Gerebek Pabrik Krupuk Berbahan Boraks di Sidoarjo, Pasutri Ditangkap

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyidik Polresta Sidoarjo menunjukkan barang bukti hasil penggerebekan pabrik kerupuk yang mengandung boraks di Sidoarjo, Senin (1/3/2021). (FOTO IST)
Penyidik Polresta Sidoarjo menunjukkan barang bukti hasil penggerebekan pabrik kerupuk yang mengandung boraks di Sidoarjo, Senin (1/3/2021). (FOTO IST)

i

BACASAJA.ID - Pabrik pembuatan kerupuk di Sidoarjo digerebek polisi lantaran diduga dalam proses pembuatannya terdapat kandungan bahan kimia boraks. Sepasang suami istri jadi tersangka dalam kasus ini.

Kedua tersangka itu berinisial SN dan ST. Pasutri ini memiliki usaha krupuk itu di tiga kecamatan, yakni Tulangan, Wonoayu, dan di Krembung.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Wahyudin Latif mengatakan, pabrik yang digrebek terletak di Kecamatan Krembung, yang kemudian pembuatannya dikerjakan secara home industri di Kecamatan Tulangan, Wonoayu, dan di Krembung itu sendiri.

"Pembuatan kerupuk diduga mengandung boraks ini diperkirakan sudah lima tahun beroperasi yaitu sejak 2015. Tentunya kerupuk yang terdapat bahan kimia jenis boraks bisa membahayakan kesehatan," kata Wahyudin saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Senin (1/3/2021).

Wahyudin menjelaskan, penggerebekan dilakukan berawal dari informasi warga yang resah dengan campuran boraks dari kerupuk hasil jualannya. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mekakukan penelusuran.

"Dari hasil penelusuran yang kami lakukan, berhasil mengamankan 3,9 ton kerupuk siap edar, serta boraks 1,4 ton," ujarnya.

Dari pengakuan tersangka, kerupuk ini rencananya akan diedarkan ke daerah DKI Jakarta, Bali, dan beberapa daerah di Jawa Timur.

"Alhamdulillah kami bisa menghentikan peredaran kerupuk berbahaya ini. Untuk tersangka akan di kenakan pasal 136 atau pasal 142 UU RI Nomor 18 tahun 20112 tentang pangan. Atau pasal 162 ayat (1) UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman hukumannya lima tahun penjara," ucapnya.

Di lokasi yang sama, analis obat dan makanan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Rahmi mengatakan boraks yang digunakan oleh pelaku biasa digunakan untuk campuran bahan bangunan, atau bahan las. Boraks ketika dicampur ke bahan panganan akibatnya akan fatal terhadap tubuh manusia.

"Makanan yang mengandung boraks dikonsumsi dengan jumlah berlebihan, dapat menyebabkan ganguan kesehatan. Diantaranya gangguan ginjal, otak, hati," jelasnya.

Bahkan, lanjut Rahmi, apabila makanan mengandung boraks dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan turunnya darah, menimbulkan depresi, pingsan, hingga kematian.

"Yang jelas bahan makanan yang dicampuri dengan boraks sangat membahayakan organ tubuh kita. Maka kami berharap masyarakat atau pelaku usaha makanan jangan mencampuri makanan dengan bahan berbahaya tersebut," pungkasnya. (ads/L1)

Berita Terbaru

Sengitnya Laga Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2026 di Nganjuk

Sengitnya Laga Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2026 di Nganjuk

Senin, 26 Okt 2026 03:05 WIB

Senin, 26 Okt 2026 03:05 WIB

Tim Bagor meraih juara pertama turnamen yang digelar Kodim Nganjuk dalam rangka HUT Ke-81 TNI ini.…

MAHAKARYA MALPRAKTIK: Ketika Hidung Menjadi Kanvas Eksperimen dan Daun Telinga Jadi Tumbal Arsitektur Apartemen

MAHAKARYA MALPRAKTIK: Ketika Hidung Menjadi Kanvas Eksperimen dan Daun Telinga Jadi Tumbal Arsitektur Apartemen

Minggu, 25 Okt 2026 16:07 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 16:07 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id - Selamat datang di Surabaya, kota pahlawan yang kini punya atraksi baru, yakni wahana tebak-tebakan anatomi berhadiah cacat permanen …

Turun Bersama Anak Muda Bersihkan Pantai Kenjeran, PDIP Surabaya Gelar Merah Muda Fest

Turun Bersama Anak Muda Bersihkan Pantai Kenjeran, PDIP Surabaya Gelar Merah Muda Fest

Minggu, 25 Okt 2026 14:48 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 14:48 WIB

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, mengajak generasi muda menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai aksi nyata. Ajakan itu d…

Bukan Sekadar Pimpinan, Tapi Orang Tua: Hangatnya Doa Kapolda Sulbar di Rumkit Bhayangkara Lewat Momentum Minggu Kasih

Bukan Sekadar Pimpinan, Tapi Orang Tua: Hangatnya Doa Kapolda Sulbar di Rumkit Bhayangkara Lewat Momentum Minggu Kasih

Minggu, 25 Okt 2026 14:46 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 14:46 WIB

POLDA SULBAR– Di balik ketegasan seragam cokelat dan beratnya tanggung jawab menjaga keamanan negeri, tersimpan sisi kemanusiaan dan ikatan kekeluargaan yang b…

Minggu Kasih, Kapolda Sulbar Kunjungi Pura Agung Sthana Dewata Mamuju, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Minggu Kasih, Kapolda Sulbar Kunjungi Pura Agung Sthana Dewata Mamuju, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Minggu, 25 Okt 2026 14:41 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 14:41 WIB

POLDA SULBAR- Dalam rangkaian kegiatan Minggu Kasih, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto berkunjung ke Pura Agung Sthana Dewata Mamuju, Minggu…

Bersama Pengusaha Mancanegara, Brigjen TNI Kohir Raih Leadership Awards 2026

Bersama Pengusaha Mancanegara, Brigjen TNI Kohir Raih Leadership Awards 2026

Minggu, 25 Okt 2026 09:11 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 09:11 WIB

JAKARTA-  Kepemimpinan yang inspiratif tidak hanya tercermin dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, memperkuat s…