Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Bersekolah Polda Sulbar, Kombes Memo Ardian: Punya Dampak Psikologis Anak

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen personil Polda Sulbar saat mengantarkan putra-putrinya di hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026
Momen personil Polda Sulbar saat mengantarkan putra-putrinya di hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026

i

POLDA SULBAR- Usai melewati masa libur panjang, para siswa jenjang Taman Kanak‑kanak, Sekolah Dasar hingga Sekolah Menegah Atas di seluruh wilayah Sulawesi Barat kembali melangkah masuk ke lingkungan sekolah, memulai lembaran baru dalam perjalanan menuntut ilmu. 

Di momen yang penuh haru sekaligus penuh semangat itu, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menghadirkan nuansa yang berbeda dan sangat menyentuh hati, melalui pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Bersekolah yang disingkat GAMAS. 

Melalui gerakan yang digagas BKKBN ini, Polda Sulbar secara khusus memberikan kesempatan dan ruang waktu istimewa bagi seluruh personel laki‑lakinya untuk sejenak meletakkan kesibukan tugas dinas, guna mendampingi dan mengantar langsung buah hati mereka menuju gerbang sekolah.

Pemandangan indah dan jarang terlihat pun menghiasi sejumlah jalanan dan halaman sekolah pagi itu. Berderet para ayah yang setiap harinya dikenal tegas dan sigap dengan seragam coklat kebanggaan anggota kepolisian, kini berjalan beriringan beriringan dengan langkah kecil anak‑anak mereka. 

Ada yang berjalan kaki, ada pula yang naik kendaraan, namun satu hal yang sama yaitu senyum lebar tak pernah lepas dari bibir kedua belah pihak. 

Wajah‑wajah mungil itu tampak sangat bahagia, bahkan terlihat bangga berjalan di samping sosok ayahnya yang berseragam lengkap. Bagi mereka, kehadiran ayah di hari pertama masuk sekolah adalah hadiah terindah yang jauh lebih berharga dari apa pun.

Momen yang paling terasa hangat adalah saat genggaman tangan yang setiap hari biasa memegang alat tugas dan berpacu dengan waktu demi melindungi masyarakat, kini mencengkeram erat tangan mungil buah hati.

Pelukan hangat yang diberikan sebelum anak melangkah masuk ke ruang kelas menjadi bukti nyata, bahwa di balik tanggung jawab besar mengabdi kepada negara dan masyarakat, para anggota Polri juga adalah sosok ayah yang memiliki kasih sayang begitu dalam. 

Selama ini, waktu mereka seringkali tersita habis oleh panggilan dinas yang datang kapan saja, seringkali harus berangkat pagi buta dan pulang larut malam, sehingga momen sederhana seperti mengantar anak berangkat sekolah pun menjadi sesuatu yang sangat jarang dan mahal harganya. Melalui GAMAS, semua itu kini bisa terwujud.

Salah satu personel yang turut serta merasakan kebahagiaan itu adalah IPDA Herman. Dengan penuh rasa bahagia usai melepas anaknya melangkah masuk ke kelas, ia mengungkapkan perasaannya dengan jujur.

“Ini adalah momen yang sangat spesial dan tak ternilai bagi kami selaku orang tua sekaligus anggota kepolisian. Selama ini, tugas negara memang menuntut kami untuk selalu siap siaga, sering kali membuat kami harus berangkat lebih pagi dan pulang larut, sehingga jarang sekali punya waktu luang cukup panjang sekadar untuk berjalan santai mengantar anak ke sekolah," ungpa IPDA Herman, Senin, 13 Juli 2026.

Hari ini, rasanya ada bagian yang selama ini terasa kurang, kini terisi lengkap sudah. Melihat dia tersenyum lebar sambil berpegangan erat di tangan saya, itu adalah kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan apa pun. Terima kasih Kementerian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Polda Sulbar sudah menghadirkan gerakan yang begitu bermakna ini,” ungkapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menjelaskan, Gerakan GAMAS ini dilandasi kesadaran penuh, bahwa kehadiran dan peran aktif sosok ayah memiliki dampak yang sangat besar bagi tumbuh kembang psikologis anak, terutama dalam membangun rasa percaya diri, rasa aman, serta karakter yang kuat sejak usia dini. 

"Kehadiran ayah di hari pertama masuk sekolah diyakini akan menjadi kenangan indah yang akan selalu diingat oleh anak hingga mereka dewasa kelak", tuturnya. (*)

Berita Terbaru

Ngotot RSUD EC Tidak Bersalah di Kasus Pembuangan Limbah B3, Eri Cahyadi Ancam Pidanakan Pelaku

Ngotot RSUD EC Tidak Bersalah di Kasus Pembuangan Limbah B3, Eri Cahyadi Ancam Pidanakan Pelaku

Kamis, 27 Agu 2026 11:59 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 11:59 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan merek spuit atau jarum suntik yang ditemukan bersama ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun …

Kasus Limbah B3 Medis Dibuang Sembarangan, Pemkot Surabaya Panggil PT Wastec International

Kasus Limbah B3 Medis Dibuang Sembarangan, Pemkot Surabaya Panggil PT Wastec International

Kamis, 27 Agu 2026 11:55 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 11:55 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menindaklanjuti laporan hasil kegiatan pengawasan DLH Kabupaten Sidoarjo,…

Semangat Teladan Rasulullah, Polda Sulbar Siap Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Semangat Teladan Rasulullah, Polda Sulbar Siap Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Kamis, 27 Agu 2026 09:54 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 09:54 WIB

POLDA SULBAR- Gemuruh lantunan indah ayat suci Al-Qur’an dan shalawat nabi menggema di Masjid Jabal Rahmah Mapolda Sulbar, Kamis (27/8/26), dalam peringatan M…

William Wirakusuma: Jarum Suntik Sembarangan Bukan dari RSEC, Pelakunya Harus Diusut

William Wirakusuma: Jarum Suntik Sembarangan Bukan dari RSEC, Pelakunya Harus Diusut

Kamis, 27 Agu 2026 07:30 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:30 WIB

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma, menanggapi temuan limbah medis berupa jarum suntik yang dibuang sembarangan dan sempat d…

Sengketa Lahan Rp21 Miliar PT Java Fortis vs Nany Widjaja: AUP Jadi Titik Panas!

Sengketa Lahan Rp21 Miliar PT Java Fortis vs Nany Widjaja: AUP Jadi Titik Panas!

Rabu, 26 Agu 2026 21:50 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 21:50 WIB

  SURABAYA – Perdebatan mengenai dasar pembuktian kembali mengemuka dalam persidangan sengketa pengadaan lahan kawasan industri seluas sekitar 150 hektare di J…

Warkop Diduga Jual Miras Dilaporkan Warga, Satpol PP Surabaya Sita 29 Botol

Warkop Diduga Jual Miras Dilaporkan Warga, Satpol PP Surabaya Sita 29 Botol

Rabu, 26 Agu 2026 18:17 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 18:17 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat merespons laporan warga melalui Hotline Lapor Cak Eri terkait dugaan penjualan minuman beralkohol …