Dipimpin Langsung PB XIV, Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta Diikuti Lebih dari 5.000 Peserta

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta diikuti ribuan peserta
Kirab Malam 1 Suro Karaton Surakarta diikuti ribuan peserta

i

SOLO– Kirab Pusaka Malam 1 Suro Karaton Surakarta Hadiningrat yang dipimpin langsung oleh Sinuhun Paku Buwono XIV berlangsung khidmat dan sukses pada Selasa malam (16/6/2026) hingga Rabu dini hari (17/6/2026). Tradisi sakral menyambut Tahun Baru Jawa 1960 Be tersebut diikuti lebih dari 5.000 peserta dan mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat yang memadati kawasan Baluwarti hingga sepanjang rute kirab.

Dalam prosesi tersebut, sebanyak 14 pusaka Karaton Surakarta Hadiningrat serta tiga ekor Kebo Bule keturunan Kiai Slamet diarak mengelilingi Kota Solo sebagai bagian dari tradisi adiluhung yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kirab tahun ini memiliki makna istimewa karena menjadi Kirab Malam 1 Suro pertama yang dipimpin langsung oleh Paku Buwono XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai BRM Mangkubumi dan kemudian menyandang gelar KGPH Hangabehi sejak tahun 2022, sebelum dinobatkan sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIV pada 13 November 2025.

Prosesi dimulai dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta Hadiningrat. Satu per satu pusaka karaton dikeluarkan dari dalam kedhaton dengan pengawalan para sentana dalem, abdi dalem, serta anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA) dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasana sakral semakin terasa dengan nyala ratusan petromaks dan obor tradisional (oncor) yang menerangi kawasan karaton dan jalur kirab.

Sebelum kirab dimulai, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), menyerahkan Kanjeng Kyai Pecut dari Kori Kamandungan kepada Pengageng Karti Puro sebagai simbol dimulainya prosesi kirab.

Saat ini jabatan Pengageng Karti Puro diemban oleh KPH Djoyo Adilogo, cucu Sinuhun Paku Buwono XII sekaligus putra almarhumah GKR Galuh Kencana, yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawalan keturunan Kebo Bule Kiai Slamet selama prosesi berlangsung.

Adapun rute kirab dimulai dari Kamandungan Karaton Surakarta menuju Alun-Alun Utara, Gapura Gladag, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi, dan kembali memasuki kawasan karaton melalui Jalan Pakoe Boewono.

Gusti Moeng: Terima Kasih kepada Masyarakat

Usai prosesi kirab, Gusti Moeng menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan serta mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut hadir dan mendoakan Karaton Surakarta Hadiningrat.

"Alhamdulillah, seluruh pusaka telah kembali masuk dengan selamat. Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan mendoakan. Semoga Karaton Surakarta semakin tentrem dan mampu terus menjaga warisan budaya leluhur untuk generasi mendatang," ujar Gusti Moeng, Rabu (17/6/2026).

Menurut Gusti Moeng, persiapan Kirab Malam 1 Suro telah dilakukan hampir satu bulan penuh melalui rapat koordinasi bersama sentana dalem, abdi dalem, dan berbagai unsur pendukung lainnya.

Selain itu, ritual jamasan pusaka juga dilakukan selama beberapa hari sebelum pelaksanaan kirab sebagai bagian dari rangkaian tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Diikuti Lebih dari 5.000 Peserta

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan jumlah pusaka yang dikirab tahun ini disesuaikan dengan era pemerintahan PB XIV.

"Pusaka yang dikirab berjumlah 14 sesuai dengan era pemerintahan PB XIV. Peserta kirab kurang lebih mendekati 5.000 orang," katanya.

Sementara itu, tokoh senior Karaton Surakarta, KRMH Saptono Djati, menilai Kirab Malam 1 Suro tahun ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah disaksikannya sejak era Sinuhun Paku Buwono XII.

"Upacara adat kali ini berjalan sangat baik, lancar, dan merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah yang pernah saya alami sejak era Sinuhun Paku Buwono XII. Lebih dari 5.000 peserta mengikuti kirab yang dipimpin langsung oleh PB XIV. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap Karaton Surakarta Hadiningrat masih sangat besar," ujarnya.

