Ganti Rugi Tol Kediri-Tulungagung Desa Panggungrejo Kauman Anggap Kurang Sesuai

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga menerima surat pernyataan harga ganti rugi
Warga menerima surat pernyataan harga ganti rugi

i

TULUNGAGUNG- Warga Desa Panggungrejo Kecamatan Kauman yang tanahnya terdampak pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung menganggap ganti rugi yang ditawarkan kurang sesuai.

Sebab ganti rugi yang ditawarkan lebih rendah dari perhitungan yang dilakukan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Tulungagung dalam menghitung harga transaksi.
Salah satu warga yang tanahnya terdampak, Djoni Susanto mengatakan harga tanah yang ditawarkan lebih rendah dari harapan warga.

“Jika dihitung harganya jauh dari harapan, per meter nya 339 ribu,” ujar Djoni, Jumat (24/11/23).

Djoni melanjutkan, padahal jika merujuk pada Bapenda, tanah yang letaknya berdampingan dengan miliknya dihargai 420 ribu rupiah per meter rupiah. Harga itu dihitung dari nilai transaksi pajak seluas 2.128 meter persegi dinilai sebesar Rp. 854.388.000,- atau jika dibagi sekitar Rp 420 ribu per meter persegi.

Sedang dari tanah miliknya seluas 3.267 meter persegi dihargai sebesar 1,176 milyar rupiah atau sebesar 339 ribu rupiah per meter.

“Ini masih kita rundingkan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Panggungrejo Kecamatan Kauman, Yayuk Kristiana jelaskan di desanya ada 19 bidang tanah yang terdampak tol Kediri-Tulungagung.

Menurut Yayuk dari jumlah itu 60 persen yang terdampak sudah menerima harga yang ditawarkan oleh TPT (Tim Pengadaan Tanah) proyek Tol Kediri-Tulungagung.

“Harganya sudah diatas pasaran,” jelasnya.

Dirinya jelaskan harga pasaran tanah terdampam tol berstatus tanah persawahan.
Harga pasaran tanah itu sekitar 2-2, 5 juta rupiah per ru (14 meter persegi).
Sedang harga yang ditawarkan mencapai 4-5 juta rupiah per ru.

Sebelumnya warga Kelurahan Panggungrejo Kecamatan Tulungagung Kota menolak harga ganti rugi yang ditawarkan oleh TPT, lantaran harganya dinilai terlalu rendah dibanding harga pasaran.

Warga Kelurahan Panggungrejo sampai melakukan protes dengan berorasi saat musyawarah bentuk ganti rugi tol. (Lyon/JP).

Tag :

Berita Terbaru

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Surabaya - Layar handphone (HP) boleh semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat generasi muda lupa dengan…

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

SURABAYA - Bantuan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya untuk …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…