BACASAJA.ID - Uji coba Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bersama tiga kepala daerah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik), sempat mengalami kendala.
Kondisi hujan deras di Kota Surabaya, sebabkan lampu stadion mati. Bahkan, saat beberapa menit dimulai ujicoba pertandingan kedua, lampu penerangan stadion mati total. Sehingga pertandingan kedua ini dihentikan.
Apalagi kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk digunakan karena drainase aliran air tidak lancar.
Padahal tahun lalu, Stadion GBT dibenahi agar berstandar internasional. Sebab saat itu diajukan sebagai salah satu venue perhelatan sepak bola dunia U-20.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya, Edi Santoso menjelaskan, secara teknis saat awal renovasi lapangan bahwa test-cast Stadion GBT memang harus dilakukan oleh mantan pemain nasional atau dunia.
“Kalau masalah rumput secara teknis sudah bagus. Intinya ini tes kekuatan rumput, sekaligus tes lampu dari 1.200 lux menjadi 2.400 lux. Jadi hari ini tes yang bagus karena ketika kita akan mulai pertandingan, ada hujan. Jadi kekuatan lampu semuanya teruji hari ini,” kata Edi dikutip Minggu (14/3/2021).
Hasilnya, kata Edi, ujicoba lapangan dihentikan. Sebab, kondisi lampu penerangan stadion mati total. Sehingga ke depan harus segera ada pembenahan.
Bahkan, menurut Edi, kondisi drainase saluran juga terlihat belum lancar. “Terbukti hari ini saluran dan lampu harus ada pembenahan, semuanya mati. Ini menunjukkan bahwa harus dibenahi dulu. Kalau nanti sudah diperbaiki, semua akan kita tes kembali,” jelasnya.
Menurut Edi, Stadion GBT memang belum layak apabila digunakan untuk pertandingan resmi. Karena itu, pihaknya memastikan segera melakukan perbaikan dari kekurangan hasil ujicoba lapangan.
“Jadi kuncinya belum bisa digunakan pertandingan apapun. Bahaya nanti, kasihan tim yang main. Tadi setelah menjajal lapangan dan meninjau stadion, Pak Wali Kota juga menginstruksikan agar lampu dan saluran bisa segera dibenahi,” tandasnya. (byta/L1)
Editor : Redaksi