Luhuring Rasa Hanggatra Budaya

Pada Tahun Jawa 1960 Be, Karaton Surakarta Hadiningrat mengangkat tema atau sengkalan "Luhuring Rasa Hanggatra Budaya".

Menurut KRMH Budayaningrat, tema tersebut mengandung makna penting tentang upaya meninggikan rasa kemanusiaan, memperhalus budi pekerti, dan memperkuat kesadaran budaya sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Kirab Pusaka Malam 1 Suro tidak hanya menjadi simbol pergantian Tahun Baru Jawa, tetapi juga menjadi momentum refleksi, introspeksi diri, serta penguatan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Kirab berakhir sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Seluruh peserta, pusaka, dan rombongan Kebo Bule kembali memasuki lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat dengan tertib dan aman.

Pelaksana Pelestarian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.

"Sudah selesai semuanya. Aman dan berjalan baik. Kita doakan semuanya sesuai dengan harapan dan rencana bersama," katanya.

Keberhasilan Kirab Pusaka Malam 1 Suro 2026 kembali menegaskan posisi Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Jawa yang terus hidup, berkembang, dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. (*)

Berita Terbaru

Dugaan Pemerkosaan Dua Santriwati di Sidoarjo: BBHAR PDIP Jatim Mintakan Perlindungan dan Restitusi dari LPSK

Dugaan Pemerkosaan Dua Santriwati di Sidoarjo: BBHAR PDIP Jatim Mintakan Perlindungan dan Restitusi dari LPSK

Sabtu, 01 Agu 2026 17:00 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 17:00 WIB

​​SURABAYA – Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur secara resmi mengajukan permohonan bantuan perlindungan hukum, pemuli…

Ditlantas Polda Sulbar Tebar Senyum, Ringankan Beban Lewat Berbagi Makanan dan Minuman

Ditlantas Polda Sulbar Tebar Senyum, Ringankan Beban Lewat Berbagi Makanan dan Minuman

Sabtu, 01 Agu 2026 12:54 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 12:54 WIB

POLDA SULBAR - Di hari yang penuh keberkahan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kembali turun ke jalan menyapa dan berbagi kasih sayang lewat…

Viral di Medsos Soal Tuduhan Eksploitasi, Pemkot Surabaya Pastikan Anak Bersekolah dan Diasuh Baik oleh Ayahnya

Viral di Medsos Soal Tuduhan Eksploitasi, Pemkot Surabaya Pastikan Anak Bersekolah dan Diasuh Baik oleh Ayahnya

Sabtu, 01 Agu 2026 10:02 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 10:02 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial (medsos) yang menuding seorang anak berusia lima tahun…

Pemilik Ruko di Batam yang Digerebek BNN Terkait Pabrik Narkoba Berinisial AH

Pemilik Ruko di Batam yang Digerebek BNN Terkait Pabrik Narkoba Berinisial AH

Sabtu, 01 Agu 2026 09:52 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 09:52 WIB

BATAM- Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil membongkar jaringan penyelundupan dan peracikan narkotika…

TPG Guru Agama Tuntas Dicairkan, DPRD Surabaya Minta Perencanaan Anggaran Lebih Matang

TPG Guru Agama Tuntas Dicairkan, DPRD Surabaya Minta Perencanaan Anggaran Lebih Matang

Jumat, 31 Jul 2026 20:21 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 20:21 WIB

SURABAYA – Komisi D DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam penyusunan anggaran agar pencairan Tunjangan Profesi G…

Ibadah Bersama Anak Yatim: Keberkahan Doa Menjadi Pondasi Kokoh Menjaga Keamanan Sulawesi Barat

Ibadah Bersama Anak Yatim: Keberkahan Doa Menjadi Pondasi Kokoh Menjaga Keamanan Sulawesi Barat

Jumat, 31 Jul 2026 19:31 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 19:31 WIB

POLDA SULBAR- Menyadari bahwa kekuatan sejati menjaga kedamaian tidak hanya datang dari kesiapan fisik dan ketegasan aturan, melainkan juga dari keberkahan doa…