Anggota DPR John Keney: DTKS Berantakan, Banyak Oknum Bermain

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis saat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VIII DPR RI ke Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (26/03/2024). Foto : Parlementaria DPR/Naden/Andri]
Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis saat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VIII DPR RI ke Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (26/03/2024). Foto : Parlementaria DPR/Naden/Andri]

i

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis mengkritisi pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendataan yang ditujukan untuk mengetahui masyarakat yang layak menerima bantuan sosial itu dinilainya masih berantakan.

"Kalau saya bilang, DTKS itu acakadut. Memang ada oknum-oknum di pemerintahan itu di bawah yang mempertahankan (acakadut) itu," ujarnya kepada Parlementaria usai Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VIII DPR RI ke Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (26/03/2024) dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ia sendiri pernah mendapati ada orang yang punya rumah mewah hingga mobil tapi malah terdata di DTKS. Bahkan, orang tersebut, kata dia, dengan senang hati menerima bantuan meski bukan orang yang tidak mampu.

Politisi Partai Golkar itu mengakui, pendataan dari ratusan juta masyarakat Indonesia bukanlah hal mudah. Komisi VIII sendiri ungkapnya pernah membuat Panitia Kerja (Panja) untuk mengatasi ruwetnya pendataan tersebut. Namun, sayang masih belum bisa menemukan titik terang.

DTKS, menurut John, adalah layaknya supermarket yang bermasalah. Di sana, kata dia, banyak persoalan yang kompleks. Meski begitu, Komisi VIII, kata John, akan terus berjuang mencari celah agar DTKS bisa tertata dengan baik.

"Orang Kemensos kan juga terbatas. Ya, memang ada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), tapi kan PKH juga masih kurang. Inilah nanti yang mungkin akan kita cari celahnya bagaimana merubah DTKS ini agar terubarukan dengan baik," ujarnya. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

SURABAYA - Bantuan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya untuk …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…

Moratorium Diskotek Surabaya, Hiperhu Usul Kawasan Khusus Hiburan Malam

Moratorium Diskotek Surabaya, Hiperhu Usul Kawasan Khusus Hiburan Malam

Rabu, 07 Okt 2026 09:40 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:40 WIB

SURABAYA – Kebijakan moratorium izin diskotek dan tempat hiburan malam baru di Surabaya mendapat sorotan dari Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (…