Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sembilan penari Bedhaya Ketawang di rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, (Foto: Dok. Karaton Surakarta Hadiningrat)
Sembilan penari Bedhaya Ketawang di rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, (Foto: Dok. Karaton Surakarta Hadiningrat)

i

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan pamungkas Bedhaya Ketawang, pada Jumat (4/9/2026) malam.

Latihan berlangsung di Pendhapa Sasana Sewaka pada pukul 20.00–22.00 WIB, dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan terhadap tata tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat.

Sembilan penari perempuan menjalani latihan dengan iringan gamelan, tata ruang, serta kelengkapan sesaji yang dipersiapkan sebagai bagian dari rangkaian persiapan Bedhaya Ketawang. Latihan ini menjadi tahapan akhir untuk memastikan kesiapan para penari sekaligus menjaga ketepatan tata dan pakem sebelum Bedhaya Ketawang dipersembahkan dalam rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan.

Bedhaya Ketawang: Pusaka Budaya Karaton

Bedhaya Ketawang memiliki kedudukan khusus dalam tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat. Tarian ini bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan merupakan salah satu pusaka budaya yang berkaitan erat dengan Tingalan Dalem Jumenengan.

Dalam tradisi Karaton, Bedhaya Ketawang ditarikan oleh sembilan orang penari perempuan. Jumlah sembilan memiliki makna filosofis dan spiritual yang mendalam serta menjadi bagian penting dari pakem tarian.

Dalam kosmologi Jawa, angka sembilan dimaknai sebagai simbol kesempurnaan. Karena itu, sembilan penari bukan sekadar komposisi artistik, tetapi merupakan bagian dari struktur dan pemaknaan Bedhaya Ketawang.

Pakem tersebut menjadi salah satu unsur yang terus dijaga dalam pelaksanaan Bedhaya Ketawang sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Latihan Pamungkas dengan Tata Tradisi

Latihan pada Jumat malam tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan unsur-unsur yang menyertai pelaksanaan Bedhaya Ketawang.

Tata ruang Pendhapa Sasana Sewaka dipersiapkan. Sesaji ditempatkan sesuai kebutuhan tata tradisi. Gamelan dimainkan sebagai bagian yang menyatu dengan gerak tari.

Selama kurang lebih dua jam, para penari menjalani latihan dengan konsentrasi penuh.

Latihan pamungkas bukan semata-mata persiapan teknis. Bagi tradisi Karaton, tahapan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kekhidmatan, ketertiban tata, dan kesinambungan pakem Bedhaya Ketawang.

Setiap gerakan, posisi, perpindahan, dan hubungan antara penari dengan iringan gamelan dipersiapkan secara cermat.

Narasi Spiritual Bedhaya Ketawang

Bedhaya Ketawang juga memiliki narasi spiritual yang berkembang dalam tradisi Mataram.

Salah satu kisah tradisional mengaitkan Bedhaya Ketawang dengan Panembahan Senopati, pendiri Mataram Islam, yang dikisahkan menjalani laku spiritual di pesisir Laut Selatan.

Dalam kisah tersebut, laku Panembahan Senopati menarik perhatian Kanjeng Ratu Kencanasari atau Kanjeng Ratu Kidul, sosok yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai penguasa Laut Selatan.

Kanjeng Ratu Kidul kemudian dikaitkan dengan terciptanya Bedhaya Ketawang sebagai simbol curahan cinta serta hubungan spiritual dengan Panembahan Senopati dan raja-raja keturunan Mataram.

Narasi tersebut merupakan bagian dari tradisi dan pemaknaan spiritual yang berkembang mengenai Bedhaya Ketawang dan turut memberikan kedudukan khusus terhadap tarian tersebut dalam lingkungan keraton.

Perjalanan SISKS Paku Buwana XIV

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan kali ini berlangsung dalam babak baru perjalanan takhta Karaton Surakarta Hadiningrat.

SISKS Paku Buwana XIV lahir dengan nama BRM Suryo Suharto pada 5 Februari 1985.

Dalam perjalanan kehidupannya di lingkungan keraton, ketika ayahandanya, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, menjadi raja, BRM Suryo Suharto diangkat menjadi GPH Mangkubumi.

Pada 2022, ia kemudian diangkat melalui prosesi adat menjadi KGPH Hangabehi.

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII wafat pada Minggu, 2 November 2025, dalam usia 77 tahun.

Selanjutnya, pada 13 November 2025, KGPH Hangabehi mendeklarasikan diri sebagai SISKS Paku Buwana XIV, menyatakan diri sebagai penerus takhta ayahandanya.

Tingalan Dalem Jumenengan kemudian menjadi momentum penting dalam perjalanan tersebut sekaligus menjadi ruang keberlanjutan berbagai tradisi yang menyertai takhta Karaton Surakarta Hadiningrat.

Menjaga Warisan di Tengah Perubahan Zaman

Latihan pamungkas Bedhaya Ketawang menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak berhenti pada saat sebuah pertunjukan berlangsung.

Pelestarian juga terjadi dalam proses panjang di baliknya: latihan, tata ruang, gamelan, sesaji, disiplin gerak, serta penghormatan terhadap pakem.

Sembilan penari menjadi bagian dari mata rantai pewarisan tersebut.

Mereka tidak menciptakan tradisi itu dari awal. Mereka menerima, mempelajari, menjalankan, dan kemudian meneruskannya.

Karena itu, Bedhaya Ketawang bukan hanya tentang sebuah tarian yang dipentaskan dalam rangkaian jumenengan.

Ia adalah bagian dari ingatan budaya yang terus dijaga melalui praktik dan pewarisan antargenerasi.

Menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV

Latihan pamungkas yang berlangsung pada Jumat malam, 4 September 2026, menjadi salah satu tahapan persiapan menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV.

Dengan segala tata dan pakem yang menyertainya, Bedhaya Ketawang kembali menegaskan kedudukannya sebagai salah satu warisan penting Karaton Surakarta Hadiningrat.

Sembilan penari, iringan gamelan, tata ruang, dan sesaji menjadi bagian dari satu kesatuan tradisi.

Melalui rangkaian tersebut, Karaton Surakarta Hadiningrat terus menjaga kesinambungan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Bedhaya Ketawang tidak hanya dipertahankan sebagai sebuah tarian, tetapi juga sebagai tata, nilai, simbol, dan warisan budaya yang terus dihidupkan. (*)

Berita Terbaru

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

MAMASA – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S…

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

POLDA SULBAR  - Komitmen Polantas Polda Sulbar hadir melayani masyarakat terus dilakukan. Kali ini, perhatian tertuju pada generasi pelajar di SMAN 2 Mamuju, …

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan seluruh fakta dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 akan ditelaah. Salah satu…

Kejaksaan Negeri Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari 3 Tersangka Kasus Pokir DPRD

Kejaksaan Negeri Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari 3 Tersangka Kasus Pokir DPRD

Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB

MAGETAN- Penyidikan dugaan korupsi anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan tahun anggaran 2020-2024 memasuki tahap akhir. Kejaksaan Negeri (Kejari)…

Kabar Baik untuk Perempuan Madura! RSUD Sampang Hadirkan Layanan Khusus Kanker Kandungan

Kabar Baik untuk Perempuan Madura! RSUD Sampang Hadirkan Layanan Khusus Kanker Kandungan

Sabtu, 05 Sep 2026 11:31 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:31 WIB

SAMPANG - Warga Madura kini tak perlu jauh-jauh ke Surabaya untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kanker organ reproduksi perempuan. RSUD dr Mohammad Zyn…