Pemkot Surabaya Beri Insentif Rp300 Ribu bagi Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas Satpol PP mengamankan kursi taman kota yang dicuri orang tak bertanggung jawab
Petugas Satpol PP mengamankan kursi taman kota yang dicuri orang tak bertanggung jawab

i

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap masih maraknya aksi pencurian fasilitas umum (Fasum) di sejumlah taman kota. Tidak hanya kursi besi, pelaku juga menyasar kabel lampu hias, pot tanaman, hingga bunga yang dipasang untuk mempercantik ruang publik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, taman kota tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga tempat interaksi sosial bagi masyarakat. Karena itu, pemkot melengkapi taman dengan berbagai fasilitas, mulai dari area bermain anak, tempat duduk, lampu hias, hingga ornamen dekoratif.

"Jadi kalau jumlah seluruh taman Kota Surabaya itu lebih dari 800, dan untuk taman aktif jumlahnya ada 47. Taman aktif itu dimana ada aktivitas warga bertemu. Makanya kita harus jaga taman itu bersih supaya warga mau datang," kata Fikser, Jumat (7/8/2026).

Meski telah dilengkapi berbagai fasilitas, taman kota justru kerap menjadi sasaran pencurian. Salah satu yang paling sering hilang adalah kursi besi yang dipasang di taman maupun pedestrian.

Fikser menjelaskan, kursi besi tersebut mulai dipasang sejak tahun 2016-2026. Hingga kini, sekitar 220 titik kursi telah tersedia sebagai fasilitas bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Nilai setiap kursi pun tidak murah, yakni lebih dari Rp3 juta per unit. "Satu kursi itu hampir Rp3 juta lebih. Karena memang berat dia kan (bahan) dari macam krom baja," ujarnya.

Untuk mencegah aksi pencurian, DLH Surabaya telah memasang berbagai sistem pengaman. Kursi-kursi tersebut dipasang menggunakan baut drat khusus dan dilas pada bagian kaki agar tidak mudah dipindahkan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan aksi pelaku.

"Selain memang berat, kita juga pasang semacam las yang kita kunci di kaki, kita juga pakai baut drat untuk kita kunci, ada juga yang dilas. Untuk menjaga supaya kursi itu tidak diambil dan tidak bergeser, tapi kenyataan juga ada yang diambil," katanya.

Selain kursi besi, DLH Surabaya juga mencatat sering terjadi pencurian pot bunga hingga tanaman hias. Bahkan, aksi pencurian juga menyasar kabel lampu hias yang dipasang di taman-taman kota.  "Jadi kabel-kabel lampu lilit itu juga diambil. Lampu-lampu lilit itu kita pasang ada di Sungai Kalimas, taman-taman dan pohon-pohon," ujar Fikser.

Menurutnya, kabel yang dicuri tidak hanya beberapa meter, tetapi bisa mencapai puluhan meter dalam satu kali aksi. Fikser menduga aksi pencurian kabel dilakukan oleh kelompok yang sudah berpengalaman karena mampu melepas kabel dalam waktu singkat.

"Karena kabel dia bisa curi dalam waktu singkat sekian puluh meter. Itu kalau orang enggak biasa kan lilitnya susah. Dan saya kira mereka enggak individu, punya tim yang untuk melakukan itu," tuturnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya mengajak masyarakat ikut berperan menjaga fasilitas umum. DLH Surabaya bahkan telah lama menjalankan program apresiasi berupa hadiah Rp300.000 bagi warga yang berhasil mendokumentasikan aksi pencurian maupun pelanggaran lingkungan.

"Jadi kita membuat sayembara ini memang sudah lama. Bukan sekadar melapor kehilangan, tapi harus ada (bukti) orang yang melakukan pengambilan pencurian. Cukup foto, upload ke IG-nya Dinas Lingkungan Hidup, kita respons, kita berikan uang Rp300.000," kata Fikser.

Fikser menegaskan, keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat anggaran yang dikeluarkan pemkot untuk membangun dan merawat taman serta ruang terbuka hijau tidak sedikit. Karena itu, ia berharap seluruh warga memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas kota sehingga dapat bersama-sama menjaga aset publik dari aksi pencurian maupun vandalisme.

"Mari kita bersama-sama jaga kota ini agar orang mau datang berlibur, berinvestasi di kota ini. Dan kembali lagi (hasilnya) buat kesejahteraan warga Surabaya," tutupnya. (*)

 

Berita Terbaru

450 Polisi Wanita dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026

450 Polisi Wanita dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026

Selasa, 22 Sep 2026 12:04 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 12:04 WIB

BADUNG– Indonesia kembali menjadi tuan rumah konferensi polisi perempuan dunia. Sebanyak 450 peserta dari 43 negara berkumpul di Bali dalam The 63rd I…

TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sianida Ilegal Asal Filipina, Simak Kronologinya

TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sianida Ilegal Asal Filipina, Simak Kronologinya

Selasa, 22 Sep 2026 11:58 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:58 WIB

GORONTALO- TNI AL dalam hal ini Lanal Gorontalo dibawah jajaran Kodaeral VIII dan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya pengiriman ilegal bahan kimia berbahaya…

KKP Temukan 144 Ton Udang Vannamei Impor di PT PT Bumi Menara Internusa Lamongan

KKP Temukan 144 Ton Udang Vannamei Impor di PT PT Bumi Menara Internusa Lamongan

Selasa, 22 Sep 2026 09:55 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 09:55 WIB

LAMONGAN– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel 144 ton udang vannamei impor yang ditemukan di PT Bumi Menara Internusa (BMI), Kabupaten Lamongan, J…

Anas Karno Dorong Bunda Jelita Diperkuat, Administrasi Anak Disiapkan Sejak Kehamilan

Anas Karno Dorong Bunda Jelita Diperkuat, Administrasi Anak Disiapkan Sejak Kehamilan

Selasa, 22 Sep 2026 09:21 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 09:21 WIB

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mengapresiasi inovasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya m…

DPRKPP Klarifikasi Tiga Kos Dharmahusada Permai, Mengapa Berbeda dengan Penanganan Stay.vie?

DPRKPP Klarifikasi Tiga Kos Dharmahusada Permai, Mengapa Berbeda dengan Penanganan Stay.vie?

Senin, 21 Sep 2026 20:53 WIB

Senin, 21 Sep 2026 20:53 WIB

SURABAYA – Penanganan bangunan yang dimanfaatkan sebagai rumah kos di kawasan Dharmahusada Permai memunculkan tanda tanya. Di satu sisi, Stay.vie Coliving C…

KPK Benarkan OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

KPK Benarkan OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 Sep 2026 20:01 WIB

Senin, 21 Sep 2026 20:01 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin…