ekrut

Rencana KPK Rekrut Koruptor sebagai Penyuluh Antikorupsi jadi Bulan-bulanan Warganet

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung KPK (ist)
Gedung KPK (ist)

i

BACASAJA.ID - Rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bakal merekrut koruptor untuk menjabat sebagai penyuluh antikorupsi menjadi bahan olok-olok warganet.

Menurut warganet, termasuk beberapa nama tokoh, menilai kebijakan itu selain kontroversial, juga kontraproduktif. Pasalnya, lembaga antirasuah yang mesti mencegah terjadinya korupsi dan menangkap pelakunya, malah memberi pekerjaan pada koruptor.

Warganet menjadi semakin gemas mengingat bagaimana KPK memberi posisi penyuluh antikorupsi pada para koruptor, tapi mendepak 75 pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Saking gemasnya, mantan juru bicara KPK Febri Diansyah pun turut prihatin dengan berbagai kebijakan KPK yang dinilainya janggal. Febri pun tak kuasa untuk menumpahkan sindirannya kepada lembaga tempat dia bernaung sebelumnya itu.

"Ke depan perlu terobosan lebih berani. Bukan hanya menjadikan eks napi koruptor sebagai penyuluh antikorupsi, tapi menjadikan mereka Pimpinan KPK. Siapa kandidatmu?" cuitan Febri Diansyah pada 23 Agustus 2021.

"Memang tidak mudah menjaga kewarasan dalam situasi seperti saat ini," tambahnya, Selasa (24/8/2021).

Mengetahui cuitan Febri Diansyah itu, warganet pun berbondong-bondong mengusulkan kandidat penyuluh antikorupsi mereka.

Salah satu warganet yang urun rembug di lapak Febri adalah dr. Hegar Wibawa via akunnya @hegar_wibawa.

"Ketua: akil mochtar. Orangnya visioner, koruptor potong tangan.
Wakil: Gayus, juliari, dan setnov. Best support.
Humas: joko candra. Relasinya bagus, dekat dgn aparat dan petinggi.
Bendahara: edy p. Ringan tangan, aturan yg dibuatnya akan benar2 bermanfaat bagi anggota n crew."

Sementara itu, pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengkritik keras sebutan penyintas korupsi yang disematkan KPK kepada para narapidana kasus korupsi.

"Perilaku pimpinan KPK aneh dan keterlaluan. Apakah tidak paham atau tidak peduli terhadap korupsi? Ketika menyebut koruptor sebagai penyintas (korban), lalu pelakunya siapa? Negara?," cuit Novel, Minggu (22/8) di akun Twitter, @nazaqistsha.

Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW) turut menanggapi wacana perekrutan eks narapidana kasus korupsi jadi penyuluh antikorupsi.

“Mati ketawa ala Pimpinan KPK. Eks Koruptor direkrut untuk jadi penyuluh. Insan KPK yang berjasa jebloskan koruptor justru di TWK-kan dan dihabisi,” ucap BW sebagaimana dikutip dari Twitter @katabewe pada Senin 23 Agustus 2021.

Sebelumnya, Deputi Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Wawan Wardiana mengungkapkan, KPK berencana merekrut dalam agenda penyuluhan korupsi. Lantaran itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah penjara.

"Jadi edukasi bagi semua pihak untuk memetik pelajaran dari perjalanan mereka. Bagaimana perihnya pada saat mulai disebut sebagai tersangka," pungkasnya. (rg4)

Berita Terbaru

Salamul Huda Terpilih Jadi Ketua IKA PMII Probolinggo Raya, Raih 12 dari 13 Suara

Salamul Huda Terpilih Jadi Ketua IKA PMII Probolinggo Raya, Raih 12 dari 13 Suara

Minggu, 20 Sep 2026 11:18 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 11:18 WIB

PROBOLINGGO – Salamul Huda resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Probolinggo Raya. Ia terpilih dalam M…

Meriahkan HUT Sulbar ke-22, Kapolda Hadiri ‘Sulbar Fun Run’ Tegaskan Dukungan Penuh bagi Olahraga Masyarakat

Meriahkan HUT Sulbar ke-22, Kapolda Hadiri ‘Sulbar Fun Run’ Tegaskan Dukungan Penuh bagi Olahraga Masyarakat

Minggu, 20 Sep 2026 10:36 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 10:36 WIB

POLDA SULBAR - Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menghadiri langsung kegiatan akbar olahraga masyarakat "Sulbar Fun Run 3" yang dipusatkan di …

Resmi Dibuka, Pemkot Surabaya Ajak Warga Nikmati Ratusan Karya Seni Kontemporer di ARTSUBS 2026

Resmi Dibuka, Pemkot Surabaya Ajak Warga Nikmati Ratusan Karya Seni Kontemporer di ARTSUBS 2026

Minggu, 20 Sep 2026 10:03 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 10:03 WIB

SURABAYA- Pameran seni kontemporer ARTSUBS 2026 kembali dibuka di Balai Pemuda, Kota Surabaya, pada Sabtu (19/9/2026). Dalam pameran bertajuk “Border, T…

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Dinas Perhubungan…

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

POLDA SULBAR - Untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas berjalan profesional, transparan dan sesuai prosedur, Subdit…

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYA — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), komunikasi antarsesama a…