Surabaya – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum refleksi ideologis bagi seluruh kader partai. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa ideologi PDI Perjuangan tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Budi Leksono, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno menuntut kader PDI Perjuangan untuk selalu hadir di tengah rakyat, memahami persoalan mereka, serta menghadirkan solusi konkret melalui kebijakan maupun aksi sosial.
“PDI Perjuangan lahir dari rahim perjuangan rakyat. Maka ideologi partai harus diwujudkan dalam kerja nyata, keberpihakan kepada wong cilik, dan komitmen memperjuangkan keadilan sosial,” ujar Budi Leksono, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, di usia ke-53 tahun, PDI Perjuangan dituntut semakin matang dalam menjaga konsistensi ideologi kerakyatan, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan politik di tingkat lokal maupun nasional.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, kata dia, berkomitmen terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi kerakyatan, pendidikan, hingga layanan dasar publik.
Budi Leksono juga menekankan pentingnya soliditas kader dan struktur partai agar semangat gotong royong tetap terjaga. Ia mengajak seluruh kader menjadikan peringatan HUT partai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat dedikasi pengabdian kepada rakyat.
“HUT ke-53 ini harus menjadi pengingat bahwa kekuatan PDI Perjuangan ada pada kedekatannya dengan rakyat. Kerja politik kita harus membumi dan berdampak nyata,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan di Surabaya diisi dengan berbagai kegiatan internal partai serta aksi sosial sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan semangat ideologi kerakyatan yang terus diperjuangkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut. (dims)
Editor : Redaksi