Inovboyo 2025 Segera Hadir, Pemkot Surabaya Tantang Masyarakat dan Perangkat Daerah Adu Inovasi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak lama lagi akan menggelar kembali lomba Inovasi Surabaya (Inovboyo) 2025. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh pemkot melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya ini, memberikan kesempatan luas bagi seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Pahlawan melalui inovasi.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh masyarakat dan jajaran perangkat daerah (PD) di lingkungan pemkot untuk berpartisipasi mengikuti lomba Inovboyo 2025. Karena melalui sebuah inovasi, maka secara tidak langsung akan meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan warga Surabaya. 

“Sebenarnya inovasi yang ada di Surabaya itu kita berharap bisa membuat dampak ya. Misalnya percepatan pelayanan publik, kemudian ada lagi yang juga untuk menurunkan kemiskinan,” kata Wali Kota Eri dikutip Kamis (12/6/2026). 

Sejatinya, lanjut Wali Kota Eri, inovasi-inovasi yang lahir di Kota Surabaya itu harus mengutamakan 7 poin penting, diantaranya yaitu menurunkan kemiskinan, menurunkan angka kematian ibu dan anak, stunting, mengurangi pengangguran terbuka dengan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan gini rasio, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan meningkatkan perekonomian Surabaya.

“Jadi semua inovasi ini tujuannya adalah tujuh ini. Alhamdulillah yang harusnya turun, kita di Surabaya berhasil turunkan (kemiskinan, kematian ibu dan anak, stunting, dan gini rasio) semua. Yang harusnya naik, IPM juga naik. Jadi tujuan inovasi adalah itu di Surabaya,” jelasnya. 

Di kesempatan ini, Wali Kota Eri turut mendorong anak muda untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan inovasi di Kota Surabaya.

“Sama seperti tahun lalu, jadi kemarin kita banyak melibatkan anak muda ya untuk menggerakkan inovasi, apa sih yang ingin dilakukan anak muda untuk Surabaya. Karena buat saya, menggerakkan anak muda itu luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, tujuan digelarnya lomba inovasi ini untuk mendorong masyarakat dan PD di lingkungan pemkot untuk berinovasi. Tidak hanya itu, lomba ini juga untuk meningkatkan gairah kompetisi di bidang inovasi, memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, serta menjadikan Surabaya sebagai barometer inovasi di Indonesia. 

“Visi kami adalah untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota inovatif yang berkelanjutan, dengan dukungan partisipasi aktif masyarakat dan aparatur pemerintah daerah,” kata Irvan, Rabu (11/6/2025). 

Irvan menyebutkan, tema besar yang diangkat pada tahun ini adalah “Inovasi dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Infrastruktur dan Mitigasi Bencana”. Untuk kategori perlombaannya berbagai sub bagian, yang pertama Kategori Masyarakat Umum. Kategori ini ada tiga sub bagian, yakni Inovasi Digital, Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Baru Terbarukan,  Inovasi Sosial Budaya dan Kependudukan serta Inovboyo Young Heroes untuk pelajar.

“Untuk Inovasi Digital terdiri dari enam poin yang dilombakan, yakni website dan aplikasi berbasis web, mobile application berbasis android atau iOS, big data dan analytics, internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), serta virtual reality (VR) dan augmented reality (AR),” sebutnya. 

Sedang lomba inovasi kategori perangkat daerah terdiri dari yaitu, Inovasi Tata Kelola Pemerintahan, Inovasi Pelayanan Publik, dan Inovasi Sesuai Tugas dan Fungsi. Masing-masing inovasi yang dilombakan tersebut, terdapat tiga poin penting yang wajib diperhatikan oleh peserta lomba.

Untuk Inovasi Tata Kelola Pemerintahan terdapat tiga poin, terdiri dari Sistem administrasi digital, Manajemen kinerja aparatur, serta Transparansi dan akuntabilitas. 

Sedangkan inovasi Pelayanan Publik terdapat tiga poin yang wajib diperhatikan, diantaranya mengenai Digitalisasi layanan masyarakat, Peningkatan kualitas pelayanan, dan Aksesibilitas layanan publik. Untuk inovasi Sesuai Tugas dan Fungsi juga terdapat tiga poin, yakni Inovasi spesifik per dinas atau instansi, Optimalisasi program kerja, dan Efisiensi operasional. 

Sedangkan penjuriannya, lanjut dia, Pemkot Surabaya akan melibatkan tim juri profesional, diantaranya akademisi dari perguruan tinggi terkemuka, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

“Akan dipilih 24 pemenang utama dari semua kategori, dan enam pemenang tiap kategori akan mendapatkan uang pembinaan, trofi dari Wali Kota Surabaya, dan piagam penghargaan resmi,” terangnya. 

Irvan menambahkan, para pemenang juga akan mendapatkan benefit tambahan, diantaranya inovasi yang dilombakan peserta berpeluang diimplementasikan dalam program Pemkot Surabaya, memiliki networking dengan stakeholder pembangunan kota, media eksposure dan publikasi, dan mentoring untuk pengembangan inovasi. 

Irvan berharap, lomba inovasi Inovboyo 2025 bisa mengantarkan Surabaya ke peradaban yang lebih maju dan memiliki pembangunan berkelanjutan. Selain itu, dengan Inovboyo 2025, juga bisa meningkatkan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas generasi ke depannya. Rencananya, lomba Inovboyo 2025 akan dimulai pada 17 Juni mendatang.

“Inovboyo bukan sekadar lomba inovasi, tapi dia adalah manifestasi kolektif sebuah gerakan transformatif yang akan mengukir ulang DNA Kota Pahlawan menjadi Kota Metropolis masa depan yang cerdas, berkelanjutan, dan berkeadilan menuju Surabaya 2050,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…

"Makin Mencintai Sulbar, Makin Cepat di Dimutasi" Pesan Perpisahan Menyentuh Irjen Pol Adi Deriyan di Apel Terakhirnya

"Makin Mencintai Sulbar, Makin Cepat di Dimutasi" Pesan Perpisahan Menyentuh Irjen Pol Adi Deriyan di Apel Terakhirnya

Rabu, 07 Okt 2026 09:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:36 WIB

POLDA SULBAR- Suasana haru menyelimuti lapangan apel Polda Sulawesi Barat, Rabu (7/10/26). Untuk terakhir kalinya, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta memimpin…

Sedang Isi BBM, Buronan Kasus Fidusia Oktavanus Katili Diciduk Tim Tabur Kejari Surabaya

Sedang Isi BBM, Buronan Kasus Fidusia Oktavanus Katili Diciduk Tim Tabur Kejari Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 07:30 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYA — Pelarian terpidana kasus tindak pidana fidusia, Oktavanus Katili, akhirnya berakhir di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Terpidana yang masuk d…