Viral di Medsos Soal Tuduhan Eksploitasi, Pemkot Surabaya Pastikan Anak Bersekolah dan Diasuh Baik oleh Ayahnya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial (medsos) yang menuding seorang anak berusia lima tahun menjadi korban penelantaran dan eksploitasi oleh ayah kandungnya dengan cara diajak mengemis maupun mengamen. Setelah melakukan klarifikasi bersama kepolisian, hingga kini belum ditemukan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang beredar.

"Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen," kata Ida saat berkunjung ke rumah anak tersebut di kawasan Dinoyo, Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Selain itu, Ida menuturkan bahwa tim DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan ayah dan anak tersebut. Hasilnya, anak berada dalam kondisi baik dan saat ini diasuh oleh ayahnya. "Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya," ujarnya.

Selain menemui sang anak, Pemkot Surabaya juga meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun, hingga kini bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum dapat ditunjukkan. "Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya," jelas Ida.

Untuk itu, Ida menegaskan, sejauh ini belum ada fakta yang membenarkan informasi yang beredar di media sosial. "Sampai saat ini belum ada klarifikasi kebenaran dari apa yang disampaikan oleh ibunya," imbuhnya.

Saat ditanya apakah tuduhan tersebut berarti tidak benar, Ida menjelaskan bahwa hingga kini tuduhan tersebut belum dapat dibuktikan. Terlebih, pihaknya juga melihat langsung anak masih mendapatkan pengasuhan yang baik dari ayahnya.

"Jadi sementara kami memang percaya bapaknya, karena bapaknya sudah bisa melakukan pengasuhan dengan baik, anaknya juga sudah disekolahkan. Tadi pagi kami cek ke sekolahnya juga anaknya sekolah dan diantar oleh bapaknya," ungkap dia.

Di samping itu, Ida menyatakan bahwa tim DP3A-PPKB Surabaya juga memastikan kondisi psikologis anak tidak menunjukkan adanya trauma. "Secara psikologi anaknya baik-baik saja, tidak ada trauma, dia bermain, berkomunikasi dengan baik. Dengan kami pun juga tidak ada ketakutan, langsung bisa akrab begitu," katanya.

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan mengaku tengah berupaya mendapatkan kembali anaknya berinisial A yang berusia lima tahun. Perempuan tersebut menyebut anaknya dibawa mantan suaminya sejak awal Maret 2026 setelah sebelumnya diantar menginap saat libur sekolah. Namun, ketika hendak dijemput untuk kembali bersekolah, mantan suaminya disebut menolak mengembalikan anak tersebut.

Menanggapi tuduhan yang beredar, Sunardi selaku ayah A membantah informasi yang menyebut dirinya menelantarkan maupun mengeksploitasi putrinya. "Saya memberikan A pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah," tegas Sunar.

Ia juga membantah tuduhan bahwa putrinya pernah diajak mengamen ataupun mengemis. "Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Saya enggak pernah menyuruh anak saya ngamen, mengemis," tegas dia.

Pernyataan serupa juga disampaikan kakak kandung Sunardi, Hariyanto. Menurut dia, A selama ini diasuh dengan baik oleh ayahnya dan kebutuhan sehari-harinya juga terpenuhi. "Kalau A sama ayahnya ya baik-baik saja. Kalau di (Pasar Keputran) ya sekadar main. Kalau terkait kayak makan sudah dicukupi sama ayahnya," ujar Hariyanto.

Ia juga membantah tuduhan bahwa keponakannya pernah diajak mengemis atau ditelantarkan oleh Sunar. "Enggak pernah diajak ngemis, itu enggak pernah. Apalagi ditelantarkan, itu enggak ada," katanya.

Bahkan, Hariyanto mengaku jika keluarga besar Sunar juga turut membantu merawat A. "Semua saudaranya Sunar tanggung jawab sama keponakan, bantu. Kasih jajan, kasih makan. Enggak pernah ditelantarkan," tegas dia.

