Debat Pilwali, Pengamat Poltik: Skor Eri-Armudji 80, MA-Mujiaman 78

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Debat perdana antara Eri Cahyadi-Armuji dan MA-Mujiaman
Debat perdana antara Eri Cahyadi-Armuji dan MA-Mujiaman

i

BACASAJA.ID - Debat perdana Pilwali Surabaya 2020 berlangsung cukup aktraktif. Eri Cahyadi-Armudji tampak kalem meski Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno menyerangnya. Justru pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dinilai memiliki kelebihan dalam penguasaan data.

Debat perdana yang mempertarungkan Eri-Armuji dan Machfud-Mujiaman yang dihelat Rabu (4/11) malam, menarik perhatian masayarakat. Termasuk kalangan akademisi. Catur Suratnoaji, misalnya. Pengamat Politik dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya ini menilai dua paslon ini sebenarnya berimbang. Hanya saja, ia menyoroti gerak tubuh Calon Wakil Wali Kota Mujiaman. Beberapa kali mantan Dirut PDAM itu tertangkap kamera sedang berbisik kepada Calon Wali Kota Machfud Arifin (MA).

Menurutnya, ini mengindikasikan ketidaksiapan data dari paslon nomor urut 2. "Saya melihat pasangan Machfud Arifin-Mujiaman tidak begitu menguasai data," ujar Catur, Kamis (5/11).

Ia mencontohkan, beberapa kali MA memberikan pertanyaan yang tidak berbasis data. Namun hanya berdasarkan pandangan mata atau dalam bahasanya melalui blusukan ia menemukan permasalahan.

"Secara metodologis, pandangan mata (saat blusukan) itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, bisa menjadi bias. Seharusnya dengan data," kata Catur.

Selain itu, Catur menilai pernyataan-pernyataan yang dilontarkan MA-Mujiaman lebih banyak bersifat menyerang (ofensif) untuk menjatuhkan lawan. Istilahnya membingkai sebuah pekerjaan dengan kegagalan.

"Apakah benar yang disebutkan berdasar pandangan mata itu sesuai fakta secara keseluruhan. Itu persoalannya," cetus Catur.

Menurutnya, secara keseluruhan debat perdana berlangsung aktraktif. Eri Cahyadi-Armuji unggul sedikit dibanding MA-Mujiaman. "Kalau misalnya saya beri skor, 80 vs 78 lah untuk keunggulan pasangan Eri Cahyadi-Armuji atas Machfud-Mujiaman. Keduanya terlihat tenang meski secara terus menerus diserang. Mereka terlihat cukup menguasai permasalahan serta solusi untuk Surabaya," terang Catur.

Penilaian hampir sama juga dilontarkan peneliti Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam. Menurutnya, dua paslon masih berimbang, karena masing-masing punya kelebihan dan kelemahan.

"Di setiap segmen debat tadi, masing-masing paslon punya plus minus. Bisa dikatakan debat kali ini berbagi skor," ujar Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura.

Surokim melihat paslon nomor 1 lebih defensif, sedang paslon nomor 2 ofensif. Eri Cahyadi tampil dengan bawaan kalem dan santai. Sedangkan Machfud Arifin tampil ofensif dengan membeberkan data-data yang harus dibenahi untuk Kota Surabaya.

"Kalau siapa yang dominan menguasai, saya kira ini berimbang. Karena kedua paslon ini juga pertama kali debat. Hanya bedanya, Mas Eri kalem, Pak Machfud ofensif," imbuhnya.

Mengenai penguasaan data, kata Surokim, kedua paslon sudah merupakan edukasi yang baik kepada para calon pemilih. "Sebagai sebuah panggung debat menurut saya sudah cukup bagus dan bisa memberi edukasi kepada pemilih, minimal adu data terjadi dan itu positif menurut saya. Semua pada akhirnya ada plus minusnya untuk sebuah panggung debat. Tapi dengan mengajukan data-data saya pikir itu menjadi debat yang juga positif," tutup Surokim. (Int/ji)

Tag :

Berita Terbaru

KPK Periksa Dosen Unbraw Malang, Calon Promotor Mantan Wamenimipas Silmy Karim

KPK Periksa Dosen Unbraw Malang, Calon Promotor Mantan Wamenimipas Silmy Karim

Selasa, 29 Sep 2026 21:29 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 21:29 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Brawijaya (Unbraw), Romy Hermawan. Dia akan…

Bawa 25,4 Kg Sabu dalam Alphard, Dua Kurir Diadili

Bawa 25,4 Kg Sabu dalam Alphard, Dua Kurir Diadili

Selasa, 29 Sep 2026 16:37 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:37 WIB

SURABAYA – Dua terdakwa kasus narkotika, Sonny Pentury alias Ambon dan Iwan Wahyudi alias Iwan, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, S…

Kapolda Sulbar dan BPK Perkuat Sinergi Pengawasan Anggaran

Kapolda Sulbar dan BPK Perkuat Sinergi Pengawasan Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 16:31 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:31 WIB

POLDA SULBAR- Langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel terus digelorakan di Sulawesi Barat salah satunya lewat…

Belanja Infrastruktur di RAPBD Surabaya 2027 Capai Rp6,2 Triliun, Banggar Ungkap Alasannya 

Belanja Infrastruktur di RAPBD Surabaya 2027 Capai Rp6,2 Triliun, Banggar Ungkap Alasannya 

Selasa, 29 Sep 2026 14:36 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 14:36 WIB

SURABAYA- Belanja infrastruktur pelayanan publik menjadi salah satu perhatian dalam Rancangan APBD (RAPBD) Surabaya 2027. Alokasi yang disiapkan mencapai…

Rotasi Besar-Besaran di Polda Jatim: Kabid TIK hingga Sejumlah Kapolres Resmi Berganti, Ini Daftarnya!

Rotasi Besar-Besaran di Polda Jatim: Kabid TIK hingga Sejumlah Kapolres Resmi Berganti, Ini Daftarnya!

Selasa, 29 Sep 2026 14:31 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 14:31 WIB

SURABAYA – Polda Jatim menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Jatim serta sejumlah Kapolres j…

Dugaan Penganiayaan di Malunda, ini Penjelasan Tegas Kabid Humas Polda Sulbar!

Dugaan Penganiayaan di Malunda, ini Penjelasan Tegas Kabid Humas Polda Sulbar!

Selasa, 29 Sep 2026 12:40 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 12:40 WIB

POLDA SULBAR- Menanggapi dugaan kasus penganiayaan yang sempat viral di media sosial, Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, menegaskan bahwa Polres …