Begini Kisah Jungkir Balik Perjuangan para Nakes Tangani Covid-19 di Surabaya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 ilustrasi penanganan Covid -19
ilustrasi penanganan Covid -19

i

BACASAJA.ID - Perjuangan para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Surabaya dalam melayani pasien Covid-19 patut diacungi jempol.

Kerja kerasnya dalam menjaga serta merawat masyarakat yang terpapar tak pernah henti dilakukan. Bahkan, sebagai garda terdepan, mereka rela mengorbankan nyawa menjadi taruhannya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dimulai sejak awal pandemi hingga saat ini, ratusan nakes sudah terpapar Covid-19.

Sebagian dari mereka sembuh namun, tak sedikit pula yang berpulang. Semua itu, dilakukan para nakes tidak ada lain selain mengutamakan keselamatan masyarakat.

Seperti yang dialami Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD dr Mohamad Sowandhie, Arif Setiawan.

Dia menceritakan, perjuangannya dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan melihat keterbatasan jumlah nakes, dia pun sampai rela mengorbankan jatah liburnya demi memberikan penanganan terbaik kepada para pasien.

“Kita tidak kenal lelah, tidak libur pula. Karena selain jumlah yang terbatas rekan-rekan kami juga harus isoman karena terpapar. Makanya, kami yang sehat ini terus berjuang,” kata Arif, Jumat (16/7/2021).

Arif menceritakan, awalnya saat bertugas di RSUD dr Mohamad Sowandhie jumlah bed yang disediakan untuk pasien Covid-19 berjumlah 90 tempat tidur. Namun seiring pertambahan kasus akhirnya RSUD tersebut terus menambah bed hingga berkapasitas 161 orang.

“Kami pun rombak lobby juga menjadi ruangan. Bagaimana pun caranya kita terus berusaha supaya masyarakat yang sakit bisa tertampung. Kami ingin mereka sembuh,” ujarnyam

Selain itu, kini Arief yang bertugas ditempatkan di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) mengaku cukup ekstra tenaga saat bertugas.

Apalagi menurutnya, pasien yang berada di sana mengalami gejala ringan dan berat. Ia menyebut, ada pasien yang datang dengan kondisi saturasi sudah di bawah 80.

“Saya kalau mengawasi oksigen saat jaga malam tidak bisa tidur. khawatir oksigen pasien habis. Tiap satu jam saya tengok satu per satu sampai subuh begitu seterusnya. itu masih baru oksigen belum perawatan yang lainnya. Kita terus berupaya maksimal menyembuhkan pasien. Tetapi kembali lagi lonjakan begitu cepat,” urainya.

Hal yang sama juga dialami oleh Kepala Puskesmas Ketabang Surabaya,Joyce Hestia Nugrahanti. Bagi dia, tidak ada nakes yang tidak ingin pasiennya lekas sembuh.

Dia menilai kesembuhan pasien adalah yang utama. Apalagi yang terjadi di Puskesma Ketabang merupakan wilayah yang terdiri dari perkantoran dan pemukiman.

“Kami merawat warga yang isoman, kami juga melakukan vaksinasi lalu 3T (tracing, testing dan treatment) tetap kami jalankan. Dan pelayanan umum pun juga tetap buka,” ungkap Joyce.

Dengan nakes berjumlah 41 orang, Joyce mengaku terkadang sedikit mengalami kesulitan dalam membagi kegiatan.

Misalnya, pada hari yang sama terdapat pelaksanaan kegiatan secara vaksinasi massal, swab massal dan penanganan pasien terpapar hingga tetap melakukan 3T.

Apalagi, beberapa nakes yang juga harus melakukan isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

“Kita buat prioritas. Mana lokasi yang membutuhkan dokter, atau perawat atau bidan yang menjadi tim swaber. Misal skrining, biasanya bisa tim swaber bisa juga nakes yang lain. Kita harus mengatur sedemikian rupa supaya dokter kami yang hanya lima orang ini bisa menghandel semuanya,”ungkapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, puskesmas yang kini buka 24 jam menjadi tantangan tersendiri bagi para nakes untuk lebih semangat.

Oleh sebab itu, di kondisi saat ini tak lantas membuat Joyce dan jajarannya patah semangat begitu saja.

Menurutnya, pada kondisi saat ini lah jihadnya para nakes. Meskipun beban kerjanya dinilai semakin berat, dengan jumlah personal yang sedikit ia mengajak jajarannya untuk selalu semangat menjaga stamina.

“Saya sampaikan jihadnya nakes sekarang, gimana caranya dengan jadwal kerja yang banyak tetap sehat, vitamin. Istirahat berkualitas. sehingga tetap sehat dan kuat. Kalau yang jaga malem besoknya kita upayakan untuk off atau libur,” pungkas Joyce. (byta/rg4)

Berita Terbaru

Lutfiyah: Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Penentu Masa Depan Surabaya

Lutfiyah: Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Penentu Masa Depan Surabaya

Selasa, 06 Okt 2026 11:51 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:51 WIB

SURABAYA — Peringatan Hari Guru Sedunia atau World Teachers’ Day pada 5 Oktober menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi mer…

Gerindra Jatim Rekomendasikan Pemecatan Tiga Anggota DPRD Terlibat Pesta Narkoba

Gerindra Jatim Rekomendasikan Pemecatan Tiga Anggota DPRD Terlibat Pesta Narkoba

Selasa, 06 Okt 2026 11:46 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:46 WIB

SURABAYA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur mengambil sikap tegas terhadap tiga kadernya yang terlibat kasus pesta narkoba di salah satu h…

PB XIV Siapkan Keraton Kulon Jadi Tempat Tinggal, Revitalisasi Keputren Karaton Surakarta Dikebut

PB XIV Siapkan Keraton Kulon Jadi Tempat Tinggal, Revitalisasi Keputren Karaton Surakarta Dikebut

Selasa, 06 Okt 2026 11:41 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:41 WIB

PB XIV mulai menyiapkan tempat tinggal di Keraton Kulon, area Keputren Karaton Surakarta. Kawasan ini siap direvitalisasi jadi destinasi wisata budaya…

Cahyo Soroti Sosialisasi Anggaran Gen Z, Kartar Butuh Pendampingan Mengakses Program

Cahyo Soroti Sosialisasi Anggaran Gen Z, Kartar Butuh Pendampingan Mengakses Program

Selasa, 06 Okt 2026 07:21 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 07:21 WIB

SURABAYA — Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PKS, Cahyo Siswo Utomo, menyoroti pemahaman dan akses generasi muda terhadap program serta a…

Fredy Poernomo Apresiasi Polrestabes dan BNNK Surabaya Bongkar 3 Anggota DPRD Pesta Narkoba

Fredy Poernomo Apresiasi Polrestabes dan BNNK Surabaya Bongkar 3 Anggota DPRD Pesta Narkoba

Senin, 05 Okt 2026 21:10 WIB

Senin, 05 Okt 2026 21:10 WIB

SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Golkar, Fredy Poernomo, mengapresiasi langkah Polrestabes Surabaya bersama BNNK Surabaya yang membongkar dugaan pesta …

Reses Didik Beldex di Dupak, Warga Keluhkan PJU Mati hingga Akses Bantuan Pendidikan

Reses Didik Beldex di Dupak, Warga Keluhkan PJU Mati hingga Akses Bantuan Pendidikan

Senin, 05 Okt 2026 21:01 WIB

Senin, 05 Okt 2026 21:01 WIB

SURABAYA — Anggota Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Tri Didik Adiono atau yang akrab disapa Didik Beldex, kembali turun ke masyarakat untuk m…