Menurut Hariyanto, selain sekolah, keseharian A juga lebih banyak dihabiskan dengan bermain bersama saudara dan anak-anak lain. "Kalau di Pasar Keputran itu ya main sama saudaranya, ya lari-lari gitu. Ya, sama anak saya, sama anak tetangga juga," ungkap dia.

Keterangan senada juga disampaikan kakak kandung Sunardi lainnya, Iramawati. Ia juga membantah tuduhan bahwa A ditelantarkan oleh ayahnya. "(Tuduhan) palsu itu semua, apalagi ditelantarkan. Apalagi dibilang minta-minta, itu tidak benar," tegas Iramawati.

Menurutnya, keberadaan A di Pasar Keputran sebagaimana terlihat dalam video yang beredar hanya sedang bermain saat menemani tantenya berjualan. "Di Pasar Keputran itu cuma main-main saja. Ikut tantenya jualan cabai, peracangan di Pasar Keputran," tutupnya. (*)

 

Berita Terbaru

Pemilik Ruko di Batam yang Digerebek BNN Terkait Pabrik Narkoba Berinisial AH

Pemilik Ruko di Batam yang Digerebek BNN Terkait Pabrik Narkoba Berinisial AH

Sabtu, 01 Agu 2026 09:52 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 09:52 WIB

BATAM- Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil membongkar jaringan penyelundupan dan peracikan narkotika…

TPG Guru Agama Tuntas Dicairkan, DPRD Surabaya Minta Perencanaan Anggaran Lebih Matang

TPG Guru Agama Tuntas Dicairkan, DPRD Surabaya Minta Perencanaan Anggaran Lebih Matang

Jumat, 31 Jul 2026 20:21 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 20:21 WIB

SURABAYA – Komisi D DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam penyusunan anggaran agar pencairan Tunjangan Profesi G…

Ibadah Bersama Anak Yatim: Keberkahan Doa Menjadi Pondasi Kokoh Menjaga Keamanan Sulawesi Barat

Ibadah Bersama Anak Yatim: Keberkahan Doa Menjadi Pondasi Kokoh Menjaga Keamanan Sulawesi Barat

Jumat, 31 Jul 2026 19:31 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 19:31 WIB

POLDA SULBAR- Menyadari bahwa kekuatan sejati menjaga kedamaian tidak hanya datang dari kesiapan fisik dan ketegasan aturan, melainkan juga dari keberkahan doa…

Sebut Proyek Revitalisasi SMAN 1 Loceret Amburadul, LKHPI Siapkan Laporan ke Kejaksaan

Sebut Proyek Revitalisasi SMAN 1 Loceret Amburadul, LKHPI Siapkan Laporan ke Kejaksaan

Jumat, 31 Jul 2026 17:18 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:18 WIB

Proyek revitalisasi di SMAN 1 Loceret itu menggunakan APBN sebesar Rp 765 juta. Dana itu dikucurkan Kemendikdasmen.…

Karaton Surakarta Hadiningrat Resmi Buka Rangkaian Sekaten 2026, Perkuat Syiar Islam dan Pelestarian Budaya

Karaton Surakarta Hadiningrat Resmi Buka Rangkaian Sekaten 2026, Perkuat Syiar Islam dan Pelestarian Budaya

Jumat, 31 Jul 2026 15:58 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:58 WIB

SURAKARTA – Karaton Surakarta Hadiningrat akan secara resmi membuka rangkaian Sekaten Tahun Be 1960/2026 pada Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 15.30 WIB di K…

Jaga Stamina dan Kekompakan: Kapolda Sulbar Bersama Jajaran Rutin Olahraga Demi Pelayanan Prima

Jaga Stamina dan Kekompakan: Kapolda Sulbar Bersama Jajaran Rutin Olahraga Demi Pelayanan Prima

Jumat, 31 Jul 2026 15:53 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:53 WIB

POLDA SULBAR - Tubuh yang bugar adalah modal utama untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab. Demi menjaga kondisi fisik serta…