LAMONGAN – Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Lamongan menggelar Pelatihan Pengendalian Hama Tikus yang dirangkai dengan peletakan batu pertama Rumah Burung Hantu (RUBUHA), sebagai bagian dari upaya mendorong pengendalian hama pertanian secara alami.
Peletakan batu pertama RUBUHA dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr. H. Shodikin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar JATAM Lamongan dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.
Ketua PDM Lamongan, Dr. H. Shodikin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif JATAM Lamongan yang terus mendorong kegiatan edukasi dan pemberdayaan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Saya mengapresiasi langkah JATAM Lamongan yang terus berikhtiar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujar Dr. H. Shodikin.
Menurutnya, pengendalian hama tikus merupakan salah satu persoalan penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, diperlukan upaya dan inovasi yang dapat membantu petani menjaga hasil pertanian.
“RUBUHA ini merupakan ikhtiar yang baik. Semoga bisa memberikan manfaat bagi petani dan menjadi bagian dari solusi pengendalian hama tikus secara alami,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Semoga JATAM Lamongan semakin maju, semakin kompak, dan terus memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Dengan kebersamaan dan berjamaah, insyaallah kita kuat,” pungkasnya.
Dapat Dukungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan Pelatihan Pengendalian Hama Tikus dan peletakan batu pertama RUBUHA tersebut turut mendapat dukungan dari Komandan Shobikin Amin dan Eko Cahyono selaku Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Lamongan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam memperkuat kegiatan pemberdayaan masyarakat serta pengembangan pengetahuan di bidang pertanian.
Pelatihan ini juga diikuti peserta dari berbagai penjuru Lamongan yang hadir untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait pengendalian hama tikus.
Selain agenda pelatihan, kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Sejumlah peserta maupun pihak yang hadir turut berpartisipasi dengan membawa berbagai hidangan, seperti ikan bakaran, pisang, melon, legen, dan makanan lainnya.
JATAM Lamongan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui pembangunan RUBUHA dan pelatihan pengendalian hama tikus, JATAM Lamongan berharap dapat terus mendorong inovasi pertanian sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Semangat “Dengan Berjamaah Kita Kuat” menjadi landasan kebersamaan JATAM Lamongan dalam mengembangkan gerakan pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat. (dim)
Editor : Redaksi