BACASAJA.ID - Pemerintah Kota Surabaya menerima kedatangan dan ajakan audiensi dari Gabungan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Gaperhu) Surabaya untuk mencari solusi dari PPKM dan Perwali No. 67 yang berdampak kepada para pengusaha dan karyawan yang dipekerjakan, pada Jumat (22/01/2021).
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana juga tidak menampik adanya karyawan yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK), sejak Rumah Hiburan Umum (RHU) yang tidak mendapatkan ijin buka.
Whisnu kemudian meminta Dinas Tenaga Kerja Surabaya untuk melakukan pendataan terhadap karyawan yang di rumahkan atau karyawan yang belum mendapat kepastian bekerja, agar mendapat bantuan.
"Minta datanya, supaya ada antisipasi untuk bantuan dana sebagainya. Saya minta data yang dirumahkan. Disnaker sudah kami minta untuk mendata. Kalau terdampak tidak bisa makan kan harus dibantu diberikan bantuan. Mereka tidak semua ikut MBR," terangnya, di ruang kerja Wali Kota Surabaya.
Whisnu mengungkapan jika Gaperhu sepakat dengan peraturan yang di tetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan penerapan dan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan RHU.
Lanjutnya, Whisnu mengatakan bahwa dari pertemuan tersebut muncul ide gagasan untuk membuat restoran tangguh dan mal tangguh.
"Kami akan bikin assemen. Karena memang pengalaman internal dengan satgas, kalau mereka bikin resto tangguh, tidak ada yang bisa menjaga dan mendampingi secara terus menerus," katanya.
Sementara itu, Ketua Gaperhu Surabaya, Didiet Indra Yuda meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya agar para pelaku usaha Gaperhu bisa di dampingin selama masa PPKM.
"Kami harap bisa didampingi, sebab kami siap mengikuti instruksi Pemerintah serta menaati Perwali selama masa PPKM," ungkapnya.
Hal ini disebabkan oleh kapasitas pengunjung yang harus dikurangi dan berpengaruh kepada pendapatan pelaku usaha, hingga terpaksa merumahkan para karyawan.
"Tentunya omzet menurun 50%. Kami memberikan masukam tentang resto tangguh yang sudah kami siapkan mekanismenya, karena selama ini dari prokes di lingkungan usaha sudah kami tingkatkan," pungkasnya. (byt/rga)
Editor : Redaksi