Gusti Moeng: Tradisi Labuhan Karaton Surakarta Tidak Terikat Bulan Suro

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tradisi Labuhan di Karaton Surakarta Hadiningrat
Tradisi Labuhan di Karaton Surakarta Hadiningrat

i

SURAKARTA – Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., atau yang akrab disapa Gusti Moeng, menegaskan bahwa tradisi labuhan di Karaton Surakarta Hadiningrat tidak memiliki ketentuan adat yang mewajibkan pelaksanaannya pada bulan Suro.

Menurut Gusti Moeng, dalam tradisi masyarakat Jawa, bulan Suro memang dikenal sebagai waktu yang sarat nilai spiritual. Berbagai laku budaya dan keagamaan seperti tirakat, doa bersama, hingga kegiatan bersih-bersih (resik-resik) lazim dilakukan pada bulan tersebut. Pelaksanaannya pun tidak selalu harus bertepatan dengan malam Jumat atau malam Selasa, melainkan mengikuti kebiasaan dan tradisi masing-masing masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dalam pakem adat Karaton Surakarta Hadiningrat, tidak terdapat aturan yang menyebutkan bahwa prosesi labuhan wajib dilaksanakan pada bulan Suro.

"Di dalam adat Karaton tidak ada waton bahwa labuhan harus dilaksanakan pada bulan Suro. Hal itu juga dapat dilihat pada naskah-naskah di Sasana Pustaka. Tidak ada ketentuan mengenai labuhan pada bulan Suro," ujar Gusti Moeng di Surakarta, Minggu (5/7/2026) malam.

Gusti Moeng menjelaskan, labuhan merupakan salah satu prosesi adat yang dilakukan apabila terdapat pusaka atau benda tertentu yang berdasarkan ketentuan adat memang harus dilabuhkan. Oleh karena itu, pelaksanaannya bersifat kondisional dan tidak bergantung pada penanggalan bulan tertentu dalam kalender Jawa.

"Karaton bisa melakukan labuhan setiap saat apabila memang ada barang yang harus dilabuh. Jadi tidak harus menunggu bulan Suro," tegasnya.

Ia berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai tradisi Karaton Surakarta agar tidak muncul anggapan bahwa seluruh prosesi adat selalu berkaitan dengan bulan Suro.

Menurutnya, meskipun bulan Suro memiliki kedudukan penting dalam budaya Jawa sebagai momentum refleksi, tirakat, dan penguatan nilai-nilai spiritual, pelaksanaan prosesi labuhan di Karaton Surakarta tetap mengacu pada ketentuan adat yang berlaku serta kebutuhan prosesi itu sendiri.

"Pakem adat menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan setiap upacara Karaton. Karena itu, pelaksanaan labuhan didasarkan pada ketentuan adat dan kebutuhan prosesi, bukan karena harus bertepatan dengan bulan Suro," pungkas Gusti Moeng. (*)

Berita Terbaru

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Terkait Dugaan Gratifikasi

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Terkait Dugaan Gratifikasi

Kamis, 20 Agu 2026 07:45 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 07:45 WIB

JAKARTA— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Kepala Kanwil DJP Banten dan Jakarta Khusus, Mohammad Haniv, terkait dugaan gratifikasi. Penahanan d…

3 Pendaki Tersesat di Gunung Krincing Bondowoso, Korban Diduga Kehabisan Bekal

3 Pendaki Tersesat di Gunung Krincing Bondowoso, Korban Diduga Kehabisan Bekal

Kamis, 20 Agu 2026 07:42 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 07:42 WIB

BONDOWOSO – Tiga pendaki asal Bali dan Solo dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Krincing di kawasan Pegunungan Argopuro, Kecamatan Grujugan, Kabupaten B…

Cegah Jalan Lingkungan Jadi Lahan Parkir, RW 1 Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu

Cegah Jalan Lingkungan Jadi Lahan Parkir, RW 1 Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu

Kamis, 20 Agu 2026 07:41 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 07:41 WIB

SURABAYA- RW 1 Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, menerapkan aturan larangan parkir kendaraan di jalan lingkungan. Kebijakan yang mulai…

Pengedar Sabu di Panceng Gresik Ditangkap, Modal Beli Narkoba dari Judol

Pengedar Sabu di Panceng Gresik Ditangkap, Modal Beli Narkoba dari Judol

Rabu, 19 Agu 2026 23:41 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:41 WIB

Gresik - Satresnarkoba Polres Gresik meringkus seorang pengedar narkoba dalam Operasi Tumpas Semeru 2026. Ironisnya, pelaku berinisial EP, warga Desa…

Basarnas Dorong Pembentukan Unit Siaga SAR di Kediri, Layanan Kedaruratan Ditarget Lebih Cepat

Basarnas Dorong Pembentukan Unit Siaga SAR di Kediri, Layanan Kedaruratan Ditarget Lebih Cepat

Rabu, 19 Agu 2026 23:38 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:38 WIB

Kediri - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendorong pembentukan Unit Siaga SAR (USS) di Kota Kediri. Rencana tersebut diharapkan dapat…

Brimob Polda Jatim Kirim Water Treatment ke NTT, Bisa Produksi 5.000 Liter/Jam

Brimob Polda Jatim Kirim Water Treatment ke NTT, Bisa Produksi 5.000 Liter/Jam

Rabu, 19 Agu 2026 23:34 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 23:34 WIB

Surabaya - Polda Jawa Timur memberangkatkan kendaraan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa…