PPDB di Gresik, Sekolah Negeri Beri Hadiah, Sekolah Swasta Terancam

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ilustrasi
ilustrasi

i

BACASAJA.ID - Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Gresik khawatir sekolah swasta tidak dapat siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021. Pasalnya, sekolah negeri memberi iming-iming hadiah dengan memberi seragam, tas dan lain-lain secara gratis.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua LP Ma'arif NU Gresik, Ahmad Jazuli, yang menjelaskan pada PPDB yang diterapkan mulai dari tahun 2018 lalu tentang kebijakan zonasi. Menurutnya, banyak sekolah swasta di Gresik yang tidak kebagian siswa.

Sebab, menurutnya, dalam PPDB di tingkatan dasar ada kompetisi yang tidak sehat, seperti ada upaya pembiaran praktik iming - iming agar calon siswa Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudatul Athfal (RA) untuk masuk ke lembaga negeri dengan pemberian baju seragam, tas sekolah, sepatu dan lain - lain secara cuma-cuma.

"Banyak sekolah swasta di kabupaten ini yang siswanya sedikit akibat kebijakan zonasi 2018 lalu. Bahkan tingkatan paling dasar seperti TK/RA saja sudah ada iming-iming gratis seperti pemberian baju, sepatu dan tas," ujar Jazuli, Selasa (23/2/2021).

Bahkan, lanjut Jazuli ada yang lebih dari pemberian baju serangam, tas dan sepatu secara gratis yakni dengan memberi sebuah sepeda  kepada calon siswa yang masuk menjadi siswanya.

"Kalau tetap dibiarkan praktek seperti itu, sekolah swasta akan banyak yang tutup karena tidak ada calon siswa yang masuk ke sekolah swasta," ungkap Jazuli.

Menurut dia, harus ada tindakan dari Dinas Pendidikan Gresik untuk mengantisipasi dari upaya iming - iming secara cuma-cuma saat PPDB tahun ini. Jika tidak dilakukan bisa mematikan lembaga pendidikan swasta.

"Kami berharap Dispendik Gresik bisa mengatasi hal tersebut. Kalau tidak bisa Dispendik mematikan lembaga pendidikan swasta dalam PPDB di Kabupaten Gresik," ungkap Jazuli.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Gresik yang membawahi bidang pendidikan, Muhammad mengatakan harusnya tidak boleh ada iming - iming seperti itu dalam PPDB. Seperti dengan pemberian seragam, tas sekolah dan sebagainya dengan gratis.

Sebab, lanjut Muhammad, uang tersebut diberikan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk itu, berharap Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada saat PPDB nanti bisa mencegah melalui cara-cara seperti itu tidak diperbolehkan.

Karena itu, kepala sekolah harus berpedoman pada Peraturan Bupati (Perbup) tentang zonasi di tiap - tiap wilayah dan tidak memberikan iming-iming kepada calon siswa. "Komisi IV DPRD Gresik mengecam bagi kepala sekolah negeri yang memberikan iming -iming dalam PPDB dengan seragam, tas secara gratis. Kepala sekolah negeri harus tau Perbup," terang Muhammad. (TBK)

Berita Terbaru

JUPE Malam hari, Polsek Gubeng Patroli Cegah Kriminalitas sembari Bagikan Sembako kepada Para Pejuang Rupiah

JUPE Malam hari, Polsek Gubeng Patroli Cegah Kriminalitas sembari Bagikan Sembako kepada Para Pejuang Rupiah

Sabtu, 03 Okt 2026 15:21 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYA — Kepedulian kepada masyarakat tidak mengenal waktu. Hal tersebut ditunjukkan Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro, S.T.K., M.H., yang m…

Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan

Perlinsos Digital Jangkau Lebih dari 1 Juta KK di Surabaya, Data Warga Terus Dimutakhirkan

Sabtu, 03 Okt 2026 14:24 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital telah menjangkau 1.004.298 kepala keluarga (KK) di Kota…

Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat

Kasus Dugaan Pungli Lurah di Surabaya Masih Diperiksa, Wali Kota Eri Cari Siapa Saja yang Terlibat

Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB

SURABAYA- Pemeriksaan terhadap seorang lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait dugaan pungutan liar (pungli) masih berjalan di…

Kapolda dan Wakapolda Jatim Diganti, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Gantikan Posisi Irjen Nanang Avianto

Kapolda dan Wakapolda Jatim Diganti, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Gantikan Posisi Irjen Nanang Avianto

Sabtu, 03 Okt 2026 13:56 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 13:56 WIB

SURABAYA - Pasca pergantian Kapolri baru, gerbong mutasi jabatan bergulir. Kali ini jabatan Kapolda Jatim dan Wakapolda Jatim bakal berganti dalam bulan ini.…

Kapolda Sulbar Berganti, Irjen Totok Suharyanto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Irjen Adi Deriyan

Kapolda Sulbar Berganti, Irjen Totok Suharyanto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Irjen Adi Deriyan

Sabtu, 03 Okt 2026 11:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 11:55 WIB

POLDA SULBAR- Sebuah babak baru dimulai untuk Polda Sulawesi Barat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2205/X/Kep./2026 tertanggal 2 Oktober 2026,…

Didik Beldex Serap Aspirasi Warga Tambak Asri, Lansia Tak Dapat Bantuan Jadi Sorotan

Didik Beldex Serap Aspirasi Warga Tambak Asri, Lansia Tak Dapat Bantuan Jadi Sorotan

Sabtu, 03 Okt 2026 08:08 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 08:08 WIB

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Tri Didik Adiono atau yang akrab disapa Didik Beldex, kembali turun ke masyarakat …