Bapenda Surabaya Optimistis Capai Target Pajak Rp7 Triliun, Ajak Warga Taat Bayar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelayanan pajak di Kantor Bapenda Kota Surabaya
Pelayanan pajak di Kantor Bapenda Kota Surabaya

i

SURABAYA - Memasuki akhir triwulan pertama tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Bahkan, hingga mendekati akhir triwulan pertama 2025, capaian pajak di Surabaya berjalan sesuai harapan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menyatakan bahwa capaian pajak hingga pertengahan Maret 2025 berjalan sesuai harapan, meskipun masih ada beberapa sektor yang perlu dioptimalkan.

"Insyaallah dalam dua bulan terakhir ini, pencapaian pajak mendekati sempurna. Meski masih ada gap yang perlu kami kejar, tetapi hingga saat ini kami terus mengupayakan berbagai kanal untuk mengoptimalkan penerimaan pajak," ujar Febrina Kusumawati, Kamis (13/3/2025).

Febri menuturkan bahwa salah satu strategi percepatan yang dilakukan adalah mendorong pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lebih awal. Meski jatuh tempo pembayaran PBB pada Mei 2025, Pemkot Surabaya mengapresiasi wajib pajak yang melakukan pembayaran lebih awal.

"Kami sangat mengapresiasi warga yang membayar pajak lebih cepat karena ini membantu pemerintah dalam perencanaan pembangunan," tuturnya.

Selain PBB, Febri mengungkapkan bahwa pajak dari sektor hotel dan restoran juga menjadi perhatian. Ia menjelaskan bahwa periode 12-13 Maret merupakan masa pembayaran pajak untuk transaksi Februari 2025.

"Beberapa hotel dan restoran mencatat peningkatan tamu di Februari, sehingga hasil pajaknya baru terlihat dalam beberapa hari terakhir ini. Kami optimis ini bisa menutup target penerimaan pajak di bulan Maret," jelasnya.

Selain itu, Bapenda juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak. Febri menegaskan bahwa pajak bersifat wajib sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD).

"Artinya jika pajak itu sudah ada ketetapan, maka wajib dibayar. Nah, dari pajak inilah yang digunakan untuk pembangunan Kota Surabaya, mulai dari infrastruktur, penerangan jalan, hingga pengurangan risiko banjir," tegasnya.

Febri mencontohkan, jika pajak tidak dibayar, maka layanan publik bisa terganggu. Salah satunya seperti kurangnya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bisa memicu risiko kriminalitas. Karena itu, ia menekankan bahwa pajak memiliki peran krusial dalam pembangunan Surabaya.

"Kita bisa melihat bagaimana Surabaya semakin indah, banjir berkurang, dan penerangan jalan semakin baik. Semua itu dibiayai dari pajak. Jika pajak tidak dibayar, dampaknya bisa sangat besar," tuturnya.

Pada tahun 2025, Pemkot Surabaya menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp7,307 triliun. Angka ini menjadi bagian dari total target pendapatan daerah sebesar Rp12,137 triliun, termasuk pajak opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

"Pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni sekitar 60,21 persen dari APBD Kota Surabaya," ungkap Febri.

Dari total target pajak daerah 2025 tersebut, PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), masih menjadi sumber terbesar dengan nilai masing-masing mencapai sekitar Rp1,6 triliun. Sementara itu, pajak dari sektor restoran dan hotel juga berkontribusi cukup signifikan

Untuk memastikan kelancaran pembayaran pajak, Febri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya juga membuka ruang bagi wajib pajak yang mengalami kesulitan. "Kami tidak kaku dalam menghadapi kendala wajib pajak. Jika ada kesulitan, silahkan datang ke Bapenda, kami siap mencari solusi terbaik," pungkasnya.

Sebagai informasi, realisasi pendapatan dan pajak daerah Kota Surabaya pada tahun 2024 mencapai Rp10,034 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp6,114 triliun berasal dari PAD, sedangkan Rp3,920 triliun merupakan Pendapatan Transfer. (*)

Berita Terbaru

Objek Sudah Disita, Masih Dipakai Usaha: Kinerja Polrestabes Surabaya Dipertanyakan

Objek Sudah Disita, Masih Dipakai Usaha: Kinerja Polrestabes Surabaya Dipertanyakan

Minggu, 27 Sep 2026 21:13 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:13 WIB

SURABAYA – Status penyitaan objek sengketa di Jalan Rajawali Nomor 17, 19, dan 21, Surabaya, menjadi sorotan. Meski disebut telah mendapat penetapan penyitaan d…

Jamin Keselamatan Pengendara, Ditlantas Polda Sulbar Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Titik Padat Kendaraan

Jamin Keselamatan Pengendara, Ditlantas Polda Sulbar Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Titik Padat Kendaraan

Minggu, 27 Sep 2026 17:53 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:53 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat terus berkomitmen memberikan pelayanan prima demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Komitmen…

Kasus Dugaan Korupsi DJKA, KPK Dalami Aliran Rp3,5 Miliar ke eks Ketua Umum HIPMI

Kasus Dugaan Korupsi DJKA, KPK Dalami Aliran Rp3,5 Miliar ke eks Ketua Umum HIPMI

Minggu, 27 Sep 2026 17:43 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:43 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan aliran dana Rp3,5 miliar kepada mantan Ketum HIPMI berinisial A. Pendalaman dilakukan m…

KPK Temukan Perhiasan Diduga Emas di Kanwil BPN Jawa Timur

KPK Temukan Perhiasan Diduga Emas di Kanwil BPN Jawa Timur

Minggu, 27 Sep 2026 16:33 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:33 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah perhiasan yang diduga emas saat usai menggeledah Kanwil BPN Jawa Timur, Kamis 24 September 2026. …

SURABAYA KOTA "SMART CITY" PALING MENGHIBUR: Ketika Aplikasi Pintar Butuh "Gedoran" Pemuda Kampung

SURABAYA KOTA "SMART CITY" PALING MENGHIBUR: Ketika Aplikasi Pintar Butuh "Gedoran" Pemuda Kampung

Minggu, 27 Sep 2026 14:12 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:12 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id - Selamat datang di Surabaya, kota metropolitan yang sukses menyulap birokrasi menjadi wahana labirin paling menantang bagi warganya …

Game Spin Wheel Berhadiah Ramaikan Sosialisasi Hak untuk Tahu di CFD Jakarta

Game Spin Wheel Berhadiah Ramaikan Sosialisasi Hak untuk Tahu di CFD Jakarta

Minggu, 27 Sep 2026 11:13 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 11:13 WIB

JAKARTA– Ada yang menarik dalam sosialisasi Hari Hak untuk Tahu yang digelar Divisi Humas Polri di kawasan car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, M…