Pupuk Bersubsidi Palsu, Beredar di Tulungagung

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Uji coba pupuk bersubsidi yang diduga palsu oleh petugas. (foto: noyo)
Uji coba pupuk bersubsidi yang diduga palsu oleh petugas. (foto: noyo)

i

BACASAJA.ID - Beberapa waktu lalu warga di Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung Tulungagung, dihebohkan dengan peredaran pupuk bersubsidi palsu.

Bahkan kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Untuk memastikan keaslian pupuk tersebut, petugas melakukan pengujian laboratorium terhadap pupuk yang diduga palsu.

Sayang hasil dari uji laboratorium itu belum bisa diketahui. Meski begitu, hasil dari uji laboratorium dari pupuk yang menyebabkan tanaman jagung menguning ini, terdapat banyak perbedaan dari pupuk NPK asli produksi PT Petrokimia Gresik.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Tulungagung melalui Kanit Pidsus, Iptu Didik Riyanto.  Untuk lebih memastikan kandungan pupuk itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan saksi ahli.

"Setelah menunggu hampir dua minggu, dua sampel yakni pupuk yang diduga palsu, dan yang asli dari PT Petrokimia Gresik itu menunjukan kandungan yang berbeda. Kandungannya apa, nanti kita kuatkan dari keterangan saksi ahli," terang Iptu Didik Riyanto.

Sedang untuk mengungkap peredaran pupuk yang diduga palsu ini, pihaknya sudah memeriksa 8 saksi.

Diantaranya, petani yang memakai pupuk, petani yang membeli pupuk, tengkulak pupuk setempat.  Bahkan ia juga berupaya melidik supplier diatasnya.

"Sudah ketemu nama supplier paling atas. Ia warga Tulungagung juga namun beda desa. Sayangnya dua kali kami kirim surat panggilan, dia tidak datang, alasan keluarga, dia berada di luar kota," kata Iptu Didik.

Namun pihak kepolisian tak berhenti di situ saja. Didik mengaku telah bekerjasama, dengan beberapa pihak untuk menghadirkan suplayer tersebut.

Bahkan jika diperlukan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ditempat.  Ini ia lakukan untuk mengungkap pabrik dan dalang yang terlibat pada pupuk NPK Subsidi yang palsu ini.

"Kita terus berupaya mengusut tuntas kasus ini," tuturnya.

Dikabarkan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggungunung resah. Pasalnya, pupuk yang dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman jagung diduga palsu. 

Karena beberapa tanaman yang dipupuk menggunakan pupuk subsidi menyerupai merk NPK Ponska produksi dari PT Petrokimia Gersik itu menguning.

Ada beberapa ciri yang secara kasat mata membedakan pupuk palsu ini dengan pupuk asli. Mulai dari kemasan, dimana karung yang diduga palsu lebih kusam dibandingkan dengan yang asli.

Kemudian pada jahitan, lebih kasar. Bahkan lipatan jahitan tidak rapi. Selain itu pada pupuk palsu teksturnya lebih lunak dan berwarna lebih gelap.

Jika direndam air tidak mudah larut dan tidak terasa dingin. berbeda dengan pupuk asli yang mudah larut dalam air dan terasa lebih dingin saat direndam dalam air (Noyo/las).

Tag :

Berita Terbaru

Pengelolaan Limbah B3 di Surabaya Capai 95 Persen, Edukasi Terus Digencarkan

Pengelolaan Limbah B3 di Surabaya Capai 95 Persen, Edukasi Terus Digencarkan

Minggu, 21 Jun 2026 11:48 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 11:48 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat pengelolaan sampah medis dan nonmedis melalui pengawasan berbasis data, penyediaan fasilitas…

Anggota DPR RI Tagih Solusi Jangka Panjang Usai PLN Putuskan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Timur

Anggota DPR RI Tagih Solusi Jangka Panjang Usai PLN Putuskan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Timur

Minggu, 21 Jun 2026 11:35 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 11:35 WIB

JAKARTA- Gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah dalam Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) menjadi sorotan…

Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional

Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional

Minggu, 21 Jun 2026 11:32 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 11:32 WIB

JAKARTA- Bareskrim Polri melalui Tim Delegasi Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas sekaligus residivis…

Plt Bupati Ponorogo: Hasil Sensus Ekonomi 2026 Jadi Bahan Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah

Plt Bupati Ponorogo: Hasil Sensus Ekonomi 2026 Jadi Bahan Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah

Minggu, 21 Jun 2026 11:16 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 11:16 WIB

PONOROGO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berkepentingan terhadap hasil Sensus Ekonomi (SE) 2026. Plt Bupati Lisdyarita meminta responden yang mencakup…

Gemerlap Fiktif Surabaya:  Saat Hiburan Rakyat Surabaya Kembali Dibayar Air Mata Kemacetan!

Gemerlap Fiktif Surabaya:  Saat Hiburan Rakyat Surabaya Kembali Dibayar Air Mata Kemacetan!

Sabtu, 20 Jun 2026 12:26 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 12:26 WIB

Oleh: Tri Widayanto Kordinator Liputan Bacasaja.id Di bawah gemerlap lampu pedestrian yang estetik dan deretan piala Adipura Kencana yang dipajang rapi l…

Pemadaman Bergilir Berulang, Mufti Anam Desak Transparansi Pemerintah dan PLN

Pemadaman Bergilir Berulang, Mufti Anam Desak Transparansi Pemerintah dan PLN

Sabtu, 20 Jun 2026 11:20 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 11:20 WIB

JAKARTA- Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pemerintah dan PT PLN (Persero) memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait pemadaman…