Nganjuk - Ada cerita mengharukan dalam proses evakuasi para penumpang Bus Sugeng Rahayu yang terbalik dalam sungai usai bertabrakan dengan truk Fuso di Nganjuk pada Sabtu (4/7/2026) kemarin.
Seorang polisi melakukan aksi heroik, menyelematkan bayi yang menjadi salah satu penumpang bus jurusan Surabaya-Yogyakarta itu. Sosok itu bernama Aipda Sutrisno, Bhabinkamtibmas Polsek Bagor.
Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu yang membawa 40 orang penumpang kontra truk Fuso itu terjadi di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 12.30 WIB. Dari seluruh penumpang, tercatat 27 di antaranya mengalami luka.
"Bayi itu sempat tercebur sungai. Kemudian ditolong bersama-sama oleh warga setempat, termasuk Pak Tris (Aipda Sutrisno). Setelah dievakuasi, bayi itu digendong Pak Tris masuk ambulans menuju rumah sakit," ujar Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, Senin (5/7/2026).
Dalam video dan foto-foto yang beredar, wajah Aipda Sutrisno tampak pucat dan panik saat menggendong bayi itu, untuk dibawa ke rumah sakit.
"Karena bayi itu sudah diam tidak bisa menangis. Setelah ada ambulans datang, Pak Tris langsung masuk untuk membawa bayi itu ke rumah sakit. Alhamdulillah bayi itu selamat dan sehat lagi," beber Fajar.
Memang, berdasarkan data Unit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, dari 27 orang yang dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD setempat, semuanya selamat dan hanya mengalami luka ringan.
"Jumlah korban 27 orang. Semuanya hanya luka ringan," tegas Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, yang saat itu juga di TKP.
Di TKP, pertolongan tidak hanya dilakukan Aipda Sutrisno seorang. Sejumlah anggota polisi dari Polsek Bagor dan Polres Nganjuk juga diterjunkan. Mereka mengevakuasi seluruh penumpang bus bersama TNI dan warga setempat.
Editor : Redaksi