SURABAYA– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil membongkar motif di balik aksi pelemparan bom molotov yang menyasar dua pos polisi lalu lintas (polantas) di kawasan Margorejo dan Bundaran Waru pada Sabtu (15/8/2026).
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, membeberkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang pria berinisial 30 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol). Dalam proses pemeriksaan, pelaku mengaku nekat menjalankan aksi berbahaya tersebut dipicu rasa sakit hati usai terkena tilang oleh petugas di jalan.
“Selain alasan sakit hati karena ditilang, pelaku juga beralasan jengkel terkait informasi keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menurutnya tidak ditangani oleh petugas,” ujar Kombes Pol Luthfie sebagaimana dikutip dari akun Instagram resminya, @luthfie.daily, Senin (17/8/2026).
Dalam sesi interogasi mendalam di Polrestabes Surabaya pada Minggu (16/8/2026) dini hari, petugas meminta pelaku memperagakan proses pembuatan bahan peledak sederhana yang digunakannya.
Pelaku memanfaatkan botol kaca bekas minuman berenergi yang kemudian diisi dengan bahan bakar bensin untuk dijadikan perakit bom molotov.
Penangkapan pelaku berlangsung cepat. Tim gabungan Polrestabes Surabaya berhasil meringkusnya dalam kurun waktu kurang dari dua jam setelah kejadian. Keberhasilan ini diraih berkat kejelian petugas memadukan keterangan saksi mata di lapangan serta analisis mendalam terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari hasil penelusuran CCTV, pergerakan pelaku ternyata sudah terpantau mencurigakan sejak dua hari sebelum kejadian, di mana ia beberapa kali mengamati area sekitar Pos Polantas Margorejo.
Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami apakah aksi penyerangan ini murni atas inisiatif pribadi pelaku atau melibatkan pihak lain.
Di akhir keterangannya, Kombes Pol Luthfie mengimbau masyarakat Kota Pahlawan agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar pasca-kejadian tersebut.
“Jangan panik, jangan terprovokasi. Surabaya aman. Mari kita bersama-sama Jogo Suroboyo agar tetap kondusif, aman, dan nyaman untuk semua warga,” pungkasnya
Editor : Redaksi