kecil,"terang Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian ini.

Sementara itu, Pegiat GusDurian Jombang Aan Anshori mengatakan, kemunculan politik moderasi beragama menunjukkan bahwa negara sedang tidak baik-baik saja.

"Akar kebencian terobsesi menjadi yang paling suci," jelasnya.

Anggota DPRD Jatim, Agatha Retnosari mengatakan, ancaman kebhinekaan terbesar saat ini adalah intoleransi . Ada beberapa penyebab semakin meningkatnya intoleransi, yakni regulasi yang berpotensi mengancam kerukunan beragama, seperti pasal tentang penodaan agama.

"Persoalan lainnya adalah implementasi dan gender," ujarnya.

Di sisi lain Agatha juga meminta kepada politisi untuk tidak membawa agama dalam ranah politik, karena akan menimbulkan persoalan persatuan dan toleransi.

"Kasus Pilkada bisa menjadi contoh, bahwa persoalan pilihan bisa menjadi ancaman bagi toleransi," pungkasnya.

Sekadar informasi, seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital yang digelar Pemuda Katolik Jawa Timur ini juga didukung Kementrian Komunikasi dan Informasi. (*/red)

Berita Terbaru

Kawal Agenda Presiden dan Prioritas Kapolri, Polda Sulbar–Korem 142/Tatag Perkuat Sinergi untuk Masyarakat

Kawal Agenda Presiden dan Prioritas Kapolri, Polda Sulbar–Korem 142/Tatag Perkuat Sinergi untuk Masyarakat

Selasa, 20 Okt 2026 15:40 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:40 WIB

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat dan Korem 142/Tatag memperkuat sinergi untuk menjaga keamanan daerah, mendukung agenda pembangunan Presiden, serta menghadirkan m…

Selaraskan Program Prioritas Kapolri, Kapolda Sulbar Perkuat Sinergi dengan Pemprov untuk Hadirkan Pelayanan yang Dirasa

Selaraskan Program Prioritas Kapolri, Kapolda Sulbar Perkuat Sinergi dengan Pemprov untuk Hadirkan Pelayanan yang Dirasa

Selasa, 20 Okt 2026 15:36 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:36 WIB

MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menyelaraskan pelaksanaan Program …

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

POLDA SULBAR- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Humas Polri diwujudkan dalam aksi sosial yang tulus dan sederhana namun penuh makna yang digelar oleh…

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

PROBOLINGGO — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo memperkuat edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan t…

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak keluarga, sekolah, dan pemerintah memperkuat upaya pencegahan perundungan terhadap anak. S…

Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB

SURABAYA - Dalam upaya memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar…