Belum Optimal! Serapan Anggaran Gen-Z Rp 5 Juta per RW dari Pemkor Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

SURABAYA - Program pemberdayaan generasi muda yang digagas Pemerintah Kota Surabaya belum menunjukkan progres yang signifikan. 

Hingga kini, serapan anggaran yang telah dialokasikan Pemkot Surabaya di APBD 2026 sebesar Rp47 miliar yang dikhususkan untuk Gen-Z di kota Pahlawan ini masih belum optimal. Meski, skema pendanaan telah dibuka sejak Januari.

Selain dipicu soal petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak-juknisnya) pola pikir (mindsite) gen-Z Tak hanya soal pola pikir, membuat arah penggunaan anggaran kerap melenceng dari tujuan awal dan tak berjalan optimal.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, rendahnya realisasi bukan karena anggaran tidak tersedia, melainkan pola pikir pengajuan yang belum berubah dan belum sepenuhnya terarah.

“Masih mindset lama. Proposalnya untuk kegiatan, bukan untuk usaha. Padahal ini tidak boleh untuk panitia,” tegasnya sesuai mengikuti rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya tahun 2025 di Gedung DPRD Surabaya, Senin (30/03).

Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan memang sudah berjalan melalui sistem proposal yang diatur di level Sekretaris Daerah. Namun, dalam praktiknya, banyak pengajuan yang belum mencerminkan orientasi ekonomi produktif.

“Juklaknya sudah ada di Sekda. Tapi proposal yang masuk masih dipakai untuk kegiatan,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa di tingkat implementasi, pemahaman teknis belum sepenuhnya seragam. Akibatnya, anggaran yang seharusnya mendorong usaha justru berpotensi terserap untuk kegiatan non-produktif.

“Sudah ada yang mengajukan, tapi dipakai untuk honor panitia. Itu yang kita koreksi,” imbuhnya.

Program ini sejatinya dirancang untuk mendorong anak muda agar mampu membangun usaha mandiri dan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Namun hingga kini, Eri mengakui serapan anggaran belum berjalan optimal dan belum menunjukkan pergerakan signifikan.

“Belum. Belum ada yang berjalan maksimal, karena proposalnya masih mindset untuk panitia,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Surabaya menggandeng sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) sebagai mitra penyerapan hasil usaha Gen-Z. Skema ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar sekaligus mengarahkan penggunaan anggaran agar tepat sasaran.

Eri mencontohkan, bantuan dapat digunakan untuk membeli alat produksi seperti mesin cuci, yang kemudian dimanfaatkan sebagai usaha laundry dengan pelanggan dari hotel.

“Beli mesin cuci, nanti laundry-nya diambil hotel. Jadi ada pergerakan ekonomi, tidak menganggur,” jelasnya.

Program ini juga mendapat pendampingan dari DPRD dan perangkat wilayah hingga tingkat kelurahan. Namun, ia menegaskan bahwa kunci utama tetap pada keselarasan antara aturan teknis dan pola pikir pelaksana di lapangan.

“Kalau mindset-nya tidak berubah, anak-anak ini akan tetap bingung setelah lulus mau kerja apa,” tegasnya.

Seperti diketahui Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran khusus Rp47 miliar dalam APBD 2026 untuk pengembangan Gen Z, dengan dana sekitar Rp5 juta per bulan per RW (sekitar Rp35 juta per tahun) untuk kegiatan produktif dan wirausaha.

Program yang berjalan sejak Januari 2026 ini mensyaratkan proposal kegiatan yang bermanfaat dan berdampak jangka panjang, bukan seremonial. (*)

Berita Terbaru

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Minggu, 19 Jul 2026 15:34 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:34 WIB

JAKARTA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat…

Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Kondusif, Stok Bahan Pokok Aman dan Perkuat Antisipasi Karhutla

Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Kondusif, Stok Bahan Pokok Aman dan Perkuat Antisipasi Karhutla

Minggu, 19 Jul 2026 11:39 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:39 WIB

MAMUJU– Kepolisian Daerah Sulawesi Barat terus mengoptimalkan langkah preventif dan pelayanan kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, s…

Jaga Ketahanan Pangan, Polda Sulbar Perkuat Pendampingan Petani Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Jaga Ketahanan Pangan, Polda Sulbar Perkuat Pendampingan Petani Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Minggu, 19 Jul 2026 11:35 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:35 WIB

MAMUJU– Komitmen Polri dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Sejalan dengan Asta C…

Polisi Humanis Hadir Setiap Hari, Polda Sulbar Buktikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Polisi Humanis Hadir Setiap Hari, Polda Sulbar Buktikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Minggu, 19 Jul 2026 11:31 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:31 WIB

MAMUJU- Wajah humanis Polri kembali terlihat melalui berbagai aksi nyata personel Polda Sulawesi Barat yang terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya …

Ketua Perbasi Batam Junico dan Dody Damai di Polsek Lubuk Baja, Kasus Grand Batam Mall Selesai Kekeluargaan

Ketua Perbasi Batam Junico dan Dody Damai di Polsek Lubuk Baja, Kasus Grand Batam Mall Selesai Kekeluargaan

Minggu, 19 Jul 2026 11:22 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:22 WIB

BATAM- Kisruh yang melibatkan Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Batam, Junico, dan seorang warga bernama Dody, akhirnya berakhir …

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

SIDOARJO – Polemik dipulangkannya empat orang yang sebelumnya diamankan dalam dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Candi masih terus menyita p…