Buang Limbah Darah Kurban ke Kali Surabaya, Warga Kena Sanksi Tipiring dan Sita KTP

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyembelihan hewan kurban
Penyembelihan hewan kurban

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui tim Yustisi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat mengantisipasi pencemaran air sungai selama momen perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tim gabungan menggelar patroli pengawasan pembuangan dan pencucian rumen (kotoran hewan kurban) di sepanjang Kali Surabaya yang dimulai dari Sungai Asreboyo pada Rabu (27/5/2026) siang.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan empat kelompok masyarakat yang kedapatan mencuci limbah pemotongan hewan kurban di sungai. Dari empat kelompok tersebut, satu di antaranya langsung dijatuhi sanksi tindak pidana ringan (tipiring) berupa penyitaan KTP untuk diproses ke pengadilan.

Plt Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa satu kelompok yang ditindak tersebut, terbukti membuang limbah darah segar hasil penyembelihan langsung ke saluran air yang bermuara ke sungai.

"Yang tiga kelompok kami beri imbauan untuk berhenti dan membawa kembali rumennya dalam glangsing (karung) ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Nah, yang satu kelompok ini kami lakukan penindakan yustisi karena mereka membuang darah segar langsung mengalir ke sungai tanpa proses penyaringan atau pembekuan terlebih dahulu," kata M. Fikser.

Fikser menegaskan, langkah membawa pelanggar ke sidang Tipiring dilakukan untuk memberikan efek jera. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Lingkungan Hidup yang berlaku, pelanggar terancam denda maksimal hingga Rp 50 juta yang nantinya diputuskan oleh hakim di pengadilan.

"Kalau denda di tempat mungkin nilainya kecil, sekitar Rp75.000. Tapi kali ini tidak. Kita sita KTP-nya dan bawa ke jalur Tipiring. Biar ada proses sidang di pengadilan. Biar ada efek jera," tambahnya.

Patroli intensif ini sengaja dilakukan karena aliran Kali Surabaya dan Kalimas merupakan salah satu sumber bahan baku air bersih PDAM Kota Surabaya, sekaligus tempat menjaga keberlangsungan ekosistem sungai.

“Mencuci rumen atau membuang darah di sungai tidak hanya mencemari air, tetapi juga membuat daging kurban berisiko terkontaminasi bakteri dari air sungai yang tidak bersih,” tegasnya.

Untuk mengoptimalkan pengawasan, Pemkot Surabaya telah membagi wilayah menjadi lima zona pengawasan. DLH juga berkolaborasi dengan BPBD, Satpol PP Kota, Satpol PP Kecamatan, serta pihak kepolisian untuk menyusuri seluruh jalur sungai di Surabaya.

Fikser menambahkan, bagi masjid atau panitia yang menyembelih hewan kurban dalam jumlah banyak, DLH Kota Surabaya menyediakan layanan jemput bola secara gratis selama empat hari hingga hari Minggu mendatang.

“Kami menyiagakan 18 armada Dump Truck (DT) khusus untuk mengangkut limbah kurban ini langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, kami juga membagikan nomor kontak penanggung jawab rumen se-Surabaya untuk melakukan penjembutan limbah pemotongan hewan kurban,” terangnya

Terkait limbah darah, Fikser mengimbau agar panitia kurban menampungnya terlebih dahulu, misalnya dimasukkan ke dalam kantong plastik hingga membeku, baru kemudian dibuang ke TPS agar bisa diangkut petugas secara aman.

"Kami berharap warga Surabaya semakin sadar. Kemudahan fasilitas sudah kami berikan, jadi mohon kerja samanya untuk tidak lagi mengotori sungai Kota Surabaya,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Wali Kota Eri Respons Terkait Rencana Pengembalian Stempel RT/RW Tambak Wedi

Wali Kota Eri Respons Terkait Rencana Pengembalian Stempel RT/RW Tambak Wedi

Senin, 13 Jul 2026 21:29 WIB

Senin, 13 Jul 2026 21:29 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merespons rencana sejumlah pengurus RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di Kelurahan …

Rakernis Fungsi Lantas Polda Sulbar 2026 Hadirkan Pakar dan Motivator Nasional

Rakernis Fungsi Lantas Polda Sulbar 2026 Hadirkan Pakar dan Motivator Nasional

Senin, 13 Jul 2026 21:24 WIB

Senin, 13 Jul 2026 21:24 WIB

MAMUJU- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya berlalu lintas yang modern, humanis, dan berorientasi pada …

Imigrasi Surabaya dan Polresta Sidoarjo Tangkap Komplotan 15 WNA China dan Vietnam

Imigrasi Surabaya dan Polresta Sidoarjo Tangkap Komplotan 15 WNA China dan Vietnam

Senin, 13 Jul 2026 16:33 WIB

Senin, 13 Jul 2026 16:33 WIB

SURABAYA - Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengamankan 15 Warga Negara Asing (WNA), yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana…

Imigrasi Cekal Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Dijerat Kasus Korupsi dan TPPU

Imigrasi Cekal Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Dijerat Kasus Korupsi dan TPPU

Senin, 13 Jul 2026 09:26 WIB

Senin, 13 Jul 2026 09:26 WIB

JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri (pencekalan) terhadap m…

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Bersekolah Polda Sulbar, Kombes Memo Ardian: Punya Dampak Psikologis Anak

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Bersekolah Polda Sulbar, Kombes Memo Ardian: Punya Dampak Psikologis Anak

Senin, 13 Jul 2026 08:49 WIB

Senin, 13 Jul 2026 08:49 WIB

POLDA SULBAR- Usai melewati masa libur panjang, para siswa jenjang Taman Kanak‑kanak, Sekolah Dasar hingga Sekolah Menegah Atas di seluruh wilayah Sulawesi Ba…

Perkuat Struktur Hingga Akar Rumput, PAC PDIP Bubutan Gelar Rapat Usulan Ketua Ranting

Perkuat Struktur Hingga Akar Rumput, PAC PDIP Bubutan Gelar Rapat Usulan Ketua Ranting

Senin, 13 Jul 2026 06:23 WIB

Senin, 13 Jul 2026 06:23 WIB

SURABAYA– Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bubutan menggelar Rapat Usulan Calon Ketua Ranting untuk lima kelurahan se-Kecamatan Bubutan di H…