Satpol PP Surabaya Amankan Lima Pengamen di Bawah Umur, Satu Orang Bawa Sajam

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Satpol PP Kota Surabaya berhasil menertibkan lima orang pengamen di bawah umur.
Satpol PP Kota Surabaya berhasil menertibkan lima orang pengamen di bawah umur.

i

SURABAYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya berhasil menertibkan lima orang pengamen di bawah umur, di traffic light Exit Tol Banyu Urip, Rabu (7/2/2024). Mereka diamankan saat akan menumpang mobil pickup yang menuju ke arah bundaran Tol Margomulyo.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Satpol PP Kota Surabaya, Dwi Hargianto mengatakan, saat sedang menggelar patroli di sekitaran traffic light Exit Tol Banyu Urip, mengetahui ada segerombolan anak di bawah umur turun dari truk trailer. Tak lama turun dari truk tersebut, ternyata sekelompok anak-anak itu pindah ke kendaraan pickup yang jaraknya tak jauh dari mobil tumpangan sebelumnya.

“Kebetulan, kami sedang mobile untuk memantau petugas di traffic light, naluri saya keluar sebagai anggota Satpol PP saat melihat anak kecil nggandol (numpang) di atas truk trailer,” kata Dwi.

Karena khawatir membahayakan pengguna jalan, Dwi bersama anggotanya kemudian menghampiri anak-anak tersebut untuk diingatkan. Namun, segerombolan anak-anak tersebut malah lari kocar-kacir menghindari petugas. Karena mencurigakan, Dwi bersama anggotanya sontak melakukan pengejaran.

“Awalnya 10 anak, tapi karena tau ada saya dan tim, anak-anak tersebut lari menghindari petugas, dan kami berhasil menjaring 3 orang anak,” jelas Dwi.

Ketiga anak itu adalah AF, 12, HH, 11, dan DA, 11, sedangkan sisanya masih dalam pengejaran. Setelah terjaring, mereka mengaku tujuannya nggandol adalah untuk ngamen di sekitaran traffic light.

Setelah ketiga anak itu berhasil diamankan, kemudian Dwi meminta agar mereka memberitahu dimana lokasi teman-temannya berkumpul. Setelah berkeliling, Dwi kembali mengamankan pengamen di bawah umur, yakni WA (16), di sekitar traffic light Balongsari.

“Saya tanya mereka, dimana biasanya berkumpul. Karena sejak awal melihat mereka, fokus saya pada satu anak ini yang terlihat lebih dewasa ketimbang anak-anak lainnya,” jelas Dwi.

Setelah terjaring, WA mengaku kepada Dwi, alasan dirinya kabur dari kejaran petugas karena takut. Selain itu, ternyata WA juga mengaku, ia kabur karena sedang dalam pengaruh minuman keras yang dipaksa minum oleh rekannya yakni AM.

Mengetahui hal tersebut, Dwi melakukan pengejaran terhadap AM. Tak lama kemudian, jajaran Satpol PP menemukan AM sedang berada di sekitar Exit Tol Simo. Saat diamankan, remaja 17 tahun itu ketahuan membawa senjata tajam (sajam) berjenis brass knuckle yang pada ujungnya terdapat silet kecil.

Usai berhasil mengamankan AF, HH, DH, WA, dan AM, petugas kemudian membawa mereka ke kantor Satpol PP Kota Surabaya. Tujuannya adalah untuk dilakukan pembinaan dan pendataan oleh Satpol PP bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya.

“Langsung kami bawa ke mako Satpol PP untuk diamankan dan kami data, kami juga panggil DP3A untuk outreach anak-anak ini. Untuk barang bukti kami ikut amankan,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh jajarannya yang bertugas di seluruh Kota Surabaya, khususnya wilayah Sukomanunggal, untuk lebih waspada dan jeli ketika melihat anak-anak yang berkeliaran di jalan. Dirinya juga meminta kepada jajarannya agar rutin menggelar penyisiran di tempat-tempat yang berpotensi dijadikan untuk berkumpulnya pengamen di bawah umur.

Ia menambahkan, peran serta masyarakat juga diperhitungkan dalam membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melaporkan, jika mengetahui ada pengamen di bawah umur di jalanan.

“Ini tugas kita semua sebagai warga Surabaya, untuk bantuan bisa menghubungi kanal Command Center (CC) 112, atau bisa melalui media sosial Satpol PP Surabaya, sehingga masyarakat bisa memberikan informasi lewat kanal yang kita miliki,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

MAMASA – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S…

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

POLDA SULBAR  - Komitmen Polantas Polda Sulbar hadir melayani masyarakat terus dilakukan. Kali ini, perhatian tertuju pada generasi pelajar di SMAN 2 Mamuju, …

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan seluruh fakta dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 akan ditelaah. Salah satu…

Kejaksaan Negeri Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari 3 Tersangka Kasus Pokir DPRD

Kejaksaan Negeri Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari 3 Tersangka Kasus Pokir DPRD

Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB

MAGETAN- Penyidikan dugaan korupsi anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan tahun anggaran 2020-2024 memasuki tahap akhir. Kejaksaan Negeri (Kejari)…