Biarkan Maradona Mabuk, Dokter Pribadinya Didakwa Pembunuhan Berencana

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Diego Maradona semasa hidup tengah berpose bareng dokter pribadinya Leopoldo Luque, setelah operasi otak karena pembekuan darah. (twitter)
Diego Maradona semasa hidup tengah berpose bareng dokter pribadinya Leopoldo Luque, setelah operasi otak karena pembekuan darah. (twitter)

i

BACASAJA.ID - Tim dokter almarhum legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona menghadapi dakwaan pembunuhan berencana dan terancam hukuman 25 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Soalnya, mereka dituding membiarkan Maradona mengonsumsi alkohol dan ganja padahal kondisi kesehatan sang legenda sedang terancam. Tujuh terdakwa itu antara lain termasuk ahli bedah saraf Maradona, Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov dan psikolog Carlos Diaz.

Mengutip kantor berita AFP, Kejaksaan Agung San Isidro, yang memimpin penyelidikan mengatakan, dakwaan itu didasarkan pada temuan dewan ahli atas kematian Maradona akibat serangan jantung tahun lalu.

Laporan itu menyebutkan kalau Maradona menerima perawatan medis yang tidak sesuai. Maradona, oleh tim dokternya, sengaja dibiarkan untuk mengalami 'periode menyakitkan yang berkepanjangan' setelah menjalani operasi otak karena pembekuan darah.

"Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini menjadi jelas," kata jaksa kepada AFP, Kamis (20/5/2021).

Lantaran dakwaan itu, para terdakwa dilarang meninggalkan Argentina dan harus hadir sebelum penyelidikan antara 31 Mei-14 Juni.

Sebelumnya, orang-orang mengira kematian Maradona adalah wajar karena sakit jantung. Tetapi, kematian sang legenda masuk ke meja hijau lantaran diseret oleh dua dari lima putri Maradona terhadap dr Luque. Oleh para putri Maradona itu, mereka menyalahkan sang dokter atas kondisi ayah mereka yang memburuk setelah operasi otak.

Jaksa meyakini kematian Maradona bukan akibat malpraktek atau kelalaian dokter. Menurut jaksa, tim dokter tahu kondisi Maradona memburuk atau akan mati, tapi tidak melakukan apa pun untuk mencegahnya.

Jaksa mendapatkan serangkaian pesan dan audio yang menunjukkan tim medis mengetahui bahwa Maradona mengkonsumsi alkohol, obat psikiatri dan ganja dalam beberapa bulan terakhir dalam hidupnya.

Dalam kesimpulan laporan itu, dewan medis juga mengatakan bahwa "tanda-tanda risiko hidup" yang ditunjukkan oleh mantan bintang Napoli dan Barcelona itu diabaikan, dan bahwa perawatan dalam beberapa pekan terakhirnya "terganggu oleh penyimpangan". (tna)

Berita Terbaru

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

POLDA SULBAR – Polda Sulbar secara resmi menerbitkan mutasi 223 personel bintara untuk memperkuat jajaran kepolisian di tingkat wilayah. Langkah strategis ini t…

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Polda Sulbar – Keimanan dan profesionalisme menjadi dua pilar penting dalam tugas kepolisian khususnya di Sulbar. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan R…

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

POLDA SULBAR- Terlihat pemandangan berbeda dari kegiatan operasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Polantas Polda Sulbar bersama Samsat dan Jasa Raharja…

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

SURABAYA – Persoalan status tanah dan sulitnya akses air bersih menjadi keluhan warga Warugunung, Kota Surabaya. Selain mempertanyakan lahan yang diklaim masuk …

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…